5 Cara Menabung Umrah Usia Muda agar Cepat Berangkat

MochiMochi
Bacaan 10 menit
cara menabung umrah usia muda

Pernahkah kamu membayangkan diri sedang berdiri di depan Ka’bah, merasakan hembusan angin sejuk di Masjidil Haram, saat usia masih produktif dan bugar? Banyak anak muda Indonesia yang merasa bahwa pergi ke Tanah Suci adalah impian yang harus menunggu masa pensiun atau saat sudah mapan secara finansial di usia 40-an. Padahal, dengan strategi yang tepat, kamu bisa mewujudkannya jauh lebih cepat. Memahami cara menabung umrah usia muda bukan sekadar tentang menyisihkan uang, melainkan tentang komitmen, disiplin, dan strategi cerdas mengelola pendapatan yang mungkin saat ini masih di level entry-level. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana kamu bisa merencanakan perjalanan spiritual ini tanpa harus mengorbankan gaya hidup sepenuhnya.

Memulai niat di usia muda memberikan kamu keuntungan yang tidak dimiliki oleh jamaah lanjut usia. Namun, tantangan terbesarnya adalah godaan konsumerisme di era digital yang sangat kuat. Tanpa cara menabung umrah usia muda yang terstruktur, uang tabungan seringkali habis untuk hal-hal impulsif. Mari kita bedah satu per satu mengapa kamu harus berangkat sekarang dan bagaimana langkah konkret untuk mencapainya.

Mengapa Umrah di Usia Muda adalah Investasi Spiritual Terbaik?

Banyak yang bertanya, “Kenapa tidak nanti saja kalau sudah tua?” Jawabannya sederhana: ibadah umrah adalah ibadah fisik. Meskipun ada fasilitas kursi roda, esensi dari setiap prosesi ibadah akan jauh lebih terasa jika fisik kita mendukung sepenuhnya.

Kondisi Fisik Prima untuk Ibadah Maksimal

Bayangkan kamu harus melakukan Thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, lalu dilanjutkan dengan Sa’i (berlari-lari kecil) antara bukit Shafa dan Marwah sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer. Di usia 20-an atau awal 30-an, kondisi fisik kamu berada di puncaknya. Kamu tidak akan mudah lelah menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang suhunya bisa mencapai di atas 40 derajat Celsius. Dengan fisik yang bugar, kamu bisa lebih fokus pada kekhusyukan doa daripada mengkhawatirkan rasa sakit di persendian atau sesak napas.

Waktu Luang yang Lebih Fleksibel

Sebagai anak muda, terutama yang belum memiliki tanggungan keluarga besar atau anak, fleksibilitas waktu kamu jauh lebih tinggi. Kamu bisa memilih waktu keberangkatan di luar musim liburan (low season) yang biasanya menawarkan harga paket lebih terjangkau. Selain itu, proses pengurusan cuti di kantor biasanya lebih mudah dikomunikasikan jika kamu merencanakannya jauh-jauh hari.

Membangun Kedisiplinan Finansial Sejak Dini

Belajar cara menabung umrah usia muda secara tidak langsung akan melatih kamu dalam mengatur pengeluaran rutin dengan lebih bijak. Ketika kamu memiliki target besar seperti umrah, kamu akan belajar membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Kedisiplinan yang terbentuk selama proses menabung ini akan menjadi aset berharga saat kamu menghadapi tanggung jawab finansial yang lebih besar di masa depan, seperti membeli rumah atau biaya pendidikan anak.

5 Cara Menabung Umrah Usia Muda yang Anti-Gagal

Menabung tanpa strategi ibarat berlayar tanpa peta. Kamu butuh langkah-langkah konkret yang bisa langsung dipraktikkan mulai dari hari ini. Berikut adalah 5 cara menabung umrah usia muda yang sudah terbukti efektif bagi banyak Gen Z dan milenial di Indonesia.

1. Riset Biaya dan Tetapkan Target Waktu yang Realistis

Langkah pertama dalam cara menabung umrah usia muda adalah mengetahui berapa angka pasti yang harus kamu kumpulkan. Jangan hanya menebak-nebak. Biaya umrah fluktuatif tergantung pada harga tiket pesawat dan nilai tukar kurs Dollar terhadap Rupiah.

Fact: Referensi biaya paket umrah reguler di Indonesia tahun 2025 berdasarkan ketetapan Kementerian Agama — 25.000.000 IDR (2025) — Source: Kementerian Agama RI

Setelah tahu angka sekitar Rp25-30 juta, bagi angka tersebut dengan durasi waktu yang kamu inginkan. Misalnya, kamu ingin berangkat dalam 2 tahun (24 bulan). Maka, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1.050.000 hingga Rp1.250.000 per bulan. Angka ini jauh lebih masuk akal daripada mencoba mengumpulkan puluhan juta dalam sekejap.

2. Pisahkan Rekening Khusus Umrah atau Gunakan Fitur Goal Tracking

Kesalahan terbesar dalam cara menabung umrah usia muda adalah mencampur uang tabungan dengan uang operasional harian. Begitu melihat saldo di rekening utama masih banyak, kamu akan merasa “kaya” dan akhirnya belanja hal yang tidak perlu.

Solusinya, buka rekening bank syariah khusus atau gunakan fitur Saving Plans di aplikasi keuangan. Dengan memisahkan dana ini, kamu memberikan batasan psikologis pada dirimu sendiri bahwa uang tersebut “sudah tidak ada” untuk digunakan belanja. Di sinilah pentingnya memiliki aplikasi pencatatan keuangan yang bisa memvisualisasikan progres tabunganmu setiap harinya.

3. Alokasikan Bonus atau Pendapatan Sampingan Secara Penuh

Apakah kamu sering mendapat bonus tahunan, THR, atau memiliki proyek sampingan (freelance)? Alih-alih menggunakannya untuk membeli gadget terbaru atau jalan-jalan ke luar kota, alokasikan minimal 80% dari dana tersebut langsung ke tabungan umrah. Ini adalah cara menabung umrah usia muda yang paling cepat untuk memangkas waktu tunggu keberangkatan. Jika biasanya kamu menabung Rp1 juta per bulan, satu kali bonus sebesar Rp5 juta bisa mempercepat targetmu hingga 5 bulan lebih awal!

4. Gunakan Instrumen Investasi Syariah Rendah Risiko

Uang yang didiamkan di tabungan biasa akan tergerus oleh inflasi biaya umrah yang naik setiap tahun. Inflasi biaya akomodasi di Makkah dan Madinah rata-rata naik setiap tahunnya. Oleh karena itu, kamu perlu mengenal investasi syariah seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) Syariah.

Fact: Imbal hasil (yield) tahunan rata-rata reksa dana syariah pasar uang (performa Star Sharia Money Market) — 5,1 percent (2023-2024) — Source: Infovesta

Dengan imbal hasil sekitar 5% per tahun, uangmu tidak hanya aman tetapi juga tumbuh. Selain itu, RDPU Syariah bersifat likuid, artinya bisa dicairkan kapan saja saat kamu sudah siap membayar DP ke pihak travel.

5. Audit Pengeluaran Harian untuk Memangkas ‘Latte Factor’

Seringkali kita merasa tidak punya uang untuk menabung, padahal uang kita habis untuk hal-hal kecil yang tidak terasa. Kopi kekinian seharga Rp25.000, biaya langganan aplikasi yang jarang dipakai, atau biaya parkir yang tidak tercatat. Inilah yang disebut Latte Factor.

Dalam cara menabung umrah usia muda, audit pengeluaran adalah wajib. Coba catat setiap rupiah yang keluar selama 30 hari. Kamu mungkin akan kaget menemukan bahwa biaya jajanmu dalam sebulan bisa mencapai Rp800.000. Jika kamu bisa memangkas setengahnya saja, kamu sudah punya modal tambahan Rp400.000 untuk tabungan umrah.

Simulasi: Menabung Umrah dengan Gaji Entry-Level

Mari kita buat skenario nyata. Misalkan kamu adalah seorang fresh graduate di Jakarta dengan gaji bersih (take home pay) sebesar Rp5.500.000 per bulan. Kamu ingin berangkat umrah dengan target biaya Rp28.000.000 (sudah termasuk paspor dan uang saku).

Berikut adalah rencana alokasi bulanan yang bisa kamu terapkan:

Kategori Pengeluaran Jumlah (IDR) Persentase
Kos & Transportasi 2.000.000 36%
Makan & Kebutuhan 1.500.000 27%
Hiburan/Self Reward 500.000 9%
Tabungan Umrah 1.200.000 22%
Dana Cadangan 300.000 6%

Dengan menyisihkan Rp1.200.000 secara konsisten setiap bulan, kamu akan mengumpulkan Rp28.800.000 dalam waktu 24 bulan atau tepat 2 tahun. Jika di tengah jalan kamu mendapatkan THR sebesar Rp5.000.000 dan langsung menabungnya, kamu bisa berangkat dalam waktu 20 bulan saja! Ini membuktikan bahwa cara menabung umrah usia muda sangat mungkin dilakukan meski gaji kamu belum mencapai dua digit.

Jangan lupa, sebelum fokus penuh ke umrah, pastikan kamu juga tetap secara perlahan membangun dana darurat agar jika terjadi hal mendesak seperti sakit atau perbaikan motor, tabungan umrahmu tidak terganggu.

Cara MoneyKu Membantumu Mencapai Tanah Suci Lebih Cepat

Menabung butuh motivasi, dan motivasi seringkali hilang jika kita tidak melihat kemajuan. Di sinilah MoneyKu hadir sebagai sahabat finansialmu. MoneyKu bukan sekadar tempat mencatat angka, tapi alat untuk mengubah kebiasaan.

Visualisasikan Impian dengan Fitur Saving Plans

Dalam MoneyKu, kamu bisa membuat kategori khusus bernama “Umrah 2026”. Setiap kali kamu memasukkan uang ke sana, kamu akan melihat diagram progres yang terus bertambah. Visualisasi ini memberikan dorongan dopamin yang positif, membuatmu merasa bangga setiap kali berhasil menyisihkan uang daripada menghabiskannya untuk belanja impulsif.

Identifikasi ‘Kebocoran’ Dana Melalui Insights Otomatis

MoneyKu menyediakan ringkasan otomatis yang menunjukkan ke mana uangmu pergi. Jika sistem melihat kamu menghabiskan terlalu banyak uang di kategori “Makan Luar” minggu ini, kamu akan mendapatkan insight yang membantumu untuk lebih waspada di minggu berikutnya. Dengan begini, cara menabung umrah usia muda menjadi lebih terkontrol karena kamu tahu persis di mana letak kebocoran danamu.

Konsisten Mencatat dengan UX yang Menyenangkan

Salah satu hambatan menabung adalah rasa malas mencatat. MoneyKu didesain dengan antarmuka yang ceria dan ramah pengguna, bahkan lengkap dengan elemen visual kucing yang menyenangkan. Setiap kali kamu melakukan transaksi, pencatatannya hanya butuh 3 detik saja. Ini memastikan kebiasaan mencatatmu tidak terhenti di tengah jalan karena aplikasi yang berat atau membosankan.

Kesalahan Fatal Saat Menyiapkan Dana Umrah

Dalam perjalanan mencapai target keuangan, ada beberapa jebakan yang sering mengintai anak muda. Menghindari kesalahan ini sama pentingnya dengan cara menabung umrah usia muda yang kamu jalankan.

Tergiur Paket Umrah Murah yang Tidak Masuk Akal

Ini adalah jebakan klasik. Ada travel yang menawarkan harga jauh di bawah standar pasar, misalnya Rp15 juta untuk paket reguler. Ingatlah bahwa biaya tiket pesawat pulang-pergi saja bisa mencapai Rp13-15 juta. Jika harganya tidak masuk akal, kemungkinan besar itu adalah skema Ponzi atau penipuan. Jangan biarkan uang hasil keringatmu hilang begitu saja karena tergiur diskon.

Menggunakan Dana Talangan yang Membebani Masa Depan

Beberapa lembaga menawarkan pinjaman atau dana talangan umrah agar kamu bisa berangkat dulu baru mencicil kemudian. Walaupun terlihat menolong, ini adalah kesalahan finansial. Perjalanan spiritual seharusnya memberikan ketenangan, bukan beban utang setelah pulang. Lebih baik bersabar menabung 2 tahun daripada berangkat sekarang tapi mencicil 5 tahun ke depan dengan bunga atau biaya tambahan.

Menabung Tanpa Memperhitungkan Inflasi Biaya

Jika kamu menargetkan berangkat 5 tahun lagi, jangan menabung dengan angka biaya hari ini. Berikan margin kenaikan sekitar 5-10% per tahun. Jika biaya umrah hari ini Rp25 juta, 5 tahun lagi bisa mencapai Rp30-35 juta. Gunakanlah instrumen yang memberikan imbal hasil agar tabunganmu tetap kompetitif terhadap kenaikan harga.

Mencampur Tabungan Umrah dengan Dana Darurat

Banyak yang baru mulai menabung umrah, tiba-tiba ada pengeluaran mendesak (motor rusak, keluarga sakit), lalu mengambil uang dari tabungan umrah. Hal ini akan terus berulang jika kamu tidak memisahkan dana darurat. Pastikan kamu sudah membangun dana darurat minimal 3 kali pengeluaran bulanan sebelum kamu benar-benar agresif menabung untuk umrah.

FAQ: Pertanyaan Populer Seputar Tabungan Umrah Anak Muda

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul dari teman-teman yang baru mulai mencari cara menabung umrah usia muda:

Berapa minimal tabungan per bulan agar bisa umrah dalam 3 tahun?

Jika asumsi biaya umrah adalah Rp27.000.000, maka dalam 3 tahun (36 bulan), kamu perlu menabung minimal Rp750.000 per bulan. Angka ini sangat terjangkau bagi kamu yang sudah memiliki penghasilan tetap.

Apakah lebih baik menabung dalam bentuk emas atau uang tunai?

Emas sangat baik untuk menjaga nilai dalam jangka panjang (di atas 5 tahun). Namun untuk target 2-3 tahun, emas memiliki risiko fluktuasi harga yang cukup tinggi dan ada biaya selisih jual-beli (spread). Untuk umrah jangka menengah, RDPU Syariah seringkali lebih disarankan karena nilainya cenderung naik stabil setiap hari.

Kapan waktu terbaik (low season) untuk berangkat umrah agar lebih hemat?

Waktu terbaik biasanya adalah setelah musim haji selesai atau saat musim panas di Arab Saudi (Juni-Agustus). Walaupun cuaca panas, harga hotel dan pesawat biasanya turun drastis. Kamu bisa menghemat Rp3-5 juta jika berangkat di musim ini.

Aplikasi apa yang paling cocok untuk melacak progres tabungan umrah?

Kamu membutuhkan aplikasi pencatatan keuangan yang memiliki fitur pemisahan kategori atau saving plans seperti MoneyKu. Dengan aplikasi ini, kamu bisa memantau setiap rupiah yang kamu sisihkan dan memastikan impianmu tetap berada di jalur yang benar.

Menabung untuk umrah di usia muda memang butuh pengorbanan, seperti mungkin harus mengurangi frekuensi nonton bioskop atau jajan kopi kekinian. Namun, percayalah, saat kamu nanti bersujud di depan Baitullah di usia muda, semua pengorbanan itu akan terasa sangat kecil dibandingkan dengan nikmat spiritual yang kamu dapatkan. Ayo, mulai cara menabung umrah usia muda kamu hari ini juga bersama MoneyKu!

Share

Postingan Terkait

aplikasi pelacak target keuangan bersama pasangan

7 Aplikasi Pelacak Target Keuangan Bersama Pasangan 2026

Kenapa Cuma ‘Vibe Check’ Bukanlah Rencana Keuangan buat Pasangan Bagi kebanyakan pasangan muda sekarang, model tradisional “satu rekening bank gabungan buat semuanya” kerasa udah ketinggalan zaman dan agak mengekang. Kita menghargai kemandirian, dana “self-reward”, dan kemampuan buat beli kado kejutan tanpa ada notifikasi yang langsung ngebocorin rahasianya. Tapi, tren punya rekening terpisah ini sering kali […]

Baca selengkapnya
prioritaskan dana darurat atau tabungan goals dulu

Galau? 3 Cara Prioritaskan Dana Darurat atau Tabungan Goals Dulu

Pernahkah kamu merasa bimbang saat gajian tiba? Di satu sisi, kamu ingin sekali mengamankan masa depan dengan membangun bantalan finansial, tapi di sisi lain, ada keinginan kuat untuk mencicil tiket konser impian atau membeli laptop baru untuk menunjang produktivitas. Dilema untuk memilih apakah harus prioritaskan dana darurat atau tabungan goals dulu seringkali menjadi beban pikiran […]

Baca selengkapnya
cara menabung untuk kurban

7 Cara Menabung untuk Kurban Efektif bagi Mahasiswa & Pekerja

Pernahkah kamu merasa bahwa niat untuk berkurban setiap tahunnya selalu ada, namun sering kali kandas karena faktor dana yang belum terkumpul? Bagi mahasiswa yang masih bergantung pada kiriman orang tua maupun pekerja muda yang baru meniti karier, menyisihkan uang dalam jumlah jutaan rupiah sekaligus memang terasa berat. Padahal, berkurban adalah ibadah yang sangat dinantikan setiap […]

Baca selengkapnya