7 Langkah Cara Membuat Pencatatan Keuangan dengan Google Form

MochiMochi
Bacaan 10 menit
cara membuat pencatatan keuangan dengan google form

Pernahkah kamu merasa uang gaji atau uang saku tiba-tiba ‘hilang’ begitu saja di pertengahan bulan? Kamu tidak sendirian. Banyak dari kita yang merasa kesulitan melacak ke mana perginya setiap rupiah yang kita belanjakan. Salah satu solusi DIY (Do It Yourself) yang paling populer saat ini adalah dengan mempelajari cara membuat pencatatan keuangan dengan google form. Metode ini disukai karena fleksibilitasnya yang tinggi dan tentu saja, gratis. Dengan menggunakan Google Form, kamu bisa menciptakan sistem pelaporan mandiri yang datanya langsung masuk ke spreadsheet tanpa perlu membuka laptop setiap kali jajan kopi. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana kamu bisa membangun sistem pencatatan keuangan pribadi yang efektif hanya dalam hitungan menit.

Fact: Indeks literasi keuangan kelompok masyarakat usia 18-25 tahun (Gen Z) di Indonesia — 70,19 % (2024) — Source: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Mengapa Pilih Google Form untuk Catat Keuangan?

Sebelum kita masuk ke tutorial teknis mengenai cara membuat pencatatan keuangan dengan google form, mari kita pahami dulu mengapa banyak orang, terutama kalangan mahasiswa dan pekerja muda, memilih cara ini dibandingkan cara konvensional.

Gratis dan Tanpa Iklan

Berbeda dengan aplikasi keuangan gratisan di App Store atau Play Store yang seringkali membombardir pengguna dengan iklan pop-up atau limitasi fitur, Google Form sepenuhnya gratis selama kamu memiliki akun Google. Tidak ada biaya langganan bulanan dan tidak ada data yang dijual ke pihak ketiga untuk kepentingan iklan yang mengganggu.

Custom Kategori Sesukamu

Salah satu keluhan terbesar pengguna aplikasi keuangan adalah kategori yang terlalu kaku. Di Google Form, kamu punya kontrol penuh. Kamu bisa membuat kategori ‘Jajan Seblak’, ‘Top-up Game’, atau ‘Langganan Streaming’ secara spesifik. Fleksibilitas ini membuat cara membuat pencatatan keuangan dengan google form menjadi sangat personal dan sesuai dengan gaya hidupmu sendiri.

Akses dari HP Maupun Laptop

Google Form berbasis cloud. Artinya, kamu bisa mengisi form melalui smartphone saat sedang berada di kasir minimarket, dan kemudian menganalisis datanya melalui Google Sheets di laptop saat akhir pekan. Sinkronisasi terjadi secara real-time, memastikan data kamu selalu mutakhir tanpa perlu memindahkan file secara manual.

7 Langkah Cara Membuat Pencatatan Keuangan dengan Google Form dalam 7 Menit

Membuat sistem pelacakan uang tidak harus rumit. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa kamu ikuti untuk segera memulai sistem kamu sendiri.

Langkah 1: Buat Form Baru di Google Drive

Langkah pertama dalam cara membuat pencatatan keuangan dengan google form adalah membuka Google Drive di browser kamu. Klik tombol “New” atau “Baru”, lalu pilih “Google Forms”. Berikan judul yang menarik pada form kamu, misalnya “Tracker Cuan Harian” atau “Log Pengeluaran [Nama Kamu]”. Memberikan judul yang spesifik akan memudahkanmu mencarinya di kemudian hari jika file kamu sudah terlalu banyak di Drive.

Langkah 2: Tambah Pertanyaan Wajib (Tanggal, Nominal, Kategori)

Sebuah sistem manajemen pengeluaran yang baik harus memiliki setidaknya tiga variabel utama.

  1. Tanggal: Gunakan tipe pertanyaan ‘Date’. Secara default, Google Form akan menyediakan pemilih kalender.
  2. Nominal (Jumlah Uang): Gunakan tipe pertanyaan ‘Short Answer’, namun pastikan kamu mengatur validasi respon agar hanya menerima angka. Ini penting agar data tidak error saat diolah di Google Sheets nanti.
  3. Kategori: Ini adalah bagian paling krusial. Gunakan tipe ‘Dropdown’ atau ‘Multiple Choice’.

Langkah 3: Menggunakan Dropdown untuk Kategori Pengeluaran

Kenapa harus dropdown? Karena dropdown menjaga konsistensi data. Jika kamu mengetik manual, terkadang kamu menulis ‘Makan’, lain kali ‘makanan’, dan lain kali lagi ‘lunch’. Di Google Sheets, tiga kata ini akan dianggap berbeda. Dengan dropdown dalam cara membuat pencatatan keuangan dengan google form, kamu memastikan semua pengeluaran makan akan terkumpul dalam satu kategori yang sama. Beberapa kategori yang disarankan: Makan/Minum, Transportasi, Belanja Kebutuhan, Hiburan, Cicilan/Tagihan, dan Lain-lain.

Langkah 4: Menghubungkan Form ke Google Sheets (Response)

Setelah pertanyaan selesai dibuat, klik tab “Responses” di bagian atas form. Klik ikon berwarna hijau yang merupakan simbol Google Sheets. Pilih “Create a new spreadsheet”. Sekarang, setiap kali kamu mengisi form, datanya akan otomatis muncul di baris baru pada spreadsheet tersebut. Inilah inti dari efisiensi cara membuat pencatatan keuangan dengan google form.

Langkah 5: Mengatur Format Mata Uang di Sheets

Buka spreadsheet yang baru dibuat. Blok kolom nominal pengeluaran, lalu klik menu ‘Format’ > ‘Number’ > ‘Custom Currency’ dan pilih Rupiah (IDR). Ini akan membuat tampilan data kamu jauh lebih rapi dan profesional. Kamu juga bisa menambahkan rumus sederhana seperti =SUM(C:C) di sel terpisah untuk melihat total pengeluaran secara langsung tanpa harus menghitung satu per satu.

Langkah 6: Membuat Shortcut Google Form di Home Screen HP

Agar proses input secepat kilat, buka link Google Form kamu di browser HP (Chrome atau Safari). Klik menu titik tiga (Chrome) atau ikon Share (Safari), lalu pilih “Add to Home Screen”. Sekarang kamu punya ‘aplikasi’ buatan sendiri di layar utama HP. Ini adalah trik pro dalam cara membuat pencatatan keuangan dengan google form agar kamu tidak malas melakukan input data setiap habis bertransaksi.

Langkah 7: Uji Coba Input Data Pertama

Cobalah untuk mengisi form tersebut dengan satu transaksi imajiner. Periksa apakah data masuk ke Google Sheets dengan benar. Jika nominal muncul sebagai teks (rata kiri), pastikan kembali pengaturan validasi di Google Form kamu sudah benar-benar diset sebagai ‘Number’. Jika semua sudah oke, selamat! Kamu baru saja menyelesaikan cara membuat pencatatan keuangan dengan google form milikmu sendiri.

Fact: Persentase generasi Z di Indonesia yang secara aktif melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran keuangan setiap bulan — 65 % (2023) — Source: Financial Institute Research (FIR)

Skenario Nyata: Mencatat Kopi Sore vs Bayar Kosan

Mari kita bayangkan simulasi penggunaan nyata setelah kamu berhasil mempraktekkan cara membuat pencatatan keuangan dengan google form.

Skenario A: Kopi Sore
Kamu baru saja membeli kopi susu kekinian seharga Rp25.000 menggunakan QRIS. Sambil menunggu pesanan disiapkan, kamu buka shortcut Google Form di HP.

  • Tanggal: Hari ini
  • Nominal: 25000
  • Kategori: Makan/Minum
  • Keterangan: Kopi susu janji mantan
    Klik Submit. Selesai dalam 10 detik.

Skenario B: Bayar Kosan
Di awal bulan, kamu mentransfer Rp1.500.000 untuk biaya kosan.

  • Tanggal: Tanggal 1
  • Nominal: 1500000
  • Kategori: Tagihan/Kebutuhan Tetap
  • Keterangan: Kosan bulan Februari
    Klik Submit.

Saat kamu membuka Google Sheets di akhir bulan, kamu akan melihat daftar yang rapi. Kamu bisa melihat bahwa meskipun kopi susu harganya kecil, namun jika dilakukan setiap hari, totalnya mungkin bisa mendekati biaya kosanmu. Inilah kekuatan dari mempraktekkan cara membuat pencatatan keuangan dengan google form; kamu jadi sadar akan kebocoran halus di dompetmu.

Mengapa Metode Google Form Seringkali Berakhir Gagal?

Meskipun cara membuat pencatatan keuangan dengan google form terdengar sangat menjanjikan, banyak pengguna yang akhirnya berhenti di tengah jalan. Mengapa? Karena ada beberapa hambatan psikologis dan teknis yang sering tidak disadari.

Lupa Input Karena Tidak Ada Reminder

Google Form hanyalah sebuah formulir statis. Ia tidak bisa memberikan notifikasi ke HP kamu di jam-jam tertentu untuk mengingatkanmu mencatat. Jika kamu lupa mencatat selama tiga hari saja, tumpukan transaksi yang belum tercatat akan membuatmu kewalahan dan akhirnya memutuskan untuk menyerah.

Proses ‘Tunggu Loading’ yang Menguji Kesabaran

Meski sudah menggunakan shortcut, membuka browser, menunggu loading halaman form, hingga menekan tombol submit membutuhkan waktu dan koneksi internet yang stabil. Di saat sedang terburu-buru, proses ini terasa sangat lama dibandingkan aplikasi native. Hal inilah yang sering membuat semangat melakukan pencatatan keuangan luntur.

Visualisasi Data yang Harus Dibuat Manual

Google Sheets akan memberikan kamu data mentah. Untuk melihat grafik lingkaran (pie chart) pengeluaran per kategori, kamu harus mengerti cara membuat Pivot Table atau Chart secara manual. Bagi banyak orang, ini adalah ‘PR’ tambahan yang membosankan setelah seharian bekerja atau kuliah.

Rumus Sheets yang Sering Error Saat Baris Baru Bertambah

Ini adalah masalah teknis yang paling sering dialami pemula dalam cara membuat pencatatan keuangan dengan google form. Terkadang, saat ada baris baru masuk dari Form, rumus yang sudah kamu buat di samping data tersebut tidak otomatis tercopy ke bawah. Hal ini menyebabkan laporan saldo atau ringkasan mingguanmu menjadi tidak akurat.

Google Form vs MoneyKu: Mana yang Cocok Untukmu?

Setelah kita membahas panjang lebar mengenai cara membuat pencatatan keuangan dengan google form, kamu mungkin bertanya-tanya apakah ada opsi yang lebih praktis? Di sinilah aplikasi khusus seperti Moneyku masuk ke dalam radar kamu.

Fitur Google Form + Sheets MoneyKu
Kecepatan Input Sedang (Tunggu Loading) Sangat Cepat (Native UI)
Visualisasi Manual (Harus buat Chart) Otomatis (Grafik Instan)
Fitur Split Bill Tidak Ada Tersedia (Ajak Teman)
Pengingat Tidak Ada Notifikasi Reminder
Keamanan Akun Google Akun Pribadi + Sync

Kapan Harus Pakai Google Form?

Metode cara membuat pencatatan keuangan dengan google form sangat cocok jika kamu adalah seorang ‘Data Geek’ yang suka mengolah data mentah sendiri. Kamu ingin punya kontrol penuh atas setiap sel di spreadsheet dan memiliki waktu luang untuk meramu rumus-rumus kompleks di akhir pekan.

Kapan Harus Pindah ke Aplikasi Khusus Seperti MoneyKu?

Jika kamu adalah orang yang sibuk, tidak mau ribet dengan urusan teknis spreadsheet, dan membutuhkan dorongan motivasi lebih untuk menabung, maka pindah ke aplikasi khusus adalah langkah bijak. Aplikasi seperti MoneyKu dirancang untuk mengurangi ‘friction’ saat mencatat. Dengan desain yang ceria dan fitur seperti split bill, mencatat uang bukan lagi beban, melainkan bagian dari perencanaan keuangan yang menyenangkan.

FAQ: Masalah Teknis Saat Buat Form Keuangan

Banyak pengguna yang baru mencoba cara membuat pencatatan keuangan dengan google form mengajukan pertanyaan-pertanyaan serupa. Berikut adalah rangkumannya.

Bisa tidak Google Form menghitung saldo otomatis?

Secara langsung, Google Form tidak bisa menghitung saldo. Ia hanya alat input. Kamu harus membuat logika perhitungan saldo (Pemasukan – Pengeluaran) di Google Sheets menggunakan rumus SUM atau SUMIF. Kamu perlu memisahkan antara form pengeluaran dan form pemasukan, atau membuat satu field ‘Tipe Transaksi’ di dalam satu form yang sama.

Apakah data saya aman dari intipan orang lain?

Keamanan data dalam cara membuat pencatatan keuangan dengan google form bergantung sepenuhnya pada keamanan akun Google kamu. Pastikan kamu mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA). Secara default, hanya kamu yang bisa melihat respon form dan spreadsheet tersebut, kecuali jika kamu secara sengaja membagikan (share) link editnya kepada orang lain.

Bagaimana cara membuat grafik otomatis dari data Form?

Di Google Sheets, kamu bisa menggunakan fitur ‘Explore’ atau klik ‘Insert’ > ‘Chart’. Pilih range data yang berisi kategori dan nominal. Jika kamu ingin grafik yang dinamis mengikuti data baru, pastikan range datanya mencakup seluruh kolom (misalnya A:C, bukan A1:C10).

Bisa input foto struk belanja di Google Form?

Bisa! Google Form memiliki tipe pertanyaan ‘File Upload’. Namun, perlu diingat bahwa file foto tersebut akan memakan ruang di Google Drive kamu. Selain itu, melihat foto satu per satu di spreadsheet juga tidak terlalu praktis jika tujuanmu adalah melihat angka total secara cepat.

Apakah metode ini bisa untuk mencatat utang piutang?

Bisa, kamu tinggal menambah kategori ‘Utang’ atau ‘Piutang’ di bagian dropdown kategori. Namun, kamu harus teliti dalam memberikan keterangan siapa yang meminjam atau kepada siapa kamu berhutang agar datanya tidak bercampur dengan pengeluaran rutin harian lainnya.

Kesimpulan: Konsistensi adalah Kunci

Pada akhirnya, entah kamu memilih cara membuat pencatatan keuangan dengan google form atau menggunakan aplikasi canggih, kunci kesuksesannya bukan pada kecanggihan alatnya, melainkan pada konsistensi penggunanya. Memulai dengan Google Form adalah langkah awal yang luar biasa untuk melatih kedisiplinan diri tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun.

Dengan memahami cara membuat pencatatan keuangan dengan google form, kamu setidaknya sudah selangkah lebih maju dalam menguasai aliran darah finansialmu. Jika di kemudian hari kamu merasa butuh fitur yang lebih otomatis, sistematis, dan menyenangkan, kamu selalu bisa mengeksplorasi solusi lain yang lebih modern. Selamat mencoba dan semoga kondisi keuanganmu semakin sehat di tahun 2026 ini!

Share

Postingan Terkait

cara otomatis konversi mata uang pada catatan pengeluaran

4 Cara Otomatis Konversi Mata Uang pada Catatan Pengeluaran: Anti Ribet!

Pernahkah kamu sedang asyik menikmati ramen hangat di gang sempit Tokyo atau menyeruput kopi di kafe estetik Seoul, lalu tiba-tiba teringat harus mencatat pengeluaran agar tidak kebablasan? Masalahnya, melihat angka di struk belanja dalam mata uang Yen atau Won seringkali membuat dahi berkerut. Kamu harus membuka kalkulator, mencari kurs hari ini di Google, lalu menghitungnya […]

Baca selengkapnya
cara kerja aplikasi pengatur keuangan membaca transaksi otomatis

5 Cara Kerja Aplikasi Pengatur Keuangan Membaca Transaksi Otomatis

Pernahkah kamu merasa lelah saat harus mencatat setiap pengeluaran kecil setelah seharian beraktivitas? Bayangkan, baru saja membeli kopi susu di sore hari, lalu membayar parkir, kemudian mampir ke supermarket untuk membeli kebutuhan bulanan. Jika harus mencatat satu per satu secara manual, rasanya waktu kita habis hanya untuk memindahkan angka dari struk ke dalam ponsel. Itulah […]

Baca selengkapnya
fitur pengatur keuangan di m-banking

Pilih Mana? 5 Beda Fitur Pengatur Keuangan di m-Banking vs App

Pernah tidak kamu merasa kaget saat melihat saldo di akhir bulan tiba-tiba menipis, padahal merasa tidak belanja barang mewah? Fenomena ini sering disebut sebagai “kebocoran halus,” di mana pengeluaran-pengeluaran kecil yang tidak tercatat justru menjadi beban terbesar bagi dompet kita. Di era serba digital ini, banyak dari kita mulai melirik fitur pengatur keuangan di m-banking […]

Baca selengkapnya