7 Cara Menghadapi Pasangan yang Hobi Berhutang Tanpa Drama

MochiMochi
Bacaan 10 menit
cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang

Menemukan fakta bahwa pasangan kamu diam-diam memiliki tumpukan utang bisa terasa seperti disambar petir di siang bolong. Rasa percaya yang sudah dibangun bertahun-tahun seolah runtuh seketika. Masalahnya, utang bukan sekadar angka di atas kertas; ini adalah bom waktu yang bisa menghancurkan rencana masa depan, mulai dari cicilan rumah hingga biaya pendidikan anak. Jika kamu saat ini berada di posisi ini, kamu tidak sendirian. Banyak pasangan di luar sana yang berjuang mencari cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang tanpa harus mengakhiri hubungan atau terjebak dalam drama yang melelahkan.

Memang tidak mudah membicarakan uang, apalagi jika topiknya adalah kebiasaan buruk yang merugikan finansial bersama. Namun, membiarkan masalah ini berlarut-larut justru akan menjadi racun bagi kesehatan mental kamu. Memahami akar masalah dan menyusun strategi yang konkret adalah langkah pertama yang paling krusial. Dalam panduan ini, kita akan membedah secara mendalam bagaimana cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang dengan kepala dingin namun tetap tegas, agar stabilitas ekonomi kamu tetap terjaga.

Mengapa Pasangan Bisa Terjebak dalam Lingkaran Utang?

Sebelum kita masuk ke langkah praktis, kita perlu memahami mengapa seseorang bisa terjebak dalam kebiasaan berhutang. Jarang sekali orang berhutang karena niat jahat untuk merusak hubungan. Seringkali, ada faktor-faktor di bawah permukaan yang memicu perilaku ini.

Kurangnya Literasi Keuangan Dasar

Banyak orang tumbuh dewasa tanpa pernah diajarkan cara mengelola uang dengan benar. Mereka mungkin paham cara mencari uang, tapi tidak tahu cara menahannya. Tanpa pemahaman tentang bunga majemuk, rasio utang terhadap pendapatan, atau pentingnya arus kas, seseorang cenderung melihat utang sebagai “uang tambahan” daripada beban masa depan. Di sinilah pentingnya memiliki catatan keuangan otomatis agar setiap pengeluaran bisa terpantau dengan jelas tanpa ada yang terlewat.

Gaya Hidup FOMO (Fear of Missing Out)

Di era media sosial seperti sekarang, tekanan untuk tampil sukses sangatlah besar. Keinginan untuk selalu mengikuti tren gadget terbaru, liburan mewah, atau nongkrong di tempat hits seringkali melampaui kemampuan finansial yang sebenarnya. Fenomena Paylater yang sangat mudah diakses oleh Gen Z dan milenial di Indonesia memperparah kondisi ini. Banyak yang akhirnya mengambil pinjaman konsumtif hanya demi validasi sosial, yang merupakan salah satu red flags finansial dalam hubungan yang sering diabaikan di awal masa perkenalan.

Masalah Psikologis: Compulsive Spending

Kadang-kadang, hobi berhutang adalah gejala dari masalah yang lebih dalam, seperti compulsive spending atau belanja kompulsif. Bagi sebagian orang, berbelanja adalah mekanisme pelarian (coping mechanism) untuk mengatasi stres, kecemasan, atau rasa rendah diri. Mereka mendapatkan lonjakan dopamin saat membeli barang baru, meskipun mereka tahu tidak mampu membayarnya. Dalam kasus yang lebih ekstrem, ini bisa berkembang menjadi pengkhianatan finansial (financial infidelity) di mana pasangan berbohong secara sistematis tentang pengeluaran mereka.

Fact: Faktor ekonomi menjadi penyebab perceraian tertinggi kedua di Indonesia pada tahun 2024 — 25,05 persen (2024) — Source: Ruang Menyala

7 Langkah Cara Menghadapi Pasangan yang Hobi Berhutang

Menghadapi kenyataan bahwa pasangan memiliki masalah utang memang menyakitkan. Namun, alih-alih terus menyalahkan, kamu bisa mengambil langkah-langkah strategis berikut untuk memperbaiki keadaan. Berikut adalah cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang secara sistematis.

1. Ajak ‘Deep Talk’ Finansial Tanpa Menghakimi

Langkah pertama dalam cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang adalah komunikasi. Carilah waktu di mana kalian berdua sedang tenang dan tidak dalam kondisi lelah. Hindari kata-kata yang menyerang seperti “Kamu selalu…” atau “Gara-gara kamu…”. Sebaliknya, gunakan kalimat yang fokus pada perasaan dan masa depan bersama, misalnya “Aku merasa khawatir dengan rencana kita ke depan setelah melihat kondisi keuangan kita saat ini.”

Tujuannya adalah agar pasangan merasa aman untuk jujur. Jika mereka merasa dipojokkan, mereka akan cenderung kembali berbohong atau menyembunyikan fakta lainnya. Mintalah mereka menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tanpa interupsi.

2. Lakukan Audit Total Seluruh Daftar Utang

Kamu tidak bisa melawan musuh yang tidak kamu ketahui ukurannya. Duduklah bersama dan buatlah daftar lengkap seluruh utang yang dimiliki pasangan. Daftar ini harus mencakup:

  • Nama kreditur (bank, pinjol, teman, atau keluarga).
  • Total saldo utang yang tersisa.
  • Bunga per bulan/tahun.
  • Tanggal jatuh tempo.
  • Status cicilan (lancar atau macet).

Jangan kaget jika angkanya lebih besar dari yang kamu duga. Transparansi total adalah syarat mutlak dalam cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang. Tanpa daftar ini, strategi pelunasan tidak akan pernah efektif.

3. Tetapkan Batasan (Boundaries) Finansial yang Jelas

Setelah semua kartu terbuka di atas meja, saatnya menetapkan batasan. Kamu harus menegaskan bahwa kamu tidak akan mentoleransi utang baru untuk kebutuhan konsumtif. Buatlah kesepakatan tertulis jika perlu. Batasan ini bukan untuk mengekang, melainkan untuk melindungi kesejahteraan kamu dan pasangan di masa depan. Menetapkan batasan adalah bagian krusial dari cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang agar kamu tidak ikut terseret ke dalam lubang yang sama.

4. Gunakan Aplikasi MoneyKu untuk Transparansi Pengeluaran

Salah satu tantangan terbesar dalam cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang adalah memantau ke mana perginya uang setiap hari. Di sinilah teknologi bisa membantu. Ajak pasangan untuk menggunakan aplikasi MoneyKu. Dengan fitur pencatatan yang cepat dan visualisasi pengeluaran yang mudah dipahami, kamu dan pasangan bisa melihat pola belanja yang tidak sehat secara real-time.

MoneyKu membantu mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan mencatat. Kamu bisa melihat kategori mana yang paling banyak menyedot anggaran (misalnya makan di luar atau belanja online). Transparansi yang ditawarkan MoneyKu akan mengurangi ruang bagi pasangan untuk bersembunyi di balik ketidaktahuan finansial.

5. Susun Strategi Pelunasan dengan Metode Snowball atau Avalanche

Jangan hanya mendata, kamu harus punya rencana tempur. Ada dua metode populer yang bisa kamu terapkan sebagai cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang:

Metode Cara Kerja Keunggulan
Debt Snowball Lunasi utang dari saldo terkecil terlebih dahulu, tanpa mempedulikan bunga. Memberikan motivasi psikologis karena utang cepat lunas satu per satu.
Debt Avalanche Lunasi utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu. Secara matematis lebih hemat karena total bunga yang dibayar lebih kecil.

Diskusikan mana yang lebih cocok dengan kepribadian pasangan kamu. Jika dia butuh kemenangan kecil untuk tetap semangat, gunakan Snowball. Jika dia sangat logis, gunakan Avalanche.

6. Pisahkan Rekening Tabungan untuk Proteksi Aset Pribadi

Ini adalah langkah proteksi yang sangat penting. Meskipun kamu ingin membantu, jangan pernah menggabungkan seluruh aset kamu dengan pasangan yang belum stabil secara finansial. Pastikan kamu tetap memiliki kontrol penuh atas pendapatan kamu sendiri. Gunakan dana tersebut untuk mempelajari cara membangun dana darurat yang hanya bisa diakses oleh kamu untuk keperluan mendesak. Ini bukan berarti kamu egois, tapi kamu perlu menjadi “pelampung” jika sewaktu-waktu kondisi finansial pasangan memburuk.

7. Ajak Pasangan Membangun Saving Plan Bersama

Cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang tidak hanya soal melunasi, tapi juga soal membangun habit baru. Di aplikasi MoneyKu, terdapat fitur Saving Plan yang memungkinkan kalian menetapkan tujuan menabung bersama secara visual. Misalnya, menabung untuk liburan kecil atau dana renovasi rumah. Dengan melihat progres tabungan yang tumbuh, pasangan akan merasakan kepuasan yang sama (atau bahkan lebih besar) daripada saat mereka membelanjakan uang untuk hal yang sia-sia. Jangan lupa cek tips menabung untuk pasangan untuk strategi lebih detail.

Skenario Nyata: Saat Pasangan Diam-diam Mengambil Pinjol Lagi

Bayangkan skenario ini: Kamu sudah membantu pasangan melunasi utang-utangnya tahun lalu. Kalian sudah sepakat untuk mulai lembaran baru. Namun, suatu sore, kamu melihat notifikasi penagihan dari aplikasi pinjaman online di ponselnya. Ternyata, dia berhutang lagi untuk membeli hobi barunya.

Dalam situasi seperti ini, cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang harus jauh lebih tegas. Jangan langsung marah meledak-ledak, tapi tunjukkan konsekuensi nyata.

Contoh Dialog:
“Aku sangat kecewa karena kamu melanggar kepercayaan yang sudah kita bangun susah payah. Aku tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian finansial seperti ini. Untuk saat ini, aku akan mengambil alih pengelolaan seluruh pendapatan rumah tangga, dan kamu hanya akan menerima uang saku harian sampai utang ini lunas dan kepercayaan ini kembali.”

Langkah ini mungkin terasa ekstrem, tapi seringkali diperlukan untuk menghentikan siklus adiksi utang. Jika pasangan menolak atau terus berbohong, kamu mungkin perlu mempertimbangkan bantuan profesional seperti konselor keuangan atau psikolog.

Fact: Batas maksimum bunga harian pinjaman online (pinjol) konsumtif tenor di bawah 6 bulan untuk tahun 2025 — 0,3 persen per hari (2025) — Source: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Kesalahan Fatal yang Bikin Pasangan Malah Makin Hobi Berhutang

Seringkali, niat baik kita justru memperburuk keadaan. Berikut adalah beberapa kesalahan yang harus kamu hindari saat menerapkan cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang:

1. Langsung Melunasi Utang Mereka Tanpa Syarat

Jika kamu langsung membayarkan seluruh utang pasangan tanpa ada konsekuensi atau perubahan perilaku, kamu sedang menjadi seorang enabler. Pasangan akan berpikir, “Ah, tenang saja, nanti juga dibantu lagi.” Ini tidak akan menghentikan kebiasaan mereka; justru akan memvalidasi bahwa berhutang itu tidak apa-apa karena selalu ada penyelamat.

2. Menutup Mata karena Merasa ‘Kasihan’

Kasihan adalah musuh utama dalam kesehatan finansial. Jangan biarkan rasa sayang membuat kamu memaklumi kebohongan finansial. Utang yang dibiarkan akan berbunga dan membengkak. Menghadapi kenyataan pahit sekarang jauh lebih baik daripada menghadapi kebangkrutan total di masa depan.

3. Terus Memberikan Pinjaman Tanpa Surat Perjanjian

Jika pasangan meminjam uang pribadi kamu, perlakukan itu secara profesional. Buatlah surat perjanjian sederhana tentang kapan uang itu akan dikembalikan. Hal ini memberikan bobot tanggung jawab pada pasangan dan mengingatkan mereka bahwa uang yang mereka pakai bukanlah uang gratis.

Langkah Praktis Memulai Perubahan Hari Ini

Cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang membutuhkan kesabaran luar biasa. Kamu tidak bisa mengharapkan perubahan dalam semalam. Namun, kamu bisa memulai langkah kecil hari ini. Berikut adalah daftar periksa (checklist) yang bisa kamu gunakan:

  • [ ] Identifikasi semua akun: Pastikan tidak ada kartu kredit atau aplikasi paylater yang tersembunyi.
  • [ ] Hapus aplikasi e-commerce: Jika belanja online adalah pemicunya, hapus aplikasi tersebut dari ponsel pasangan untuk sementara.
  • [ ] Aktifkan notifikasi bersama: Jika memungkinkan, hubungkan notifikasi transaksi ke email atau nomor ponsel yang bisa dipantau bersama.
  • [ ] Review mingguan: Luangkan waktu 15 menit setiap akhir pekan untuk melihat catatan pengeluaran di MoneyKu.

Ingat, cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang bukan berarti kamu menjadi polisi bagi pasangan kamu. Tujuannya adalah kolaborasi untuk mencapai kebebasan finansial yang sebenarnya. Uang hanyalah alat; jangan biarkan alat tersebut merusak hubungan kemanusiaan yang jauh lebih berharga.

Tanya Jawab Seputar Masalah Utang dalam Hubungan

Banyak orang yang bingung dalam menentukan batasan antara membantu dan menjadi korban dalam cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering muncul.

Apakah saya wajib melunasi utang pasangan?

Secara hukum, jika kamu belum menikah dan tidak menandatangani dokumen sebagai penjamin (guarantor), kamu tidak memiliki kewajiban hukum untuk melunasi utang mereka. Bahkan jika sudah menikah, utang yang diambil sebelum pernikahan atau tanpa sepengetahuan kamu biasanya tetap menjadi tanggung jawab pribadi, tergantung pada perjanjian pranikah yang ada. Jadi, secara moral kamu bisa membantu, tapi secara kewajiban, itu tetap ada pada pasangan kamu.

Kapan saya harus mengakhiri hubungan karena masalah finansial?

Uang memang sensitif, tapi masalah sebenarnya seringkali bukan pada jumlah utangnya, melainkan pada kebohongannya. Jika pasangan terus-menerus melakukan pengkhianatan finansial, menolak untuk berubah, dan mulai menguras tabungan pribadi kamu tanpa izin, itu adalah tanda bahwa hubungan tersebut sudah tidak sehat. Keamanan finansial kamu adalah prioritas. Jangan sampai kamu ikut jatuh miskin karena perilaku orang lain yang tidak mau bertanggung jawab.

Bagaimana cara bicara soal uang tanpa terlihat seperti mengatur?

Fokuslah pada “tujuan bersama”. Alih-alih mengatakan “Kamu jangan belanja terus,” cobalah ganti dengan “Aku pengen banget kita bisa beli rumah dua tahun lagi, tapi dengan cicilan ini sepertinya akan susah. Gimana kalau kita coba kurangi pengeluaran di bagian ini?”. Dengan menempatkan diri kalian dalam tim yang sama, pasangan akan merasa didukung, bukan didikte. Ini adalah esensi dari cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang dengan empati.

Penutup: Menjaga Harapan di Tengah Krisis

Menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki masalah utang memang seperti berjalan di atas tali tipis. Ada risiko jatuh, tapi jika kalian berdua mau saling berpegangan dan mengikuti langkah-langkah yang benar, kalian bisa sampai ke ujung dengan selamat. Menggunakan alat seperti MoneyKu untuk transparansi dan disiplin adalah investasi terbaik yang bisa kalian lakukan saat ini.

Jangan biarkan utang mendikte kebahagiaan kamu. Dengan menerapkan cara menghadapi pasangan yang hobi berhutang secara konsisten, kamu tidak hanya menyelamatkan dompet kalian, tapi juga memperkuat fondasi kepercayaan dalam hubungan. Mulailah terbuka hari ini, karena kejujuran adalah langkah awal dari pelunasan.

Share

Postingan Terkait

tips hemat budget bukber bareng teman

7 Tips Hemat Budget Bukber Bareng Teman Agar Kantong Aman

Ramadan selalu identik dengan momen silaturahmi, dan salah satu tradisi yang paling ditunggu adalah buka puasa bersama atau bukber. Namun, seringkali agenda yang tujuannya untuk menyambung tali persaudaraan ini malah menjadi beban finansial yang cukup berat di akhir bulan. Banyak dari kita yang merasa kesulitan menolak ajakan karena takut dianggap tidak solider atau terkena efek […]

Baca selengkapnya
rekomendasi aplikasi split bill mata uang asing

5 Rekomendasi Aplikasi Split Bill Mata Uang Asing Terbaik

Liburan ke luar negeri bareng teman-teman memang momen yang paling ditunggu, tapi ada satu hal yang sering bikin pusing: urusan bagi tagihan. Saat makan di Tokyo atau belanja di Seoul, menghitung porsi masing-masing dalam mata uang asing bisa jadi drama tersendiri kalau cuma pakai kalkulator HP. Itulah mengapa banyak traveler mencari rekomendasi aplikasi split bill […]

Baca selengkapnya
cara bagi biaya ganti rugi barang yang rusak

5 Cara Bagi Biaya Ganti Rugi Barang yang Rusak Secara Adil

Pernahkah kamu berada di situasi canggung di mana kamu tidak sengaja menjatuhkan HP milik teman atau menumpahkan kopi ke laptop rekan kerja saat sedang work from cafe? Rasanya pasti campur aduk antara rasa bersalah, panik, dan bingung. Masalah ganti rugi sering kali menjadi topik sensitif yang jika tidak ditangani dengan kepala dingin, bisa merusak pertemanan […]

Baca selengkapnya