Pernah nggak kamu merasa kalau gaji itu cuma ‘numpang lewat’? Baru gajian tanggal 25, eh tanggal 5 saldo sudah sisa napas. Masalah utamanya biasanya bukan cuma soal nominal gaji yang kurang, tapi karena semua uang—mulai dari uang makan, bayar kos, sampai jatah jajan—campur aduk di satu rekening utama. Akibatnya, kamu merasa masih punya banyak uang saat melihat saldo di ATM, padahal sebagian besar dari uang itu adalah ‘milik’ tagihan bulan depan. Inilah alasan kenapa memilih bank digital dengan fitur kantong tabungan menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan keuanganmu di tahun 2026 ini.
Konsep memisahkan uang ke dalam ‘kantong-kantong’ virtual sebenarnya adalah adaptasi digital dari sistem amplop zaman dulu. Orang tua kita dulu sering membagi uang tunai ke dalam beberapa amplop bertuliskan ‘Listrik’, ‘Sekolah’, atau ‘Pasar’. Sekarang, teknologi memungkinkan kita melakukan hal yang sama secara instan lewat aplikasi di ponsel. Dengan menggunakan bank digital dengan fitur kantong tabungan, kamu bisa memberikan batas visual yang jelas antara uang yang boleh dipakai senang-senang dan uang yang sifatnya sakral untuk kewajiban harian. Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan kamu juga memahami Cara mengatur keuangan untuk pemula agar fondasi finansialmu makin kokoh.
Kenapa fitur ‘Kantong’ jadi jurus ninja atur gaji?
Secara psikologis, manusia cenderung lebih boros ketika melihat satu angka saldo yang besar. Fenomena ini disebut dengan Mental Budgeting. Saat semua uang menumpuk di satu tempat, otak kita sulit membedakan mana uang untuk makan siang ini dan mana uang untuk bayar asuransi bulan depan. Fitur kantong di bank digital memecah ilusi tersebut. Dengan membagi saldo ke dalam beberapa sub-rekening, kamu dipaksa untuk sadar akan batasan belanja di setiap kategori.
Psikologi ‘Mental Budgeting’ dan saldo terpisah
Ketika kamu memindahkan uang ke kantong khusus berlabel ‘Tabungan Liburan’, secara tidak sadar kamu membangun komitmen emosional untuk tidak menyentuh uang tersebut. Uang itu bukan lagi sekadar angka, tapi sudah memiliki ‘tujuan hidup’. Inilah kenapa bank digital dengan fitur kantong tabungan sangat efektif untuk menekan kebiasaan impulsif. Kamu akan berpikir dua kali untuk mengambil uang dari kantong ‘Dana Darurat’ hanya demi membeli sepatu diskonan, karena kamu melihat langsung label ‘Emergency’ yang tertera di sana.
Memisahkan saldo juga membantu mengurangi cognitive load atau beban pikiran. Kamu tidak perlu lagi menghitung manual di kepala atau mencatat di kertas setiap kali mau belanja. Cukup buka aplikasi, lihat saldo di kantong yang relevan, dan kamu tahu persis berapa jatahmu. Jika kamu merasa perlu panduan lebih detail soal pembagian porsi gaji, kamu bisa mencoba menerapkan Metode 50/30/20 dalam budgeting yang sudah terbukti efektif bagi banyak orang.
Beda simpanan konvensional vs sistem kantong digital
Di bank konvensional, untuk memiliki lima kategori tabungan yang berbeda, biasanya kamu harus membuka lima rekening berbeda dengan buku tabungan dan kartu ATM yang berbeda pula. Repot, bukan? Belum lagi biaya admin bulanan yang bakal menggerus saldomu di setiap rekening. Bank digital dengan fitur kantong tabungan menghapus semua kerumitan itu. Kamu hanya butuh satu akun utama, lalu di dalamnya kamu bisa membuat puluhan kantong virtual tanpa biaya tambahan dan tanpa perlu ke kantor cabang.
Selain itu, perpindahan uang antar kantong di bank digital terjadi secara real-time dan gratis. Kamu bisa memindahkan uang dari kantong ‘Gaji’ ke kantong ‘Bayar Listrik’ hanya dalam hitungan detik. Beberapa bank bahkan memberikan nomor rekening unik (IBAN atau nomor virtual) untuk setiap kantong, sehingga kamu bisa menerima transferan atau membayar tagihan langsung dari kantong tertentu tanpa mengganggu saldo di kantong lainnya.
Tabel Perbandingan: 5 Bank Digital dengan Fitur Kantong Tabungan
Untuk membantumu menentukan pilihan, berikut adalah perbandingan fitur dari lima pemain besar di industri bank digital Indonesia per Februari 2026. Tabel ini fokus pada aspek yang paling sering dibutuhkan oleh pengguna muda: jumlah kantong, kemudahan akses, dan bunga.
| Nama Bank Digital | Fitur Kantong Utama | Maks. Kantong | Keunggulan Utama |
|---|---|---|---|
| Bank Jago | Kantong (Pockets) | 60 Kantong | Ekosistem GoTo & Bibit |
| blu by BCA Digital | bluSaving & bluGether | 20 Kantong | Nama besar BCA & Patungan |
| Jenius (BTPN) | Save It (Dream/Flexi) | Multi-Save | x-Card untuk budget belanja |
| Livin’ by Mandiri | Saku Mandiri | 20 Saku | Integrasi bank besar & QRIS |
| Allo Bank | Allo Grow | Unlimited | Ekosistem CT Corp (Diskon) |
Rekomendasi Utama Bank Digital dengan Fitur Kantong Tabungan
Setiap bank memiliki karakter dan target pengguna yang berbeda. Memilih mana yang terbaik bergantung pada kebutuhan harianmu, apakah kamu lebih sering belanja di e-commerce tertentu, hobi investasi, atau butuh fitur untuk menabung bareng pasangan.
Bank Jago: Sang Pionir ‘Kantong’ dengan Integrasi Ekosistem
Bank Jago bisa dibilang sebagai standar emas saat kita bicara soal bank digital dengan fitur kantong tabungan. Sejak awal kemunculannya, Jago memang didesain dengan konsep kantong sebagai fitur utama. Kamu bisa membuat hingga 60 kantong berbeda, yang masing-masing bisa berfungsi sebagai kantong bayar (untuk transaksi) atau kantong simpanan (untuk menabung).
Fact: Jumlah maksimal kantong (rekening sub-account) yang dapat dibuat di aplikasi Bank Jago — 60 kantong (Februari 2026) — Source: Bank Jago
Kekuatan utama Jago terletak pada ekosistemnya. Jika kamu pengguna setia Gojek atau Tokopedia, kamu bisa menghubungkan kantong Jago langsung sebagai metode pembayaran. Jadi, kamu bisa punya satu kantong khusus bernama ‘Jatah GoFood’ dan saldo di sana akan terpotong otomatis setiap kali kamu pesan makanan. Selain itu, Jago terintegrasi sangat rapi dengan aplikasi investasi Bibit, memudahkanmu menyisihkan uang untuk masa depan secara otomatis.
blu by BCA Digital: Fitur bluGether untuk Tabungan Bareng
Sebagai anak perusahaan dari BCA, blu membawa kepercayaan publik yang sangat kuat. Fitur kantong di blu terbagi menjadi dua: bluSaving untuk tujuan pribadi dan bluGether untuk tujuan bersama. Ini adalah fitur favorit bagi pasangan yang sedang menabung untuk biaya pernikahan atau teman se-geng yang mau jalan-jalan bareng.
Fact: Jumlah maksimal gabungan fitur bluSaving dan bluGether di aplikasi blu by BCA Digital — 20 kantong (Februari 2026) — Source: BCA Digital
Dalam bluGether, kamu bertindak sebagai ‘Creator’ dan bisa mengundang hingga puluhan teman untuk ikut menyetor uang ke dalam satu kantong yang sama. Semua anggota bisa melihat saldo dan mutasi di kantong tersebut, sehingga transparansi sangat terjaga. Tidak ada lagi drama ‘siapa yang belum bayar kas’ karena semuanya tercatat secara digital. Meskipun jumlah kantongnya tidak sebanyak Jago, stabilitas aplikasi dan dukungan jaringan ATM BCA yang luas menjadi nilai plus tersendiri.
Jenius: Fleksibilitas x-Card dan Dream Saver
Jenius dari Bank BTPN adalah pelopor gerakan bank digital di Indonesia. Meski sekarang persaingannya ketat, Jenius tetap punya tempat di hati penggunanya berkat fitur x-Card. Berbeda dengan kantong virtual biasa, x-Card adalah kartu debit fisik (dan digital) tambahan yang bisa kamu isi saldonya dari rekening utama. Kamu bisa memberi nama x-Card ini sesuai fungsinya, misalnya ‘Budget Nongkrong’ atau ‘Langganan Netflix’.
Untuk fitur menabung, Jenius punya Dream Saver yang memungkinkan kamu menentukan target nominal dan tanggal pencapaian. Sistem akan menghitung otomatis berapa saldo yang harus ditarik dari rekening utamamu setiap hari atau setiap bulan. Ini sangat membantu buat kamu yang sulit disiplin menabung manual. Jenius juga menawarkan fleksibilitas dalam mengatur limit transaksi per kategori, memberikan kendali penuh di tanganmu.
Livin’ by Mandiri: Meniru Gaya Digital dengan Fitur Tabungan Rencana
Mandiri tidak mau kalah dengan bank-bank baru. Melalui aplikasi Livin’, mereka memperkenalkan fitur ‘Saku’. Meskipun Livin’ adalah aplikasi dari bank konvensional raksasa, pengalaman penggunanya sekarang sudah sangat mirip dengan bank digital dengan fitur kantong tabungan. Kamu bisa memisahkan saldo untuk berbagai tujuan dan melihat perkembangan tabunganmu dalam grafik yang intuitif.
Kelebihan utama Livin’ adalah fitur ‘Flash Sale’ dan promosi yang sering bekerja sama dengan berbagai merchant besar di Indonesia. Karena statusnya sebagai bank BUMN, faktor keamanan dan aksesibilitas ke kantor cabang fisik (jika terjadi kendala darurat) menjadi keunggulan yang sulit dikalahkan oleh bank digital murni. Ini cocok buat kamu yang ingin fitur kekinian tapi tetap ingin punya ‘jangkar’ di bank tradisional.
Allo Bank: Alternatif Baru dengan Pilihan Grow yang Menarik
Allo Bank hadir dengan kekuatan ekosistem CT Corp (Transmart, Coffee Bean, Metro, dll). Fitur kantong mereka yang disebut Allo Grow menawarkan suku bunga yang cukup kompetitif dibandingkan bank lain. Yang menarik, Allo Bank sering memberikan diskon khusus jika kamu membayar menggunakan saldo di aplikasi mereka di jaringan ritel milik CT Corp.
Allo Grow sangat fleksibel karena kamu bisa menarik uang kapan saja tanpa denda, namun tetap mendapatkan bunga harian yang dihitung dari saldo terendah. Tampilannya cukup sederhana dan to-the-point, cocok bagi pengguna yang tidak suka aplikasi yang terlalu banyak ‘pernak-pernik’. Jika kamu sering belanja bulanan di Transmart atau suka jajan di merchant mereka, Allo Bank bisa menjadi pilihan bank digital dengan fitur kantong tabungan yang sangat menguntungkan secara ekonomi.
Kriteria Memilih Bank Digital dengan Fitur Kantong Tabungan yang Tepat
Jangan hanya tergiur dengan promo cashback saat pembukaan akun. Memilih tempat menyimpan uang adalah keputusan jangka panjang. Ada beberapa kriteria yang harus kamu pertimbangkan agar tidak menyesal di kemudian hari.
- Kemudahan akses (User Experience): Apakah aplikasinya ringan? Apakah butuh terlalu banyak klik hanya untuk memindahkan uang antar kantong? Dalam dunia finansial yang serba cepat, setiap detik sangat berharga. Jika aplikasi sering lag, kamu akan malas mencatat atau mengatur uangmu.
- Integrasi dengan aplikasi pihak ketiga: Seperti yang sudah dibahas pada Bank Jago, integrasi dengan e-commerce atau platform investasi adalah nilai tambah yang sangat besar. Ini membuat alokasi gaji menjadi semi-otomatis dan mengurangi gesekan saat bertransaksi.
- Keamanan dan regulasi OJK: Pastikan bank yang kamu pilih terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta merupakan peserta penjaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Tanpa ini, risiko kehilangan uangmu menjadi sangat besar.
- Fitur Otomatisasi: Bank digital yang baik harus punya fitur auto-debet ke kantong-kantong tabungan. Jadi, setiap tanggal gajian, uangmu akan langsung ‘terpencar’ ke tujuannya masing-masing tanpa harus kamu gerakkan secara manual.
Bahaya ‘Ghost Pockets’: Saat Fitur Kantong Malah Bikin Kamu Boros
Ada satu jebakan batman saat kamu menggunakan bank digital dengan fitur kantong tabungan, yaitu fenomena ‘Ghost Pockets’. Ini terjadi ketika kamu memiliki terlalu banyak kantong dengan saldo yang kecil-kecil, sehingga kamu merasa punya banyak cadangan uang padahal totalnya tidak seberapa.
Kadang, fitur kantong memberikan ilusi bahwa kita sudah ‘aman’ secara finansial hanya karena sudah memisahkan uang. Padahal, memisahkan uang hanyalah langkah pertama. Langkah yang lebih penting adalah disiplin menjaga agar kantong tersebut tidak bocor. Banyak pengguna yang sering ‘meminjam’ dari kantong tabungan untuk keperluan belanja, dengan janji akan mengembalikannya bulan depan. Janji ini seringkali hanya menjadi wacana, dan akhirnya tabunganmu tidak pernah terkumpul. Ingatlah bahwa salah satu kantong wajib yang tidak boleh diganggu gugat adalah untuk Pentingnya membangun dana darurat sebagai bantalan finansial saat terjadi hal tak terduga.
Simulasi Realistis: Cara Membagi Gaji Rp5 Juta ke 7 Kantong
Mari kita buat contoh nyata. Misalkan kamu adalah seorang fresh graduate di Jakarta dengan gaji bersih Rp5.000.000 per bulan. Kamu menggunakan bank digital dengan fitur kantong tabungan untuk mengatur alokasi dana sebagai berikut:
- Kantong Utama (Gaji): Rp5.000.000 (Masuk pertama kali)
- Kantong Kos & Listrik: Rp1.500.000 (Langsung dipindah di hari pertama)
- Kantong Makan & Transport: Rp1.500.000 (Jatah bulanan, bisa ditarik per minggu)
- Kantong Tabungan/Investasi: Rp750.000 (Alokasi 15% dari gaji)
- Kantong Dana Darurat: Rp500.000 (Hingga terkumpul 3-6x pengeluaran)
- Kantong Hiburan/Nongkrong: Rp500.000 (Batas maksimal buat jajan boba atau bioskop)
- Kantong Langganan (Netflix/Spotify): Rp150.000
- Kantong Tak Terduga (Amal/Kado): Rp100.000
Dengan pembagian seperti ini, saat kamu melihat kantong ‘Makan & Transport’ hanya sisa Rp50.000 di minggu ketiga, kamu akan secara sadar mulai menghemat atau membawa bekal dari rumah. Kamu tidak akan menyentuh uang kos karena uangnya sudah berada di kantong yang berbeda. Inilah kekuatan visual yang diberikan oleh bank digital dengan fitur kantong tabungan.
Tips Pro: Pakai Moneyku untuk Pantau Semua ‘Kantong’ Kamu
Meskipun bank digital dengan fitur kantong tabungan sangat membantu, masalah baru muncul saat kamu punya lebih dari satu akun bank. Mungkin kamu pakai Jago untuk belanja, tapi pakai blu untuk tabungan bersama. Memantau pengeluaran rill di banyak tempat bisa jadi memusingkan. Di sinilah MoneyKu berperan sebagai ‘dashboard visual’ pribadimu.
MoneyKu didesain untuk mencatat setiap pengeluaran secara cepat dengan tampilan yang menggemaskan (bertema kucing yang ramah!). Sambil tetap menggunakan fitur kantong di bankmu untuk memisahkan dana, kamu bisa menggunakan MoneyKu untuk mencatat apakah pengeluaranmu benar-benar sesuai dengan kategori kantong tersebut. MoneyKu memberikan insight visual yang lebih mendalam tentang kebiasaan belanjamu yang mungkin tidak terlihat hanya dari mutasi bank. Kamu juga bisa mengecek Rekomendasi aplikasi pencatat keuangan terbaik lainnya jika ingin membandingkan fitur-fitur yang tersedia.
FAQ: Hal yang Sering Ditanyakan Soal Tabungan Terpisah
Apakah saldo di kantong tetap dapat bunga?
Ya, hampir semua bank digital dengan fitur kantong tabungan tetap memberikan bunga pada setiap kantong yang kamu buat. Beberapa bank bahkan memberikan bunga yang lebih tinggi untuk kantong jenis ‘Simpanan’ dibandingkan kantong ‘Bayar’. Perhitungannya tetap dilakukan secara harian berdasarkan saldo yang ada di masing-masing kantong.
Bisa nggak bayar QRIS langsung dari kantong tertentu?
Beberapa bank seperti Bank Jago dan blu sudah memungkinkan kamu memilih sumber dana saat akan memindai QRIS. Jadi, kamu bisa menentukan apakah pembayaran kopi pagi ini diambil dari kantong ‘Nongkrong’ atau kantong ‘Utama’. Namun, tidak semua bank memiliki fitur ini, jadi pastikan kamu mengecek detail fiturnya sebelum memilih.
Aman nggak punya terlalu banyak kantong?
Secara teknis sangat aman karena semua kantong berada di bawah satu nomor CIF (Customer Identification File) yang sama. Namun secara manajemen, terlalu banyak kantong (misalnya lebih dari 15) bisa membuatmu bingung sendiri. Disarankan untuk memiliki 5-10 kantong saja yang mencakup kategori pengeluaran terbesar dan tujuan menabung utamamu.
Gimana cara otomatisasi pindah saldo tiap tanggal gajian?
Kamu bisa menggunakan fitur ‘Autodebit’ atau ‘Plan’ yang ada di aplikasi bank tersebut. Kamu tinggal mengatur tanggal (misal setiap tanggal 25), nominalnya, dan ke kantong mana uang tersebut harus dipindah. Ini adalah cara terbaik untuk memastikan kamu ‘membayar dirimu sendiri’ (menabung) terlebih dahulu sebelum uangnya habis terpakai untuk hal lain.
Memilih bank digital dengan fitur kantong tabungan adalah investasi kecil yang dampaknya sangat besar bagi kesehatan mental dan finansialmu. Dengan sistem yang teratur, kamu tidak perlu lagi merasa cemas setiap kali akhir bulan tiba. Mulailah dengan satu bank, buat 3 kantong dasar (Kewajiban, Tabungan, Main), dan rasakan perbedaannya dalam mengelola gaji di tahun 2026 ini!




