7 Cara Membatasi Limit Transaksi M-Banking Agar Tidak Boros

MochiMochi
Bacaan 12 menit
cara membatasi limit transaksi m-banking

Pernahkah kamu merasa baru saja gajian, tapi tiba-tiba saldo di rekening m-banking sudah menipis secara misterius? Kamu tidak sendirian. Di era serba digital ini, godaan untuk melakukan transaksi impulsif sangatlah besar. Hanya dengan beberapa klik, barang impian langsung masuk keranjang dan saldo pun berkurang. Salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memahami cara membatasi limit transaksi m-banking agar pengeluaran tetap terkendali. Dengan membatasi jumlah uang yang bisa keluar dalam sehari, kamu secara otomatis memasang ‘rem’ pada jempol yang sering khilaf saat melihat promo di e-commerce.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai berbagai cara membatasi limit transaksi m-banking dari berbagai bank populer di Indonesia, mulai dari BCA, Mandiri, BRI, hingga bank-bank digital masa kini. Selain tutorial teknis, kita juga akan membedah sisi psikologis di balik kebiasaan boros dan bagaimana alat pendukung seperti MoneyKu bisa membantu kamu memantau setiap rupiah yang keluar dengan lebih bijak. Mari kita mulai perjalanan menuju finansial yang lebih sehat dengan langkah sederhana namun berdampak besar ini.

Mengapa Jempol Sering ‘Khilaf’? Fakta Digital Spending 2026

Memasuki tahun 2026, kemudahan transaksi digital telah mencapai titik yang luar biasa. Fitur One-Click Payment dan integrasi m-banking ke berbagai platform hiburan membuat proses mengeluarkan uang menjadi hampir tanpa hambatan (frictionless). Namun, kemudahan ini ternyata menjadi tantangan besar bagi generasi muda yang sedang membangun fondasi keuangan mereka.

Frictionless Payment: Sahabat atau Musuh Dompet?

Dulu, saat kita ingin membeli sesuatu, kita harus mengambil uang tunai di dompet atau pergi ke ATM. Ada proses fisik yang membuat otak kita sadar bahwa “uang saya berkurang”. Sekarang, semuanya berbeda. Transaksi hanya butuh sidik jari atau wajah (Face ID). Kehilangan ‘rasa’ saat mengeluarkan uang inilah yang sering memicu perilaku boros. Tanpa adanya cara membatasi limit transaksi m-banking yang ketat, seseorang bisa menghabiskan jutaan rupiah dalam semalam hanya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu mendesak.

Data menunjukkan bahwa peningkatan perilaku impulsive buying meningkat pesat seiring dengan semakin mudahnya fitur pembayaran digital. Hal ini seringkali diperparah dengan kurangnya pengetahuan tentang cara mengatasi belanja impulsif yang efektif. Bagi banyak orang, membatasi limit secara sistem adalah cara terbaik karena disiplin diri saja seringkali tidak cukup kuat untuk melawan algoritma iklan yang sangat personal.

Kenapa disiplin diri saja tidak cukup menghadapi diskon flash sale

Para pemasar digital tahu persis bagaimana cara memicu adrenalin kita. Notifikasi “Flash Sale 5 Menit Lagi!” atau “Stok Terbatas!” dirancang untuk membuat kita panik dan segera melakukan check out. Dalam kondisi emosional seperti ini, logika seringkali kalah. Inilah alasan mengapa kamu butuh sistem keamanan tambahan di dalam aplikasi bankmu. Dengan menerapkan cara membatasi limit transaksi m-banking, kamu memberikan waktu bagi otak logis kamu untuk berpikir kembali: “Apakah saya benar-benar butuh barang ini?” sebelum transaksi tersebut berhasil diproses.

Fact: Limit harian transfer antar bank untuk nasabah reguler (kartu Silver/Blue) BCA melalui aplikasi mobile banking — 30.000.000 IDR (2024-2026) — Source: BCA (PT Bank Central Asia Tbk)

Panduan Teknis: Cara Membatasi Limit Transaksi M-Banking

Setiap bank memiliki antarmuka yang berbeda, namun tujuannya tetap sama: memberikan kendali penuh kepada nasabah atas uang mereka. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mengatur limit di beberapa aplikasi perbankan terbesar di Indonesia.

Tutorial Set Limit di BCA (via myBCA & BCA Mobile)

BCA menyediakan dua platform utama untuk transaksi mobile. Berikut adalah cara membatasi limit transaksi m-banking untuk kedua aplikasi tersebut:

Melalui myBCA:

  1. Buka aplikasi myBCA dan lakukan login dengan PIN atau biometrik.
  2. Pilih menu Akun yang terletak di pojok kanan bawah.
  3. Cari dan klik menu Atur Limit.
  4. Di sini, kamu bisa mengatur limit untuk berbagai jenis transaksi, seperti Transfer Antar Rekening BCA, Transfer ke Bank Lain, hingga transaksi kartu debit.
  5. Geser slider atau masukkan angka nominal yang kamu inginkan. Misalnya, batasi transfer antar bank maksimal 1 juta rupiah per hari.
  6. Klik Simpan dan masukkan PIN myBCA kamu untuk verifikasi.

Melalui BCA Mobile (m-BCA):

  1. Login ke BCA Mobile dan masuk ke menu m-Admin.
  2. Pilih opsi Atur Limit Kartu.
  3. Kamu akan diarahkan untuk mengatur limit tarik tunai, transfer, dan belanja di merchant.
  4. Masukkan nominal limit baru yang lebih rendah agar kamu tidak tergoda belanja berlebihan.
  5. Ikuti instruksi verifikasi hingga selesai.

Langkah Mengatur Limit di Livin’ by Mandiri

Bagi pengguna Bank Mandiri, aplikasi Livin’ menawarkan fleksibilitas tinggi dalam pengaturan limit. Berikut cara membatasi limit transaksi m-banking Mandiri:

  1. Buka aplikasi Livin’ by Mandiri.
  2. Klik menu Pengaturan di layar utama.
  3. Pilih opsi Limit Transaksi.
  4. Kamu akan melihat berbagai kategori transaksi (Transfer, Bayar, Top Up).
  5. Ubah nominal pada masing-masing kategori sesuai dengan anggaran harianmu.
  6. Konfirmasi perubahan dengan memasukkan MPIN Livin’ kamu.

Fact: Limit harian transfer antar bank untuk nasabah reguler Mandiri melalui aplikasi Livin’ by Mandiri (Transfer Online) — 250.000.000 IDR (2025) — Source: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Cara Adjust Limit Transaksi di BRImo

Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga mempermudah nasabahnya untuk mengatur keuangan. Cara membatasi limit transaksi m-banking di BRImo adalah sebagai berikut:

  1. Login ke aplikasi BRImo.
  2. Pilih menu Akun dan cari submenu Pengaturan Limit.
  3. Pilih jenis transaksi yang ingin dibatasi (misalnya Transfer Sesama BRI atau Transfer Bank Lain).
  4. Tentukan batas maksimal nominal per hari.
  5. Simpan pengaturan dan masukkan PIN BRImo kamu.
  6. Pastikan kamu mendapat notifikasi bahwa perubahan limit telah berhasil.

Setting Limit pada Bank Digital (Jenius/Seabank/Blu)

Bank digital biasanya memiliki kontrol yang lebih intuitif karena memang didesain untuk anak muda. Berikut ringkasan cara membatasi limit transaksi m-banking pada bank digital:

  • Jenius (BTPN): Masuk ke menu Card Center, pilih kartu m-Card, lalu klik Set Limit. Kamu bisa mengatur limit belanja harian dan limit tarik tunai dengan sangat mudah.
  • Seabank: Buka profil akun, cari menu Keamanan, dan pilih Limit Transaksi. Di sini kamu bisa menurunkan limit harian untuk transfer.
  • Blu by BCA Digital: Masuk ke menu Akun, pilih Limit Transaksi, dan sesuaikan slider untuk kategori transfer atau pembayaran QRIS.

Memahami cara membatasi limit transaksi m-banking di bank digital sangat penting karena fitur-fitur seperti cashback seringkali memicu kita untuk bertransaksi lebih banyak dari yang direncanakan. Dengan limit yang rendah, kamu akan dipaksa untuk lebih selektif dalam menggunakan promo tersebut.

Checklist: Berapa Limit yang ‘Pas’ Buat Kamu?

Mengetahui cara membatasi limit transaksi m-banking hanyalah langkah teknis. Pertanyaan sebenarnya adalah: berapa angka yang ideal? Jangan sampai limit terlalu tinggi hingga tetap boros, tapi jangan juga terlalu rendah hingga kamu kesulitan membayar tagihan penting. Sebelum memutuskan, penting untuk memiliki template anggaran bulanan simpel agar kamu tahu berapa jatah harianmu.

Metode 10% dari Pendapatan Bulanan

Salah satu cara menentukan limit harian adalah dengan mengambil 10% dari total pendapatan bulanan kamu sebagai batas maksimal transaksi harian untuk hal-hal non-rutin. Misalnya, jika gajimu 5 juta rupiah, maka limit harian m-banking untuk belanja atau transfer bisa kamu set di angka 500 ribu rupiah. Ini memastikan bahwa dalam satu hari, kamu tidak akan menghabiskan porsi yang terlalu besar dari penghasilanmu secara tidak sengaja.

Menghitung rata-rata pengeluaran harian vs limit darurat

Cobalah lihat riwayat pengeluaranmu di bulan lalu. Berapa rata-rata yang kamu keluarkan untuk makan, kopi, dan transportasi? Jika rata-rata pengeluaran harianmu adalah 150 ribu, maka set limit m-banking kamu di angka 200 ribu atau 250 ribu. Ini memberikan sedikit ruang untuk kebutuhan tak terduga tanpa memberikan celah untuk belanja besar-besaran. Jangan lupa untuk tetap menyiapkan dana cadangan, pelajari tips membangun dana darurat untuk mahasiswa jika kamu baru memulai perjalanan finansialmu.

Tabel Perbandingan: Limit Ketat vs Limit Longgar

Berikut adalah ilustrasi perbandingan antara dua strategi pengaturan limit untuk membantu kamu memilih yang terbaik:

Kriteria Limit Ketat (Low) Limit Longgar (Default)
Tujuan Utama Penghematan maksimal & cegah impulsif Kenyamanan & transaksi besar mendadak
Psikologi Harus berpikir dua kali sebelum beli Cenderung merasa “uang masih banyak”
Keamanan Risiko kerugian akibat skimming rendah Risiko kerugian tinggi jika akun diretas
Fleksibilitas Repot saat harus bayar tagihan besar Sangat praktis untuk segala situasi
Rekomendasi Untuk harian/gaya hidup Untuk rekening bisnis/tabungan utama

Penerapan cara membatasi limit transaksi m-banking dengan strategi limit ketat sangat disarankan untuk rekening yang sering kamu gunakan untuk jajan atau belanja online. Sementara itu, limit yang lebih longgar bisa diterapkan pada rekening yang khusus digunakan untuk membayar cicilan atau tagihan tetap.

Skenario: Perang Melawan Diskon Tanggal Kembar dengan Limit Ketat

Mari kita ambil contoh nyata. Bayangkan Andi, seorang karyawan muda yang sangat suka scrolling di marketplace. Di setiap tanggal kembar (seperti 2.2 atau 3.3), Andi selalu merasa harus membeli sesuatu karena “diskonnya sayang kalau dilewatkan”.

Cerita Andi: Selamat dari ‘Check Out’ impulsif senilai 2 Juta

Suatu malam jam 12, Andi melihat sepasang sepatu olahraga edisi terbatas yang didiskon dari 3 juta menjadi 2 juta rupiah. Tanpa berpikir panjang, ia langsung memasukkannya ke keranjang dan mencoba membayar via m-banking. Namun, transaksi tersebut Gagal.

Andi lupa bahwa minggu lalu ia baru saja menerapkan cara membatasi limit transaksi m-banking di aplikasinya, di mana ia mengatur limit harian maksimal hanya 1 juta rupiah. Kegagalan transaksi ini memberi Andi waktu untuk tidur. Pagi harinya, saat kepalanya sudah lebih ‘dingin’, ia menyadari bahwa sepatu lamanya masih sangat bagus dan uang 2 juta tersebut lebih baik ditabung. Limit m-banking bertindak sebagai asisten pribadi yang melarangnya membuat keputusan buruk.

Before vs After: Perbedaan sisa saldo di akhir bulan

Sebelum menerapkan cara membatasi limit transaksi m-banking, Andi seringkali kehabisan uang di minggu ketiga setiap bulan. Ia merasa tidak membeli barang mahal, tapi banyak transaksi kecil (50rb, 100rb) yang tidak terkendali. Setelah limit diatur di angka 300 ribu per hari, Andi terpaksa memprioritaskan apa yang benar-benar ia butuhkan. Hasilnya? Di akhir bulan, ia masih memiliki sisa saldo yang cukup untuk masuk ke tabungan impiannya.

Kesalahan Fatal Saat Mengatur Limit yang Malah Bikin Repot

Meskipun cara membatasi limit transaksi m-banking sangat bermanfaat, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna dan malah membuat mereka kesulitan sendiri.

Mengatur limit terlalu rendah hingga tidak bisa bayar tagihan darurat

Beberapa orang yang terlalu semangat berhemat seringkali mengatur limit di angka yang sangat kecil, misalnya 50 ribu per hari. Masalah muncul saat mereka harus membayar listrik, asuransi, atau kebutuhan darurat medis. Pastikan kamu mengetahui tanggal jatuh tempo tagihanmu dan menyesuaikan limit pada hari tersebut, atau gunakan rekening berbeda yang khusus untuk tagihan otomatis.

Lupa cara mengembalikan limit saat benar-benar butuh

Salah satu hambatan psikologis adalah rasa malas. Banyak orang enggan membatasi limit karena takut repot saat ingin menaikkannya kembali. Padahal, proses menaikkan limit biasanya sama mudahnya dengan cara menurunkannya. Yang terpenting adalah kamu harus tahu PIN dan verifikasi keamanan lainnya. Jangan sampai saat di kasir dan harus membayar transaksi besar, kamu panik karena limit tidak cukup dan lupa cara mengubahnya.

Hanya membatasi transfer, tapi lupa limit debit/e-commerce

Banyak orang fokus pada cara membatasi limit transaksi m-banking untuk transfer antar bank, namun mereka lupa bahwa transaksi via kartu debit atau integrasi pembayaran langsung (seperti kartu debit yang tersimpan di aplikasi belanja) memiliki limit yang berbeda. Kamu harus memastikan semua jalur keluar uang sudah dibatasi agar tidak ada celah untuk kebocoran anggaran.

Solusi 360: Batasi di Bank, Pantau di Moneyku

Membatasi limit adalah tindakan pencegahan secara sistem, tetapi untuk benar-benar menguasai keuanganmu, kamu butuh visibilitas. Inilah mengapa memadukan cara membatasi limit transaksi m-banking dengan penggunaan aplikasi pencatat keuangan seperti MoneyKu adalah strategi yang sangat ampuh.

Kenapa membatasi limit saja belum cukup untuk finansial sehat

Limit bank hanya memberi tahu kamu “Kapan harus berhenti”. Namun, limit tersebut tidak memberi tahu kamu “Kemana uangmu pergi”. Kamu bisa saja menghabiskan limit 200 ribu per hari, tapi jika semuanya habis untuk hal yang tidak berguna, keuanganmu tetap tidak sehat. Di sinilah pentingnya memahami manfaat mencatat keuangan harian secara konsisten.

Moneyku: Visualisasi pengeluaran agar kamu tahu kemana uangmu ‘lari’

Dengan MoneyKu, kamu bisa dengan cepat mencatat setiap transaksi setelah melakukan pembayaran lewat m-banking. Fitur pencatatan cepat dan kategorisasi otomatis membantu kamu melihat pola belanja. Misalnya, kamu mungkin baru sadar bahwa dalam sebulan, total biaya kopi kamu setara dengan cicilan laptop baru! Visualisasi seperti ini jauh lebih efektif daripada sekadar melihat angka di saldo bank yang terus berkurang.

Gunakan ‘Saving Plans’ Moneyku untuk memotivasi kamu tetap hemat

Setelah kamu berhasil membatasi pengeluaran dengan memahami cara membatasi limit transaksi m-banking, uang yang berhasil kamu hemat jangan dibiarkan begitu saja. Di MoneyKu, kamu bisa membuat Saving Plans. Melihat progres tabungan yang terus naik (dengan visualisasi kucing yang lucu dan ramah) akan memberikan kepuasan instan yang jauh lebih baik daripada kepuasan sesaat setelah berbelanja barang impulsif. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk membangun kebiasaan finansial yang positif.

FAQ: Hal yang Sering Ditanyakan Soal Limit M-Banking

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika seseorang mulai mencoba menerapkan cara membatasi limit transaksi m-banking dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah mengubah limit dikenakan biaya?

Secara umum, mengubah limit melalui aplikasi m-banking (baik menaikkan maupun menurunkan) tidak dikenakan biaya administrasi oleh bank seperti BCA, Mandiri, atau BRI. Ini adalah fitur layanan mandiri yang disediakan untuk kenyamanan nasabah. Namun, pastikan kamu memiliki koneksi internet yang stabil dan pulsa yang cukup jika aplikasi tersebut memerlukan verifikasi via SMS OTP.

Berapa kali dalam sehari saya bisa ganti limit?

Hampir semua bank besar mengizinkan nasabah untuk mengubah limit transaksi mereka berkali-kali dalam sehari. Tidak ada batasan frekuensi selama kamu bisa melakukan verifikasi keamanan dengan benar. Jadi, jika kamu sudah menurunkan limit tapi tiba-tiba ada kebutuhan mendesak untuk transfer besar, kamu bisa langsung menaikkannya kembali saat itu juga dan menurunkannya lagi setelah transaksi selesai.

Gimana kalau limit habis tapi ada butuh mendadak?

Jika limit harian m-banking kamu sudah habis dan kamu harus melakukan transaksi penting lainnya, solusinya adalah dengan masuk ke menu pengaturan limit seperti yang dijelaskan di bagian tutorial di atas dan menaikkan batas limitnya untuk hari itu. Setelah transaksi sukses, sangat disarankan untuk segera mengembalikannya ke batas rendah agar proteksi belanja impulsif kamu tetap aktif.

Apakah limit transaksi sama dengan limit saldo minimum?

Tidak, keduanya berbeda. Limit transaksi adalah batas maksimal nominal uang yang bisa kamu keluarkan dalam satu hari melalui m-banking. Sedangkan limit saldo minimum (atau saldo mengendap) adalah jumlah uang yang harus tetap ada di dalam rekening dan tidak bisa ditarik/digunakan, biasanya berkisar antara 10 ribu hingga 50 ribu rupiah tergantung jenis tabunganmu.

Kesimpulan: Kendali Ada di Tanganmu

Menerapkan cara membatasi limit transaksi m-banking adalah salah satu bentuk self-care finansial yang paling nyata. Dengan membatasi akses keluar uang, kamu sebenarnya sedang melindungi masa depanmu sendiri dari keinginan sesaat yang seringkali merugikan. Ingatlah bahwa setiap rupiah yang tidak jadi kamu belanjakan untuk hal impulsif adalah satu langkah lebih dekat menuju impian besarmu.

Jangan hanya berhenti di pengaturan limit bank. Lengkapi disiplinmu dengan mencatat setiap pengeluaran di MoneyKu. Dengan sistem yang kuat di bank dan pemantauan yang cerdas di MoneyKu, kamu tidak perlu lagi merasa cemas setiap kali melihat saldo di akhir bulan. Mari mulai atur limitmu sekarang juga dan rasakan kebebasan finansial yang sesungguhnya!

Share

Postingan Terkait

dana darurat mahasiswa

Siapkan Dana Darurat Mahasiswa: 5 Langkah Jitu!

Menjadi mahasiswa adalah masa-masa penuh tantangan sekaligus peluang. Di tengah kesibukan kuliah, organisasi, dan mungkin pekerjaan sampingan, satu hal krusial yang sering terlupakan adalah kesiapan menghadapi ketidakpastian finansial. Ya, kita bicara tentang dana darurat mahasiswa. Mungkin terdengar sepele, tapi memiliki dana darurat adalah kunci utama untuk menjaga kestabilan finansial dan ketenangan pikiran selama masa studi. […]

Baca selengkapnya
budgeting 50/30/20 vs amplop

Budgeting 50/30/20 vs Amplop: Mana Lebih Baik untuk Gen Z?

Generasi Z (Gen Z) punya cara unik dalam memandang uang. Mereka tumbuh di era digital yang serba cepat, di mana pengeluaran bisa dilakukan semudah menggeser layar ponsel. Menghadapi berbagai godaan belanja dan kebutuhan yang terus berubah, punya strategi pengelolaan uang yang tepat jadi kunci. Dua metode budgeting yang sering dibicarakan adalah budgeting 50/30/20 vs amplop. […]

Baca selengkapnya
cara menabung beli gadget impian

5 Cara Cerdas Menabung Beli Gadget Impianmu

Ingin punya gadget impian tapi dompet rasanya belum siap? Tenang, kamu tidak sendirian! Banyak anak muda seperti kita yang punya angan-angan canggih, mulai dari smartphone terbaru sampai laptop gaming impian. Namun, mewujudkan keinginan ini seringkali terasa berat karena harganya yang fantastis. Kabar baiknya, bukan berarti tidak mungkin! Dengan strategi yang tepat dan sedikit kedisiplinan, impian […]

Baca selengkapnya