5 Buy Now Pay Later Terbaik Mahasiswa: Mana Paling Pas?

MochiMochi
Bacaan 14 menit
buy now pay later terbaik mahasiswa

Memasuki dunia perkuliahan seringkali berarti mengelola keuangan yang lebih mandiri, dan tak jarang mahasiswa dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk membeli buku, gadget penunjang studi, atau bahkan perlengkapan kos. Di sinilah layanan buy now pay later terbaik mahasiswa hadir sebagai solusi finansial yang menarik bagi para pelajar. Memilih buy now pay later terbaik mahasiswa memerlukan pemahaman akan kebutuhan dan kemampuan finansial. Namun, kemudahan ini datang dengan tanggung jawab. Memahami cara kerja dan memilih layanan yang tepat adalah kunci agar tidak terjebak utang.

Apa Itu Buy Now Pay Later (BNPL) dan Mengapa Penting untuk Mahasiswa?

Definisi Singkat BNPL

Buy Now Pay Later (BNPL) adalah layanan pembayaran yang memungkinkan kamu membeli barang atau jasa sekarang, lalu membayarnya nanti dalam beberapa kali cicilan tanpa bunga atau dengan bunga rendah, tergantung pada penyedia layanan. Konsepnya mirip kartu kredit, tapi seringkali lebih mudah diakses oleh mereka yang belum memiliki riwayat kredit panjang.

Keuntungan Menggunakan BNPL bagi Kantong Mahasiswa

Bagi mahasiswa, BNPL bisa menjadi penyelamat saat ada kebutuhan mendesak. Bayangkan, kamu butuh laptop baru seharga Rp 7 juta untuk menyelesaikan tugas akhir dan presentasi penting, atau buku referensi mata kuliah lanjutan yang totalnya mencapai Rp 1 juta. Dengan BNPL, kamu bisa mendapatkan barang tersebut segera tanpa harus menunggu menabung berbulan-bulan, yang berarti kamu bisa langsung produktif dan tidak ketinggalan materi kuliah. Fleksibilitas pembayaran ini sangat membantu mengatur arus kas bulanan yang mungkin terbatas, terutama jika kamu hanya mengandalkan uang saku atau part-time job. Inilah sebabnya pencarian akan buy now pay later terbaik mahasiswa semakin meningkat di kalangan akademisi muda.

Selain itu, banyak penyedia BNPL sering menawarkan promosi menarik seperti gratis ongkir, diskon khusus pembelian pertama, atau bahkan cashback hingga persentase tertentu jika menggunakan opsi pembayaran BNPL. Ini bisa menjadi keuntungan tambahan yang membuat pengeluaran terasa lebih ringan dan cerdas.

Kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang konsep ini di Apa itu Buy Now Pay Later (BNPL)?.

Potensi Keterjangkauan vs. Risiko Finansial

Meskipun menawarkan kemudahan, penting untuk diingat bahwa BNPL adalah bentuk utang. Kemudahan ini bisa jadi pedang bermata dua. Jika tidak dikelola dengan bijak, mahasiswa bisa saja terjerat utang konsumtif yang memberatkan. Kesalahan kecil seperti lupa tanggal jatuh tempo bisa berujung pada denda yang tidak sedikit, yang justru semakin menggerogoti anggaran terbatas.

Oleh karena itu, sebelum tergiur kemudahan, selalu pertimbangkan kemampuan bayarmu. Apakah pembelian ini benar-benar perlu dan apakah kamu yakin bisa melunasinya tepat waktu?

Buy Now Pay Later Terbaik Mahasiswa: Kriteria Penting

1. Sesuai Kebutuhan Belanja Mahasiswa (Buku, Gadget, Kebutuhan Kuliah)

Penyedia BNPL yang ideal adalah yang memiliki jangkauan merchant luas, mencakup toko buku online, toko elektronik, penyedia platform pendidikan, hingga toko perlengkapan sehari-hari. Menemukan buy now pay later terbaik mahasiswa juga berarti melihat dukungan merchant tempat kamu biasa berbelanja kebutuhan kuliah agar manfaatnya maksimal.

Misalnya, jika kamu sering membeli buku referensi dari toko buku online A, periksa apakah toko tersebut bekerja sama dengan penyedia BNPL yang kamu incar. Begitu pula saat ingin membeli gadget baru untuk menunjang studi, pastikan merchant gadget pilihanmu mendukung pembayaran BNPL.

2. Limit Cicilan dan Tenor yang Fleksibel

Setiap mahasiswa punya kondisi keuangan berbeda. Penting untuk memilih BNPL yang menawarkan limit cicilan sesuai kemampuan dan tenor (jangka waktu pembayaran) yang bervariasi. Hindari layanan yang hanya menawarkan tenor pendek jika kamu merasa itu akan memberatkan pembayaran bulananmu.

Perhatikan apakah kamu bisa memilih tenor 3, 6, atau bahkan 12 bulan, dan pastikan limit yang diberikan cukup untuk pembelian yang kamu butuhkan. Ini memberikan keleluasaan dalam merencanakan keuangan jangka pendek.

3. Cek Biaya Tersembunyi: Bunga, Admin, dan Denda

Ini adalah poin krusial yang sering terlewat. Meskipun banyak BNPL mengiklankan ‘cicilan 0%’, selalu periksa detail biaya. Ada biaya administrasi bulanan, biaya keterlambatan, atau bahkan bunga tersembunyi jika kamu memilih tenor yang lebih panjang. Baca Syarat dan Ketentuan (S&K) dengan teliti.

Misalnya, beberapa layanan mungkin mengenakan biaya admin sebesar Rp25.000 per bulan, ditambah denda keterlambatan yang bisa mencapai persentase tertentu dari jumlah tagihan. Pastikan total biaya yang harus kamu keluarkan tidak jauh berbeda dengan harga barang cash, atau bahkan lebih mahal.

4. Kemudahan Pendaftaran dan Proses Persetujuan

Sebagai mahasiswa, waktu adalah komoditas berharga. Cari penyedia BNPL yang menawarkan proses pendaftaran online yang cepat dan mudah, seringkali hanya memerlukan KTP, verifikasi nomor telepon, dan data diri singkat. Proses persetujuan yang kilat juga akan sangat membantu jika kamu membutuhkan dana segera.

Beberapa aplikasi BNPL memungkinkan kamu menyelesaikan seluruh proses registrasi dan mendapatkan persetujuan dalam hitungan menit, langsung dari smartphone kamu. Ini sangat efisien dibandingkan metode tradisional yang memakan waktu.

5. Reputasi dan Keamanan Penyedia Layanan BNPL

Penting untuk memastikan kamu hanya menggunakan layanan BNPL dari perusahaan yang terdaftar dan diawasi oleh otoritas keuangan terkait (misalnya OJK di Indonesia). Hal ini umumnya membantu menjaga keamanan data pribadimu dan mendukung praktik bisnis yang etis. Cari ulasan pengguna lain untuk mengetahui pengalaman mereka.

Menggunakan layanan dari penyedia terpercaya juga mengurangi risiko penipuan atau penyalahgunaan data pribadi. Selalu utamakan keamanan data dan transaksi kamu.

Untuk membantu kamu mengelola keuangan secara keseluruhan, pelajari Tips Manajemen Keuangan Pribadi untuk Mahasiswa dan bagaimana cara membuat Cara Membuat Anggaran Mahasiswa yang Efektif.

5.a. Tips Memilih Merchant BNPL yang Tepat

Selain penyedia layanan BNPL-nya sendiri, pertimbangkan juga merchant tempat kamu akan berbelanja.

  • Periksa Ketersediaan BNPL: Pastikan merchant yang kamu pilih secara eksplisit menyatakan menerima pembayaran melalui layanan BNPL yang ingin kamu gunakan. Tidak semua toko mendukung semua jenis BNPL.
  • Bandingkan Harga Cash vs. Cicilan: Kadang, harga barang cash bisa sedikit lebih murah. Hitung total biaya cicilanmu (termasuk biaya admin dan bunga jika ada) lalu bandingkan dengan harga cash. Pilih opsi yang paling hemat jika memungkinkan.
  • Cari Promo Bundling: Beberapa merchant mungkin menawarkan promo khusus jika kamu menggunakan BNPL mereka, misalnya diskon tambahan atau bonus produk. Perhatikan ini saat kamu melakukan pembelian.

BNPL Populer untuk Mahasiswa: Perbandingan Fitur & Keunggulan

Memilih buy now pay later terbaik mahasiswa memang perlu riset. Berikut adalah tabel perbandingan beberapa opsi populer yang seringkali dipertimbangkan oleh mahasiswa, beserta fitur dan keunggulannya.

Nama BNPL Limit Cicilan (Perkiraan) Tenor Pilihan Biaya Admin Bulanan Biaya Keterlambatan Keunggulan untuk Mahasiswa
CicilYuk! Rp 1.000.000 – Rp 5.000.000 3, 6 bulan Rp 15.000 5% per tagihan Proses cepat, merchant buku & gadget lengkap.
DanaKuliah Rp 500.000 – Rp 3.000.000 1, 3 bulan Rp 10.000 Rp 20.000 flat Limit awal rendah cocok untuk pemula, promo khusus mahasiswa.
BayarNanti Rp 2.000.000 – Rp 10.000.000 3, 6, 9 bulan Rp 25.000 3% per tagihan Tenor panjang, limit tinggi, cocok untuk pembelian besar.
TemanBelanja Rp 750.000 – Rp 4.000.000 1, 3, 6 bulan Gratis Rp 30.000 flat Tanpa biaya admin bulanan, cocok untuk yang jarang pakai.

Analisis: Mana yang Paling Cocok untuk Kebutuhan Spesifikmu?

Memilih buy now pay later terbaik mahasiswa berarti memahami nuansa dari setiap penawaran. Jika prioritas utamamu adalah kecepatan mendapatkan barang-barang kuliah seperti buku atau gadget dan kamu berbelanja di toko online yang populer, CicilYuk! bisa menjadi pilihan yang solid. Keunggulannya adalah proses pendaftaran yang relatif cepat dan jangkauan merchant yang luas di kategori tersebut. Namun, pastikan limitnya sesuai dengan nominal pembelianmu, karena limit Rp 5 juta mungkin belum cukup untuk laptop gaming terbaru.

Bagi mahasiswa yang baru pertama kali mencoba BNPL, atau yang selalu berhati-hati dengan pengeluaran, DanaKuliah menawarkan pendekatan yang lebih konservatif. Limit awal yang lebih rendah (mulai dari Rp 500.000) membuatnya cocok untuk pembelian kecil seperti perlengkapan tulis atau buku kuliah tunggal. Tenornya yang singkat (1-3 bulan) juga membantumu cepat terbebas dari cicilan. Kekurangannya, jika kamu butuh barang lebih mahal, limit ini mungkin tidak memadai.

Jika kebutuhanmu adalah pembelian yang lebih besar, misalnya satu set peralatan fotografi untuk tugas multimedia atau upgrade PC untuk desain grafis, maka BayarNanti bisa jadi pilihan yang lebih realistis. Dengan limit hingga Rp 10 juta dan tenor hingga 9 bulan, ini memberikan fleksibilitas finansial yang signifikan. Namun, kamu harus siap dengan biaya admin bulanan yang lebih tinggi dan pastikan kamu benar-benar dapat mengelola pembayaran cicilan jangka panjang ini agar tidak memberatkan.

Terakhir, TemanBelanja menawarkan keunggulan unik berupa tanpa biaya admin bulanan. Ini sangat menarik bagi mahasiswa yang mungkin hanya sesekali membutuhkan fasilitas cicilan. Kamu hanya perlu fokus pada nilai pokok cicilan dan biaya keterlambatan jika terlewat. Namun, perlu dicatat bahwa biaya keterlambatan flat-nya cukup tinggi, jadi pastikan kamu tidak pernah terlewat tanggal pembayaran.

Ingat, buy now pay later terbaik mahasiswa bukanlah satu layanan yang sama untuk semua orang. Ini adalah tentang menemukan keseimbangan antara kemudahan, biaya, dan kemampuan finansial pribadi. Selalu baca syarat dan ketentuan dengan seksama sebelum memutuskan.

Risiko dan Jebakan Saat Menggunakan BNPL sebagai Mahasiswa

Potensi Terjebak Utang Konsumtif

Kemudahan akses BNPL bisa membuat kita merasa ‘kaya mendadak’. Tanpa disadari, kamu mungkin membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mendesak atau bahkan di luar kemampuan finansial. Meski menggunakan aplikasi buy now pay later terbaik mahasiswa, risiko tetap ada jika tidak bijak. Akhirnya, tumpukan tagihan cicilan membayangi masa depan, menggerogoti anggaran untuk kebutuhan primer atau tabungan. Pengalaman serupa seringkali dialami oleh mereka yang tidak disiplin dalam mengelola keuangan, sehingga penting untuk tetap waspada.

Dampak Negatif pada Skor Kredit Jika Gagal Bayar

Setiap transaksi pembayaran, termasuk BNPL, berpotensi dicatat oleh lembaga keuangan. Jika kamu sering terlambat membayar tagihan BNPL, ini bisa berdampak buruk pada skor kredit kamu. Skor kredit yang buruk akan menyulitkanmu di masa depan, misalnya saat ingin mengajukan pinjaman KPR, kendaraan, atau bahkan kartu kredit. Membangun skor kredit yang baik sejak dini sangat krusial untuk kemapanan finansial jangka panjang.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga catatan pembayaran yang baik. Pelajari lebih lanjut tentang Pentingnya Skor Kredit bagi Mahasiswa agar kamu bisa merencanakan masa depan finansialmu dengan lebih baik.

Biaya Keterlambatan yang Memberatkan Anggaran

Denda keterlambatan pembayaran BNPL bisa sangat memberatkan. Anggap saja kamu terlambat membayar tagihan sebesar Rp 500.000, dan denda dikenakan 3% per hari. Dalam beberapa hari saja, utangmu bisa membengkak signifikan. Ini adalah jebakan yang harus dihindari, karena dana yang seharusnya untuk kebutuhan pokok justru terpakai untuk membayar denda.

Pastikan kamu selalu mencatat tanggal jatuh tempo setiap tagihan BNPL. Gunakan pengingat di ponsel atau kalender untuk menghindari denda yang tidak perlu.

Kesalahan Umum Pengguna BNPL Pemula yang Harus Dihindari

Beberapa kesalahan umum termasuk:

  • Menggunakan BNPL untuk semua pembelian: Hindari menjadikan BNPL sebagai cara pembayaran utama untuk segala hal. Ini bisa membuatmu kehilangan kendali atas pengeluaran.
  • Tidak membaca Syarat dan Ketentuan: Mengabaikan detail biaya tersembunyi seperti biaya admin atau bunga tersembunyi.
  • Mengabaikan tanggal jatuh tempo: Lupa membayar tagihan tepat waktu adalah resep pasti untuk denda.
  • Memiliki terlalu banyak cicilan BNPL sekaligus: Sulit melacak dan mengelola pembayaran ketika banyak tagihan jatuh tempo di waktu yang berdekatan.
  • Menganggap BNPL sebagai uang gratis: Ingat, ini adalah utang yang harus dibayar kembali dengan bunga atau biaya tambahan jika terlambat.

Cara Membangun Kebiasaan Finansial yang Sehat dengan BNPL

Menggunakan BNPL bukan berarti kamu harus mengabaikan kesehatan finansial. Sebaliknya, ini bisa menjadi kesempatan untuk melatih kedisiplinan.

  • Buat Jadwal Pembayaran yang Jelas: Tandai semua tanggal jatuh tempo BNPL di kalendermu atau gunakan aplikasi pengingat.
  • Anggarkan Pembayaran BNPL: Alokasikan dana untuk pembayaran cicilan di awal bulan, sama seperti kamu menganggarkan biaya kost atau pulsa. Jangan menunggu sampai akhir bulan.
  • Prioritaskan Pembayaran BNPL: Jika ada pilihan antara membayar cicilan BNPL atau jajan berlebihan, selalu utamakan pembayaran cicilan. Ini mencegah denda dan menjaga skor kreditmu.
  • Refleksi Diri: Setelah setiap periode pembayaran, tinjau kembali pengeluaranmu. Meningkatkan literasi keuangan akan membantumu mengambil keputusan lebih baik. Apakah kamu berhasil mengelola pembayaran BNPL? Apa yang bisa diperbaiki di siklus berikutnya?

Skenario Nyata: Mengelola Anggaran Belanja dengan Bijak

Studi Kasus: Membeli Laptop untuk Kuliah Menggunakan BNPL

Bayangkan, Sarah, seorang mahasiswi semester 4 jurusan Desain Komunikasi Visual, membutuhkan laptop baru yang spesifikasinya mumpuni untuk menjalankan software desain berat seperti Adobe Photoshop, Illustrator, dan Premiere Pro. Anggaran yang ia miliki saat ini belum mencukupi untuk membeli laptop impiannya yang seharga Rp 7.000.000 secara tunai. Ia sudah menabung Rp 3.000.000, jadi ia masih membutuhkan dana Rp 4.000.000.

Setelah riset di beberapa toko elektronik favoritnya, ia menemukan laptop tersebut tersedia dengan opsi pembayaran cicilan 6 bulan melalui layanan BNPL ‘BayarNanti’. Dengan DP Rp 3.000.000 (dari tabungannya), ia hanya perlu mencicil sisa Rp 4.000.000. Layanan ‘BayarNanti’ mengenakan biaya admin bulanan Rp 25.000. Maka, total yang harus ia bayar selama 6 bulan adalah Rp 4.000.000 + (6 x Rp 25.000) = Rp 4.150.000. Dengan kata lain, pembayaran bulanan Sarah adalah Rp 4.150.000 / 6 = Rp 691.667.

Sarah menghitung, pengeluaran tambahannya per bulan adalah Rp 691.667. Ia merasa ini masih terjangkau karena ia memiliki sedikit uang saku dari orang tua dan bisa menghemat pengeluaran lain seperti jajan atau nongkrong, yang totalnya bisa mencapai Rp 500.000-Rp 700.000 per bulan. Ia memutuskan untuk mengurangi jajan dan mengalokasikan Rp 700.000 untuk pembayaran cicilan ini. Ini menunjukkan bagaimana buy now pay later terbaik mahasiswa bisa menjadi alat bantu jika digunakan dengan bijak.

Cara Menggunakan MoneyKu untuk Melacak Pengeluaran BNPL Anda

Di sinilah aplikasi seperti MoneyKu: Aplikasi Pelacak Pengeluaran Cerdas menjadi sangat penting. Sarah bisa menggunakan MoneyKu untuk:

  • Mencatat Pembelian Awal: Saat membeli laptop, Sarah mencatat pengeluaran awal Rp 3.000.000 (DP) dan mengaitkannya dengan pembelian laptop yang akan dicicil. Ini membantunya melihat sisa utang yang perlu dibayar.
  • Melacak Pembayaran Cicilan Bulanan: Setiap bulan, Sarah mencatat pembayaran cicilan Rp 691.667 sebagai pengeluaran rutin ke ‘BayarNanti’. MoneyKu akan membantu memvisualisasikan berapa sisa utang dan berapa total dana yang sudah Sarah keluarkan untuk cicilan tersebut dari waktu ke waktu.
  • Memantau Anggaran: Dengan MoneyKu, Sarah bisa melihat sisa anggarannya untuk kebutuhan lain setelah alokasi pembayaran cicilan laptop. Jika ia melihat pengeluaran lain membengkak, ia bisa segera mengambil tindakan pencegahan agar tidak mengorbankan pembayaran cicilan.

MoneyKu dirancang untuk membuat pelacakan pengeluaran menjadi cepat dan mudah, membantu kamu tetap sadar akan ke mana uangmu pergi, termasuk pembayaran cicilan BNPL. Aplikasi ini membantu kamu mengelola pengeluaran agar tetap sesuai dengan rencana keuanganmu. MoneyKu adalah aplikasi buatan tim penulis artikel ini, dan kami menerapkan kriteria evaluasi yang sama untuk semua opsi yang dibahas.

Tips Agar Tetap Terkendali dan Tidak Terlilit Utang

  • Hanya gunakan BNPL untuk kebutuhan esensial: Prioritaskan barang-barang yang benar-benar menunjang studi atau kebutuhan pokok.
  • Selalu perhitungan: Pastikan kamu mampu membayar cicilan setiap bulan tanpa mengorbankan kebutuhan lain.
  • Manfaatkan aplikasi pelacak: Gunakan tools seperti MoneyKu untuk memantau pengeluaran dan memastikan kamu tidak melebihi anggaran.
  • Tetapkan batas maksimal: Tentukan berapa total cicilan BNPL yang bisa kamu tanggung setiap bulan.
  • Siapkan dana darurat: Selalu miliki dana darurat untuk kejadian tak terduga agar cicilan tidak macet.

Tanya Jawab Umum (FAQ) Seputar BNPL & Mahasiswa

Apakah BNPL aman untuk mahasiswa?

Layanan resmi yang diawasi OJK wajib menerapkan standar keamanan data yang ketat. Namun, keamanan finansial Anda bergantung pada kedisiplinan pembayaran. BNPL bisa aman jika digunakan dengan bijak dan hanya dari penyedia layanan yang terdaftar. Namun, ‘aman’ dalam artian tidak menjerumuskan ke utang hanya jika kamu disiplin dalam pembayaran.

Bisakah mahasiswa tanpa penghasilan tetap pakai BNPL?

Beberapa penyedia BNPL memang menawarkan proses pendaftaran yang tidak terlalu ketat dan bisa saja disetujui oleh mahasiswa yang tidak memiliki slip gaji. Namun, seringkali mereka tetap memerlukan verifikasi data diri dan mungkin informasi pendukung lain seperti status mahasiswa atau data orang tua (jika ada). Kebijakan persetujuan bervariasi antar penyedia.

Berapa limit BNPL yang wajar untuk mahasiswa?

Limit yang wajar sangat bervariasi tergantung penyedia, riwayat penggunaan, dan data diri yang kamu berikan saat pendaftaran. Umumnya, untuk pengguna baru atau mahasiswa, limit awal berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 3.000.000. Yang terpenting, limit tersebut harus sesuai dengan kemampuan bayar kamu agar tidak terbebani.

Apa bedanya BNPL dengan kartu kredit?

Perbedaan utamanya terletak pada aksesibilitas dan fokus penggunaan. Kartu kredit biasanya memerlukan riwayat kredit yang baik dan lebih fleksibel untuk berbagai jenis transaksi global. BNPL lebih fokus pada pembelian barang dan jasa di merchant tertentu, dengan proses pendaftaran yang umumnya lebih mudah dan cepat bagi mereka yang belum memiliki riwayat kredit formal.

Bagaimana jika terlambat bayar tagihan BNPL?

Jika kamu terlambat membayar tagihan BNPL, biasanya akan dikenakan denda keterlambatan. Denda ini bisa berupa biaya flat atau persentase dari jumlah tagihan. Selain itu, keterlambatan pembayaran yang berulang dapat merusak skor kredit kamu, yang berdampak negatif pada kemampuanmu mendapatkan pinjaman di masa depan.

Apakah BNPL cocok untuk semua jenis pembelian?

BNPL paling cocok untuk pembelian barang-barang esensial yang menunjang studi atau kebutuhan primer yang harganya cukup signifikan sehingga memerlukan opsi cicilan. Hindari menggunakannya untuk pembelian impulsif atau barang-barang yang tidak perlu, karena ini bisa mengarah pada utang konsumtif yang tidak sehat.

Share

Postingan Terkait

cara cicil hp tanpa kartu kredit lewat paylater

5 Cara Cicil HP Tanpa Kartu Kredit Lewat Paylater (2026)

Pernahkah kamu merasa gatal ingin ganti gadget tapi tabungan belum cukup? Kamu tidak sendirian. Di tahun 2026 ini, memiliki smartphone dengan spesifikasi mumpuni sudah menjadi kebutuhan primer, baik untuk bekerja, kuliah, hingga sekadar mencari hiburan. Namun, harga smartphone flagship atau mid-range yang semakin melambung seringkali menjadi penghalang bagi anak muda yang belum memiliki penghasilan tetap […]

Baca selengkapnya
cara menonaktifkan paylater

5 Cara Menonaktifkan Paylater & Tips Stop Hidup Konsumtif

Pernahkah kamu merasa jantung berdegup kencang saat melihat notifikasi tagihan di awal bulan? Atau mungkin kamu merasa saldo tabunganmu seperti ‘numpang lewat’ saja karena harus langsung disetorkan untuk cicilan belanja bulan lalu? Fenomena ‘Buy Now, Pay Later’ (BNPL) memang menawarkan kemudahan yang sangat menggoda, namun bagi banyak orang, kemudahan ini justru menjadi pintu masuk menuju […]

Baca selengkapnya
bahaya gestun paylater dan risikonya bagi limit

5 Bahaya Gestun Paylater dan Risikonya Bagi Limit Anda

Pernahkah kamu merasa sangat membutuhkan uang tunai mendesak, sementara saldo di rekening bank sudah menipis? Di saat yang sama, kamu melihat limit paylater di aplikasi belanja masih sangat besar, mencapai jutaan rupiah. Godaan untuk mencairkan limit tersebut menjadi uang tunai—atau yang populer disebut dengan istilah gesek tunai (gestun)—pasti terasa sangat besar. Namun, sebelum kamu melangkah […]

Baca selengkapnya