Pernah nggak kamu merasa bingung pas musim pajak tiba? Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan anak muda, freelancer, hingga pemilik UMKM adalah tentang cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja. Banyak yang bertanya-tanya, apakah tumpukan kertas belanja dari minimarket atau kafe itu bisa bikin bayar pajak jadi lebih murah? Atau jangan-jangan, menyimpan struk itu cuma bikin dompet jadi tebal karena kertas, bukan karena uang? Memasuki tahun 2026, kesadaran finansial anak muda Indonesia semakin meningkat, tapi urusan administrasi perpajakan seringkali masih dianggap sebagai momok yang menakutkan dan membingungkan. Padahal, dengan memahami aturan mainnya, kamu bisa mengelola keuangan dengan jauh lebih tenang.
Memahami cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja sebenarnya bukan hanya soal angka-angka di atas kertas, melainkan soal kedisiplinan dalam mencatat setiap rupiah yang keluar. Bagi sebagian orang, struk belanja adalah bukti pengeluaran yang valid untuk mengurangi beban pajak bisnis, sementara bagi yang lain, itu hanyalah catatan sejarah untuk evaluasi pengeluaran pribadi. Di artikel ini, kita akan bedah tuntas bagaimana memperlakukan struk belanja tersebut agar laporan pajakmu akurat, legal, dan tentunya bebas pusing di kemudian hari.
Memahami Cara Lapor SPT Tahunan Pakai Struk Belanja
Langkah pertama untuk menguasai cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja adalah memahami mengapa dokumen sekecil itu bisa punya peran besar. Dalam dunia perpajakan, struk belanja berfungsi sebagai bukti transaksi atau dokumen pendukung. Jika kamu adalah seorang karyawan tetap dengan gaji bulanan yang sudah dipotong pajak oleh perusahaan (PPh 21), struk belanja mungkin tidak langsung berdampak pada nominal pajak yang kamu bayar. Namun, bagi kamu yang memiliki usaha sendiri atau bekerja sebagai tenaga lepas, struk ini adalah nyawa dari pembukuanmu.
Kenapa struk belanja sering dikaitkan dengan pajak?
Alasan utama kenapa orang mencari tahu cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja adalah karena adanya konsep “biaya yang dapat dikurangkan” (deductible expenses). Di Indonesia, untuk wajib pajak yang melakukan pembukuan, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan bisa menjadi pengurang penghasilan bruto. Struk belanja, nota, atau invoice adalah bukti otentik bahwa biaya tersebut benar-benar terjadi. Tanpa adanya bukti fisik atau digital yang sah, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bisa saja meragukan laporan keuanganmu saat dilakukan pemeriksaan.
Selain itu, bagi pelaku UMKM yang menggunakan skema PPh Final, struk belanja membantu dalam menghitung omzet harian secara akurat. Dengan mencatat pengeluaran melalui struk, kamu bisa melihat margin keuntungan yang sebenarnya, sehingga kamu tahu berapa besar kontribusi pajak yang adil bagi bisnismu. Di sini, penting sekali memahami manfaat mencatat pengeluaran harian agar kamu tidak kelimpungan saat masa lapor SPT tiba di awal tahun.
Siapa yang paling butuh menyimpan struk belanja?
Tidak semua orang wajib menyimpan setiap struk parkir atau belanja bulanan untuk urusan pajak. Namun, ada kelompok tertentu yang wajib memahami cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja dengan sangat detail:
- Wajib Pajak UMKM: Mereka yang memiliki usaha dengan peredaran bruto tertentu. Struk belanja bahan baku, biaya operasional toko, hingga biaya promosi sangat krusial.
- Freelancer/Pekerja Bebas: Desainer grafis, penulis, atau konsultan yang membutuhkan peralatan kerja. Struk pembelian laptop, langganan software, hingga biaya internet bisa menjadi dasar penghitungan norma penghitungan penghasilan neto (NPPN).
- Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melakukan Pembukuan: Jika total omzetmu sudah melebihi Rp4,8 miliar setahun, kamu wajib melakukan pembukuan penuh di mana setiap struk belanja menjadi dokumen legal yang wajib disimpan selama 10 tahun.
Bagi kamu yang masih masuk kategori karyawan biasa, mempelajari cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja tetap bermanfaat untuk perencanaan keuangan jangka panjang. Kamu jadi tahu berapa sisa uang yang bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi setelah dipotong kebutuhan hidup dan kewajiban negara.
Mitos atau Fakta: Bisakah Struk Belanja Mengurangi Pajak Anda?
Banyak beredar kabar burung di media sosial bahwa setiap belanjaan kita bisa jadi pengurang pajak. Mari kita luruskan mitos seputar cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja ini agar kamu tidak salah langkah dan malah terkena denda dari DJP.
Bedanya Pengeluaran Konsumtif vs Pengeluaran Bisnis
Banyak anak muda yang bertanya, “Kalau saya beli kopi di kafe sambil kerja, apa struknya bisa mengurangi pajak?” Jawabannya: tergantung status wajib pajakmu. Jika kamu karyawan, belanja kopi adalah pengeluaran konsumtif pribadi yang tidak ada hubungannya dengan penghitungan pajak penghasilanmu. Namun, jika kamu pemilik coffee shop dan membeli biji kopi, maka struk pembelian biji kopi tersebut adalah biaya operasional bisnis yang valid.
Berikut adalah fakta penting yang perlu kamu ketahui terkait cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja:
Fact: Struk belanja pribadi tidak dapat digunakan sebagai pengurang pajak penghasilan orang pribadi di Indonesia (nilai pengurang 0%). — 0 persen (2026) — Source: Direktorat Jenderal Pajak
Artinya, struk belanja untuk kebutuhan dapur, baju baru, atau tiket nonton bioskop tidak akan membuat tagihan pajakmu berkurang. Fokus utama dari cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja untuk individu adalah untuk membantu pelaporan harta dan kewajiban di bagian akhir formulir SPT, bukan sebagai pengurang langsung dari total penghasilan kena pajak.
Aturan DJP tentang Dokumen Pendukung Pelaporan
DJP memiliki standar yang cukup ketat mengenai apa yang dianggap sebagai bukti sah. Sebuah struk belanja yang bisa digunakan dalam cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja harus memiliki informasi yang jelas, seperti nama penjual, tanggal transaksi, jenis barang/jasa, dan nominal harga. Untuk transaksi yang nilainya besar, biasanya dibutuhkan Invoice atau Faktur Pajak yang mencantumkan NPWP pembeli agar bisa dikreditkan (bagi pengusaha kena pajak).
Bagi wajib pajak UMKM, aturan ini sedikit lebih fleksibel namun tetap harus tertib.
Fact: Wajib pajak UMKM dengan omzet tertentu dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5%. — 0,5 persen (2026) — Source: Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022
Dalam skema PPh Final 0,5% ini, struk belanja sebenarnya berfungsi untuk memastikan bahwa kamu tidak salah menghitung omzet bulanan. Jika omzetmu dalam setahun belum mencapai Rp500 juta (untuk orang pribadi UMKM), kamu bahkan belum dikenakan pajak, tapi tetap wajib lapor SPT Tahunan. Inilah kenapa memahami cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja tetap penting meski kamu merasa usahamu masih kecil.
3 Langkah Praktis Mengolah Struk Jadi Data SPT Tanpa Ribet
Setelah tahu mana struk yang berguna dan mana yang tidak, sekarang saatnya masuk ke bagian teknis. Bagaimana sih cara mengubah tumpukan kertas itu jadi data digital yang rapi untuk cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja?
1. Digitalisasi Struk Sebelum Tulisannya Pudar
Tantangan terbesar dari struk belanja fisik adalah medianya yang menggunakan kertas thermal. Kamu pasti pernah kan, menemukan struk belanja yang sudah disimpan beberapa bulan tapi tulisannya sudah hilang total? Ini adalah masalah serius jika kamu ingin menerapkan cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja secara manual.
Secara teknis, tulisan pada kertas thermal bisa pudar dalam waktu 6 hingga 12 bulan saja, tergantung suhu dan cara penyimpanan. Padahal, dokumen pajak seringkali harus disimpan bertahun-tahun sebagai bukti audit. Oleh karena itu, langkah pertama adalah foto atau scan setiap struk segera setelah kamu menerimanya. Kamu bisa menggunakan aplikasi seperti MoneyKu yang memiliki fitur AI-assisted logging untuk membantu proses digitalisasi ini dengan cepat.
2. Kategorisasi Pengeluaran Secara Real-Time dengan MoneyKu
Data digital saja tidak cukup. Bayangkan kamu punya 500 foto struk di galeri HP tanpa keterangan apa pun. Itu akan jadi mimpi buruk saat musim pajak. Rahasia sukses cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja adalah dengan melakukan kategorisasi secara instan.
Dengan menggunakan MoneyKu, kamu bisa memanfaatkan kategori pengeluaran otomatis untuk memisahkan mana belanja yang masuk kategori operasional usaha, mana yang kategori kebutuhan pokok, dan mana yang hiburan. MoneyKu didesain dengan visual bertema kucing yang lucu untuk mengurangi rasa cemas saat melihat angka pengeluaran, sehingga proses mencatat jadi lebih menyenangkan dan tidak terasa seperti beban.
3. Rekapitulasi Bulanan untuk Form SPT 1770 atau 1770 S
Langkah terakhir dalam cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja adalah menyusun rekapitulasi. Di akhir setiap bulan, pastikan total pengeluaranmu sudah sesuai dengan catatan di aplikasi. Jika kamu menggunakan formulir SPT 1770 (untuk usaha) atau 1770 S (untuk karyawan berpenghasilan tertentu), kamu akan diminta mengisi bagian harta dan pengeluaran.
Dengan rekapitulasi yang rapi, kamu tinggal menyalin angka total tahunan ke dalam sistem e-Filing DJP Online. Kamu tidak perlu lagi membongkar laci atau dompet di menit-menit terakhir sebelum deadline. Jangan lupa untuk mengikuti panduan lapor SPT online 2026 agar proses pengiriman laporanmu sukses tanpa kendala teknis.
Skenario Realistis: Mengelola Pajak Freelancer vs Karyawan Tetap
Mari kita lihat bagaimana cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja diterapkan dalam kehidupan nyata melalui dua contoh kasus berikut:
Kasus 1: Budi, si Freelancer Desainer Grafis
Budi bekerja dari rumah dan sering berpindah kafe untuk mencari inspirasi. Setiap bulan, Budi mengeluarkan uang untuk langganan Adobe Creative Cloud, membeli aset desain, dan biaya internet. Budi sangat disiplin menerapkan cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja. Dia memotret setiap struk pembelian peralatan kantor dan langganan software-nya ke MoneyKu.
Saat lapor SPT 1770, Budi menggunakan metode NPPN. Karena dia punya catatan pengeluaran yang rapi, dia bisa memvalidasi penghasilan netonya dengan lebih percaya diri. Jika suatu saat DJP bertanya tentang gaya hidup atau asetnya, Budi punya bukti digital bahwa pengeluarannya sebanding dengan penghasilannya.
Kasus 2: Andi, si Karyawan Tetap di Perusahaan Startup
Andi sudah dipotong pajak oleh kantornya. Namun, Andi ingin memastikan dia bisa menabung untuk masa depan. Baginya, cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja lebih berfungsi sebagai alat monitoring kekayaan bersih. Andi mencatat setiap belanja besar, seperti cicilan motor atau pembelian gadget baru, karena hal-hal ini harus dilaporkan di bagian “Daftar Harta” pada SPT Tahunan.
Dengan melihat rekap pengeluaran tahunan, Andi jadi tahu berapa banyak sisa dana yang bisa dia alokasikan untuk investasi. Dia sering mencari tips investasi untuk anak muda untuk mengembangkan uang yang berhasil dia hemat berkat kedisiplinan mencatat pengeluaran harian.
Hati-hati! Ini 3 Kesalahan Saat Mengelola Struk untuk SPT
Menerapkan cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja memang bagus, tapi ada beberapa jebakan yang sering membuat orang terjebak masalah hukum atau denda administrasi. Pastikan kamu menghindari hal-hal berikut:
1. Menghitung Pengeluaran Pribadi sebagai Biaya Jabatan
Ini adalah kesalahan paling umum. Jangan pernah mencoba memasukkan struk belanja supermarket untuk kebutuhan rumah tangga sebagai biaya operasional kantor atau bisnis. DJP memiliki data benchmarking untuk berbagai jenis industri. Jika pengeluaran bisnismu terlihat tidak wajar dibandingkan dengan omzetmu, ini bisa memicu pemeriksaan pajak (audit). Dalam cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja, kejujuran adalah kunci utama agar kamu bisa tidur nyenyak.
2. Hanya Mengandalkan Struk Fisik yang Mudah Hilang
Seperti yang sudah disebutkan, kertas thermal itu rapuh. Menyimpan struk belanja di dalam kotak sepatu atau amplop cokelat tanpa didigitalisasi adalah strategi yang sangat berisiko. Jika terjadi kebakaran, banjir, atau sekadar tumpahan air, semua bukti sejarah keuanganmu bisa musnah dalam sekejap. Selalu miliki cadangan digital (backup) di cloud atau aplikasi keuangan terpercaya.
3. Tidak Melakukan Kategorisasi Sejak Awal Tahun
Banyak orang baru mulai sibuk mencari cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja di bulan Maret, saat deadline lapor sudah mepet. Mengumpulkan struk selama setahun dalam waktu satu malam adalah resep kegagalan. Kamu pasti akan lupa ini struk untuk apa, atau bahkan kehilangan struk yang paling penting. Lakukan pencatatan secara rutin harian atau minimal mingguan agar beban kerjamu tidak menumpuk di akhir tahun.
Tanya Jawab Seputar Struk Belanja dan Lapor Pajak
Bagian FAQ ini akan menjawab beberapa kecemasan spesifik kamu tentang cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja.
Apakah struk parkir dan tol bisa dilaporkan?
Untuk individu, struk parkir dan tol biasanya masuk kategori biaya hidup pribadi yang tidak mengurangi pajak. Namun, untuk perusahaan transportasi atau logistik, struk ini adalah bukti biaya operasional yang sangat valid. Pastikan kamu tahu di posisi mana kamu berdiri sebelum memasukkannya ke laporan.
Bagaimana jika struk belanja sudah terlanjur hilang?
Jika struk fisik hilang tapi kamu sempat memotretnya, foto tersebut tetap bisa dijadikan bukti pendukung selama terlihat jelas. Namun, jika tidak ada bukti sama sekali, kamu sebaiknya tidak memasukkan pengeluaran tersebut sebagai pengurang pajak. Gunakan ini sebagai pelajaran untuk lebih tertib menggunakan aplikasi seperti MoneyKu di masa mendatang.
Haruskah saya menyimpan struk belanja selama 10 tahun?
Menurut undang-undang perpajakan di Indonesia, dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan wajib disimpan selama 10 tahun. Ini termasuk struk, nota, dan invoice. Mengingat kertas thermal akan pudar, menyimpan versi digital yang tersusun rapi adalah solusi paling praktis untuk mematuhi aturan ini.
Kapan batas waktu terakhir lapor SPT tahun 2026?
Batas waktu pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi untuk tahun pajak 2025 adalah tanggal 31 Maret 2026. Jangan menunda-nunda hingga hari terakhir karena biasanya sistem e-Filing akan sangat lambat akibat jutaan orang yang mengakses secara bersamaan.
Memahami cara lapor SPT Tahunan pakai struk belanja adalah langkah awal menuju kedewasaan finansial. Dengan bantuan teknologi seperti MoneyKu, urusan yang tadinya terasa rumit bisa jadi jauh lebih sederhana. Ingat, pajak bukan untuk ditakuti, tapi untuk dikelola dengan cerdas. Mulailah mencatat struk pertamamu hari ini, dan rasakan betapa ringannya beban pikiranmu saat musim pajak tahun depan tiba!




