Cara Melihat Total Pengeluaran DANA Sebulan: 3 Langkah Akurat

MochiMochi
Bacaan 13 menit
cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan

Pernahkah kamu merasa saldo DANA tiba-tiba menguap begitu saja padahal baru beberapa hari gajian? Kamu tidak sendirian. Banyak dari kita yang merasa uang di dompet digital jauh lebih cepat habis dibandingkan uang tunai karena kemudahan sistem QRIS dan transfer instan. Untuk itu, memahami cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan menjadi sangat penting agar kamu bisa melakukan evaluasi keuangan secara jujur. Tanpa melihat data yang akurat, sulit bagi kita untuk menentukan mana pengeluaran yang memang kebutuhan primer dan mana yang hanya sekadar ‘jajan lucu’ yang sebenarnya bisa ditekan. Mengelola uang digital membutuhkan disiplin yang lebih tinggi, dan langkah pertamanya adalah berani melihat angka total transaksi kita setiap bulannya.

Bagi generasi muda yang aktif bertransaksi secara digital, dompet digital seperti DANA bukan hanya sekadar alat bayar, tapi sudah menjadi pusat perputaran uang harian. Mulai dari bayar tagihan listrik, beli pulsa, belanja di e-commerce, hingga patungan makan siang bareng teman, semuanya terekam di sana. Namun, tumpukan riwayat transaksi yang panjang seringkali membuat kita malas untuk menghitungnya satu per satu. Padahal, dengan mengetahui cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan, kamu bisa mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Artikel ini akan memandu kamu langkah demi langkah untuk melacak setiap rupiah yang keluar dari akun DANA kamu dengan cara yang paling efektif dan akurat di tahun 2026 ini.

Sebagai langkah awal dalam perjalanan finansialmu, kamu mungkin juga membutuhkan bantuan aplikasi pencatat keuangan harian yang bisa merangkum semua dompet digitalmu dalam satu tempat. Namun sebelum itu, mari kita fokus dulu membedah fitur-fitur yang ada di aplikasi DANA untuk mendapatkan gambaran kasar pengeluaran bulananmu.

Di Mana Letak Rekap Transaksi DANA Kamu?

Mencari tahu di mana letak rekap transaksi terkadang bisa membingungkan bagi pengguna baru atau mereka yang jarang mengulik aplikasi. Di aplikasi DANA versi terbaru 2026, antarmuka pengguna (UI) didesain untuk memberikan akses cepat pada fitur-fitur utama, namun detail transaksi seringkali tersembunyi di balik menu tertentu. Kamu perlu tahu bahwa DANA menyediakan dua cara utama untuk melihat apa yang terjadi dengan uangmu: melalui menu ‘History’ (Riwayat) dan fitur ‘Statement’ (Laporan).

Mengenal Menu ‘History’ dan ‘Statement’

Menu ‘History’ atau Riwayat adalah tempat di mana semua aktivitas transaksi kamu ditampilkan secara kronologis. Mulai dari uang masuk, uang keluar, transaksi yang gagal, hingga transaksi yang masih dalam proses, semuanya ada di sini. Riwayat ini bersifat real-time, artinya begitu kamu selesai scan QRIS di minimarket, transaksi tersebut akan langsung muncul di barisan paling atas. Fitur ini sangat bagus untuk pengecekan cepat, misalnya saat kamu ingin memastikan apakah pembayaran ke pedagang kaki lima tadi sudah berhasil atau belum.

Di sisi lain, fitur ‘Statement’ atau Laporan Bulanan adalah versi yang lebih terorganisir. Jika Riwayat memberikan detail per kejadian, Statement memberikan kamu rangkuman. Di sinilah kamu bisa melihat grafik sederhana tentang pergerakan saldo kamu. Namun, perlu diingat bahwa fitur Statement terkadang membutuhkan waktu untuk diperbarui dan tidak selalu memberikan rincian kategori seakurat yang kita harapkan jika tujuannya adalah penghematan total. Memahami cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan melalui kedua menu ini akan memberikan kamu perspektif yang berbeda tentang kebiasaan belanjamu.

Perbedaan Riwayat Transaksi vs Laporan Bulanan

Banyak pengguna sering tertukar antara riwayat transaksi dan laporan bulanan. Riwayat transaksi adalah daftar mentah (raw data) dari semua aktivitas. Kamu bisa melihat jam berapa transaksi dilakukan, metode pembayaran yang digunakan (apakah dari saldo DANA atau kartu debit yang tersambung), serta status transaksinya. Jika kamu ingin menghitung secara manual atau mencari transaksi spesifik yang mencurigakan, menu Riwayat adalah tempatnya.

Laporan Bulanan biasanya dikirimkan melalui notifikasi atau bisa diakses di bagian profil. Laporan ini memberikan angka total uang yang masuk dan uang yang keluar. Masalahnya, terkadang angka ‘uang keluar’ di laporan bulanan mencakup transfer antar akun sendiri atau pengembalian dana (refund) yang statusnya sebenarnya netral bagi dompetmu. Itulah mengapa mengetahui cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan secara manual menggunakan filter riwayat tetap dianggap sebagai cara yang paling akurat untuk mendapatkan angka pengeluaran riil.

Fact: Batas waktu maksimal riwayat transaksi yang dapat diakses langsung melalui aplikasi DANA — 1 tahun (2026) — Source: DANA Indonesia

Panduan Cara Melihat Total Pengeluaran DANA Dalam Sebulan Secara Akurat

Sekarang kita masuk ke bagian inti. Untuk mendapatkan angka yang benar-benar akurat, kamu tidak bisa hanya mengandalkan ingatan atau sekadar melihat saldo sisa. Kamu harus melakukan audit kecil-kecilan terhadap akunmu. Berikut adalah panduan cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan yang bisa langsung kamu praktikkan di HP kamu sekarang juga.

Langkah 1: Masuk ke Menu Riwayat

Buka aplikasi DANA kamu. Di barisan menu bawah, kamu akan melihat ikon bertuliskan ‘History’ atau ‘Riwayat’ (biasanya terletak di sebelah kanan menu beranda). Klik menu tersebut. Di sini kamu akan melihat daftar panjang transaksi yang sudah kamu lakukan. Secara default, DANA akan menampilkan transaksi terbaru terlebih dahulu. Jangan kaget jika daftar ini terasa sangat panjang, terutama jika kamu sering menggunakan DANA untuk transaksi kecil seperti membayar parkir atau jajan kopi.

Di dalam menu ini, setiap baris transaksi memiliki informasi penting: nama merchant atau penerima, nominal uang, tanggal, dan status. Transaksi yang mengurangi saldo biasanya ditandai dengan angka berwarna hitam atau merah dengan tanda minus (-), sedangkan uang masuk atau top-up biasanya berwarna hijau dengan tanda plus (+). Pastikan kamu fokus pada angka dengan tanda minus untuk menghitung pengeluaran.

Langkah 2: Gunakan Fitur Filter Tanggal

Aplikasi DANA memiliki fitur filter yang sangat berguna namun sering diabaikan. Di pojok kanan atas menu Riwayat, terdapat ikon corong atau tulisan ‘Filter’. Klik ikon tersebut untuk membatasi rentang waktu transaksi yang ingin kamu lihat. Untuk mempraktikkan cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan, pilihlah opsi ‘Rentang Waktu’ atau ‘Custom Date’.

Misalnya, jika sekarang bulan Februari dan kamu ingin melihat pengeluaran bulan Januari, atur tanggal mulai pada 1 Januari 2026 dan tanggal akhir pada 31 Januari 2026. Setelah filter diterapkan, aplikasi hanya akan menampilkan transaksi yang terjadi di bulan tersebut. Ini memudahkan kamu untuk tidak tercampur dengan transaksi dari bulan-bulan sebelumnya. Selain filter tanggal, kamu juga bisa memfilter berdasarkan ‘Status Transaksi’. Pilihlah status ‘Selesai’ atau ‘Completed’ agar transaksi yang gagal atau dibatalkan tidak ikut terhitung ke dalam total pengeluaran kamu.

Langkah 3: Menghitung Total Manual vs Fitur Otomatis

Setelah filter diterapkan, kamu akan melihat daftar transaksi khusus untuk satu bulan tersebut. Sayangnya, hingga saat ini (awal 2026), DANA tidak selalu memberikan angka total penjumlahan otomatis di bagian bawah daftar riwayat yang difilter. Kamu mungkin harus melakukan sedikit kerja manual atau menggunakan bantuan kalkulator. Scroll daftar tersebut dari atas ke bawah, dan jumlahkan setiap pengeluaran yang ada.

Tips tambahan dalam cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan: Jangan lupa untuk memisahkan antara ‘Pengeluaran Riil’ (belanja, bayar tagihan, makan) dan ‘Transfer ke Teman’ yang sifatnya mungkin hutang piutang atau sekadar memindahkan uang. Jika kamu merasa menghitung manual terlalu ribet, kamu bisa mencoba fitur ‘Statement’ yang ada di menu profil, namun pastikan kamu sudah melakukan verifikasi email karena biasanya laporan lengkap dikirimkan ke email dalam format PDF yang lebih mudah dibaca dan dijumlahkan.

Fact: Biaya administrasi untuk melihat laporan mutasi rekening atau riwayat transaksi di aplikasi DANA — 0 IDR (2026) — Source: DANA Indonesia

Mengapa Angka Pengeluaran DANA Sering Terasa Salah?

Seringkali saat kita selesai menerapkan cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan, kita terkejut melihat angka yang muncul. “Masakan pengeluaran saya sampai 5 juta sebulan? Padahal gaji saja tidak sampai segitu!” seru seorang pengguna. Ada beberapa alasan mengapa angka di aplikasi seringkali terasa tidak sinkron dengan apa yang kita rasakan di dompet fisik kita.

Masalah Transfer ke Teman vs Belanja Riil

Salah satu kebingungan terbesar berasal dari transaksi transfer saldo. Di riwayat DANA, transfer ke sesama pengguna DANA tetap dihitung sebagai ‘Uang Keluar’. Padahal, bisa saja kamu mentransfer uang ke teman untuk patungan makan siang, di mana uang tersebut sebenarnya sudah kamu keluarkan secara tunai sebelumnya atau uang tersebut adalah titipan. Atau mungkin kamu mentransfer uang ke akun e-wallet milikmu yang lain.

Inilah mengapa penting untuk mempelajari tips mengatur keuangan anak muda agar kamu bisa membedakan mana yang merupakan konsumsi dan mana yang merupakan perpindahan aset. Saat menghitung total pengeluaran, pastikan kamu hanya memasukkan transaksi yang benar-benar mengurangi kekayaan bersihmu, bukan sekadar memindahkan saldo dari saku kiri ke saku kanan.

Transaksi Pending yang Belum Terhitung

Hal lain yang membuat cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan terasa meleset adalah adanya transaksi yang masih berstatus ‘Pending’. Ini sering terjadi pada pembayaran langganan otomatis (seperti Netflix atau Spotify) atau transaksi di merchant internasional. Terkadang uang sudah didebet dari saldo tapi belum muncul di riwayat ‘Selesai’ karena menunggu konfirmasi dari pihak bank atau merchant. Hal ini bisa menyebabkan selisih beberapa puluh ribu rupiah yang jika tidak teliti akan membuatmu bingung saat melakukan rekonsiliasi saldo di akhir bulan.

Saldo ‘Cashback’ yang Membingungkan Catatan

DANA sering memberikan promo cashback atau poin. Dalam riwayat transaksi, cashback masuk sebagai ‘Uang Masuk’. Namun, terkadang kita melihatnya sebagai diskon harga. Misalnya, kamu membeli kopi seharga Rp50.000 dan mendapat cashback Rp10.000. Di riwayat, pengeluaranmu akan tetap tercatat Rp50.000. Jika kamu tidak menghitung cashback tersebut sebagai pengurang, maka total pengeluaran bulananmu akan terlihat lebih besar dari yang sebenarnya kamu rasakan. Menguasai detail kecil seperti ini adalah kunci dalam cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan yang benar-benar akurat.

Skenario: Melacak ‘Kebocoran Halus’ Saat Checkout Shopee & TikTok Shop

Mari kita ambil contoh kasus Andi, seorang mahasiswa tingkat akhir. Andi merasa selama bulan Januari dia tidak banyak jajan. Namun, saat dia mencoba mempraktikkan cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan, dia kaget menemukan total pengeluarannya mencapai Rp2.500.000. Padahal budget makannya hanya Rp1.500.000.

Setelah ditelusuri menggunakan filter riwayat, Andi menemukan banyak transaksi kecil senilai Rp20.000 hingga Rp50.000 dengan keterangan ‘Google Play’ dan ‘TikTok Shop’. Ternyata, Andi sering melakukan checkout barang-barang murah yang lewat di FYP TikTok-nya tanpa sadar. Dia juga berlangganan beberapa item di dalam game yang harganya terlihat murah namun jika dijumlahkan mencapai ratusan ribu rupiah. Ini adalah contoh klasik dari ‘kebocoran halus’ yang hanya bisa terdeteksi jika kamu rajin melakukan pengecekan total pengeluaran.

Andi kemudian menyadari bahwa tanpa melakukan audit rutin dan memahami cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan, dia tidak akan pernah tahu ke mana perginya uang tabungannya. Dengan melihat daftar riwayat secara detail, dia kini bisa memutuskan untuk menghapus metode pembayaran otomatis di aplikasi yang tidak perlu untuk menghindari belanja impulsif di masa depan. Ini adalah bagian dari panduan membuat budget bulanan yang efektif: mengenali musuh terbesarmu, yaitu kebiasaan belanja kecil yang tidak terasa.

Solusi Lebih Pro: Catat Pengeluaran DANA ke MoneyKu

Meskipun aplikasi DANA sudah menyediakan fitur riwayat, jujur saja, tampilannya terkadang kaku dan membosankan. Bagi banyak orang, melihat deretan angka hitam-putih di aplikasi pembayaran justru menambah rasa cemas (money anxiety). Itulah mengapa banyak pengguna DANA mulai beralih menggunakan MoneyKu sebagai pendamping setia dalam mengelola keuangan mereka. MoneyKu bukan sekadar aplikasi pencatat, tapi teman yang membuat proses tracking jadi menyenangkan.

Visual Cat-Themed yang Bikin Tracking Jadi Seru

Salah satu keunggulan MoneyKu adalah desain visualnya yang menggemaskan dengan tema kucing. Alih-alih merasa tertekan melihat pengeluaran yang membengkak, kamu akan ditemani oleh visual yang ramah dan playful. Setelah kamu selesai melakukan cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan di aplikasi DANA, kamu bisa memindahkan angka-angka tersebut ke MoneyKu. Proses ini akan terasa jauh lebih ringan karena UI MoneyKu didesain untuk mengurangi beban mental saat berurusan dengan uang.

Dengan kategori yang jelas dan ikon-ikon yang lucu, kamu bisa melihat distribusi pengeluaranmu dalam bentuk grafik yang cantik. Kamu tidak perlu lagi menebak-nebak berapa persen uangmu yang habis untuk makan dan berapa yang habis untuk transportasi; MoneyKu akan menyajikannya dengan jelas untukmu.

Analisis Pengeluaran Lebih Detail dari Sekadar List

Jika di aplikasi DANA kamu hanya mendapatkan daftar kronologis, MoneyKu memberikan kamu insight atau wawasan. MoneyKu dapat mengelompokkan transaksi DANA kamu ke dalam kategori yang lebih personal. Kamu bisa melihat tren pengeluaranmu dari minggu ke minggu. Misalnya, apakah kamu cenderung lebih boros di hari Jumat malam? Ataukah pengeluaranmu memuncak di awal bulan saat baru gajian?

Fitur analisis ini sangat membantu untuk kamu yang ingin menerapkan cara hemat saldo dompet digital. Dengan mengetahui pola perilaku belanjamu, kamu bisa mulai memasang target atau limit untuk kategori tertentu. MoneyKu akan memberikan peringatan jika kamu sudah mulai mendekati batas budget yang kamu tentukan sendiri, sebuah fitur yang belum tentu kamu dapatkan secara optimal hanya dengan melihat riwayat transaksi biasa.

Cara Manual Logging Cepat di MoneyKu untuk Transaksi DANA

MoneyKu didesain dengan prinsip low-friction, artinya kamu bisa mencatat pengeluaran secepat kilat. Begitu kamu selesai bayar pakai DANA, buka MoneyKu dan masukkan nominalnya dalam hitungan detik. MoneyKu juga mendukung fitur offline-first dengan PowerSync, sehingga kamu tetap bisa mencatat pengeluaran meskipun koneksi internetmu sedang tidak stabil di tengah pusat perbelanjaan. Data akan otomatis tersinkronisasi ke backend Supabase saat kamu kembali online.

Ke depannya, MoneyKu juga merencanakan fitur AI-assisted logging seperti OCR atau pembacaan struk yang akan semakin memudahkanmu. Jadi, kamu tidak perlu lagi pusing menghitung manual saat menjalankan cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan. Cukup catat setiap kali bertransaksi, dan di akhir bulan, MoneyKu akan menyajikan laporan lengkap yang jauh lebih informatif daripada sekadar mutasi rekening di aplikasi dompet digital.

Tanya Jawab Seputar Riwayat DANA

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh pengguna terkait navigasi dan pengelolaan riwayat transaksi di aplikasi DANA.

Apakah riwayat transaksi DANA bisa dihapus?

Secara resmi, riwayat transaksi di aplikasi DANA tidak dapat dihapus oleh pengguna. Hal ini dilakukan demi alasan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi perbankan/fintech di Indonesia. Catatan transaksi berfungsi sebagai bukti hukum jika terjadi perselisihan di masa depan. Jadi, jika kamu ingin menyembunyikan pengeluaran ‘khilaf’ kamu, satu-satunya cara adalah dengan tidak melakukannya, karena jejak digitalnya akan tetap ada di sana selamanya.

Kenapa total pengeluaran saya tidak muncul di grafik?

Biasanya, fitur grafik atau ringkasan bulanan di DANA memerlukan waktu untuk melakukan sinkronisasi data. Jika kamu baru saja melakukan banyak transaksi hari ini, grafik tersebut mungkin baru akan diperbarui keesokan harinya. Selain itu, pastikan aplikasi DANA kamu selalu dalam versi terbaru. Jika masih tidak muncul, kamu bisa mencoba cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan secara manual melalui filter riwayat seperti yang telah dijelaskan di atas.

Cara cek riwayat DANA jika HP hilang?

Jika HP kamu hilang, jangan panik. Riwayat transaksi kamu tersimpan dengan aman di server DANA, bukan di memori internal HP kamu. Kamu cukup menginstal aplikasi DANA di perangkat baru dan login menggunakan nomor HP yang sama. Setelah melewati verifikasi keamanan (OTP dan PIN), kamu akan bisa melihat kembali semua riwayat transaksi lama kamu. Ingatlah untuk segera menghubungi customer service DANA jika HP hilang agar akunmu bisa dibekukan sementara untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak lain.

Bagaimana membedakan transaksi QRIS dan transfer bank?

Di menu Riwayat, setiap transaksi memiliki ikon dan label yang berbeda. Transaksi QRIS biasanya berlabel nama toko atau merchant (misal: ‘Kopi Kenangan’ atau ‘Indomaret’). Sedangkan transfer bank akan menampilkan nama bank tujuan dan nama penerima. Dengan memahami label ini, cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan akan jadi lebih mudah karena kamu bisa memilah mana belanja konsumtif (QRIS) dan mana pembayaran kewajiban (transfer bank).

Mengelola uang memang bukan perkara mudah, apalagi di zaman serba digital ini. Namun, dengan meluangkan waktu sedikit saja untuk mempraktikkan cara melihat total pengeluaran DANA dalam sebulan, kamu sudah selangkah lebih maju dalam mengamankan masa depan finansialmu. Ingat, setiap rupiah yang kamu catat adalah bentuk kepedulianmu terhadap diri sendiri di masa depan. Jangan biarkan saldomu habis tanpa jejak; mulailah melacak, mengevaluasi, dan menabung bersama MoneyKu sekarang juga!

Share

Postingan Terkait

cara otomatis konversi mata uang pada catatan pengeluaran

4 Cara Otomatis Konversi Mata Uang pada Catatan Pengeluaran: Anti Ribet!

Pernahkah kamu sedang asyik menikmati ramen hangat di gang sempit Tokyo atau menyeruput kopi di kafe estetik Seoul, lalu tiba-tiba teringat harus mencatat pengeluaran agar tidak kebablasan? Masalahnya, melihat angka di struk belanja dalam mata uang Yen atau Won seringkali membuat dahi berkerut. Kamu harus membuka kalkulator, mencari kurs hari ini di Google, lalu menghitungnya […]

Baca selengkapnya
cara kerja aplikasi pengatur keuangan membaca transaksi otomatis

5 Cara Kerja Aplikasi Pengatur Keuangan Membaca Transaksi Otomatis

Pernahkah kamu merasa lelah saat harus mencatat setiap pengeluaran kecil setelah seharian beraktivitas? Bayangkan, baru saja membeli kopi susu di sore hari, lalu membayar parkir, kemudian mampir ke supermarket untuk membeli kebutuhan bulanan. Jika harus mencatat satu per satu secara manual, rasanya waktu kita habis hanya untuk memindahkan angka dari struk ke dalam ponsel. Itulah […]

Baca selengkapnya
fitur pengatur keuangan di m-banking

Pilih Mana? 5 Beda Fitur Pengatur Keuangan di m-Banking vs App

Pernah tidak kamu merasa kaget saat melihat saldo di akhir bulan tiba-tiba menipis, padahal merasa tidak belanja barang mewah? Fenomena ini sering disebut sebagai “kebocoran halus,” di mana pengeluaran-pengeluaran kecil yang tidak tercatat justru menjadi beban terbesar bagi dompet kita. Di era serba digital ini, banyak dari kita mulai melirik fitur pengatur keuangan di m-banking […]

Baca selengkapnya