Resign Aman! 3 Cara Hitung Berapa Dana Darurat Sebelum Resign

MochiMochi
Bacaan 11 menit
berapa dana darurat sebelum resign

Pernahkah kamu merasa terbangun di Senin pagi dengan perasaan berat, lalu dalam hati berbisik, “Aku ingin berhenti hari ini juga”? Keinginan untuk resign atau berhenti kerja adalah hal yang sangat manusiawi, terutama bagi Gen Z yang sangat menghargai kesehatan mental dan keseimbangan hidup. Namun, sebelum kamu mengirimkan email pengunduran diri ke HRD, ada satu pertanyaan krusial yang wajib dijawab dengan angka pasti: sebenarnya berapa dana darurat sebelum resign yang harus ada di rekeningmu?

Memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tanpa persiapan finansial yang matang sering disebut sebagai rage quitting. Meski terasa memuaskan di saat itu, dampaknya bisa sangat menyakitkan dalam jangka panjang. Tanpa mengetahui hitungan berapa dana darurat sebelum resign, kamu berisiko terjebak dalam kecemasan baru, yaitu ketidakpastian cara membayar tagihan bulan depan. Artikel ini akan membedah secara mendalam langkah demi langkah untuk memastikan transisi karirmu berjalan mulus tanpa drama saldo nol rupiah.

Kenapa Harus Tahu Berapa Dana Darurat Sebelum Resign?

Banyak orang berpikir bahwa dana darurat umum sama saja dengan dana darurat untuk resign. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang sedikit berbeda. Dana darurat umum disiapkan untuk hal-hal yang tidak terduga, seperti ban bocor, genteng bocor, atau sakit mendadak. Sementara itu, saat kamu berencana berhenti kerja, kamu sedang menghadapi risiko yang sudah diketahui: kehilangan pendapatan tetap. Di sinilah pentingnya memahami berapa dana darurat sebelum resign yang spesifik untuk menutupi masa transisi tersebut.

Risiko Finansial Setelah Berhenti Kerja

Ketika kamu tidak lagi menerima gaji setiap tanggal 25, pengeluaranmu tidak otomatis berhenti. Tagihan listrik, biaya internet untuk mencari lowongan baru, hingga biaya makan sehari-hari tetap berjalan. Jika kamu tidak menghitung berapa dana darurat sebelum resign, kamu mungkin akan terpaksa mengambil pinjaman online atau menguras tabungan masa depan yang seharusnya tidak disentuh. Risiko lainnya adalah kamu menjadi terlalu putus asa dan akhirnya menerima tawaran pekerjaan apa pun yang datang pertama kali, meskipun budaya kerjanya mungkin lebih buruk dari kantor sebelumnya, hanya karena kamu butuh uang.

Bedanya Dana Darurat Umum vs Dana Cadangan Resign

Dana cadangan resign biasanya harus lebih besar daripada dana darurat biasa karena kamu tidak tahu pasti kapan akan mendapatkan gaji kembali.

Fact: Rata-rata durasi pencarian kerja bagi fresh graduate dan junior level di Indonesia — 6 bulan (2025-2026) — Source: Pusat Studi Jawa Timur (pusatstudijatim.id)

Fakta di atas menunjukkan bahwa masa transisi bisa memakan waktu hingga setengah tahun. Jika kamu hanya menyiapkan dana untuk satu atau dua bulan, kamu akan berada dalam posisi yang sangat rentan. Oleh karena itu, riset mengenai berapa dana darurat sebelum resign harus didasarkan pada realita pasar kerja saat ini, bukan sekadar optimisme semu.

3 Simulasi: Berapa Dana Darurat Sebelum Resign yang Kamu Butuhkan?

Kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada status pernikahan, tanggungan, dan rencana setelah resign. Berikut adalah tiga skenario utama untuk membantumu menentukan angka berapa dana darurat sebelum resign yang paling pas.

Skenario 1: Sudah Ada Tawaran Kerja Baru (3x Pengeluaran)

Jika kamu resign karena sudah menandatangani kontrak di perusahaan baru (offering letter sudah di tangan), kamu berada di posisi yang relatif aman. Namun, kamu tetap perlu tahu berapa dana darurat sebelum resign yang ideal. Mengapa tetap butuh? Karena biasanya ada jeda waktu antara hari terakhir di kantor lama dan gajian pertama di kantor baru.

Misalnya, kamu mulai kerja di tempat baru tanggal 15, maka gajianmu mungkin baru akan cair di akhir bulan depan. Artinya, kamu butuh napas finansial selama kurang lebih 1,5 bulan. Menyiapkan dana sebesar 3x pengeluaran bulanan adalah langkah bijak untuk mengantisipasi jika proses onboarding tertunda atau ada kebutuhan mendadak saat pindah kantor.

Skenario 2: Ingin Career Break atau Jadi Freelancer (6-9x Pengeluaran)

Memutuskan untuk istirahat sejenak demi kesehatan mental atau mencoba peruntungan sebagai pekerja lepas (freelancer) membutuhkan keberanian dan dana yang lebih besar. Dalam skenario ini, hitungan berapa dana darurat sebelum resign melonjak menjadi 6 hingga 9 kali pengeluaran bulanan.

Sebagai freelancer, pendapatanmu mungkin tidak akan langsung stabil di bulan pertama. Kamu perlu membangun portofolio dan mencari klien. Dana cadangan ini berfungsi sebagai gaji mandiri yang kamu bayarkan kepada diri sendiri selama bisnismu belum menghasilkan profit yang konsisten.

Skenario 3: Resign Karena Burnout Tanpa Rencana (12x Pengeluaran)

Inilah kondisi yang paling berisiko namun sering terjadi. Jika kamu merasa sudah tidak sanggup lagi bertahan meski belum punya rencana cadangan, angka berapa dana darurat sebelum resign yang disarankan adalah minimal 12 kali pengeluaran bulanan. Angka satu tahun ini memberikanmu ketenangan total untuk benar-benar pulih dari burnout, mengeksplorasi minat baru, atau bahkan belajar skill baru tanpa harus pusing memikirkan biaya hidup.

Skenario Resign Jumlah Dana Darurat (x Pengeluaran) Tingkat Risiko
Sudah Ada Kerja Baru 3 Bulan Rendah
Freelance / Bisnis 6 – 9 Bulan Menengah
Tanpa Rencana (Burnout) 12 Bulan Tinggi
Punya Tanggungan (Keluarga) 12 Bulan + Sangat Tinggi

Cara Menghitung Pengeluaran Bulanan Asli (Bukan Tebakan)

Kesalahan terbesar saat menentukan berapa dana darurat sebelum resign adalah menebak-nebak angka pengeluaran. Seringkali kita merasa pengeluaran kita hanya 5 juta sebulan, padahal setelah diaudit, angkanya mencapai 7 juta karena banyak “biaya siluman” seperti biaya langganan aplikasi atau jajan kopi yang tidak tercatat.

Audit Pengeluaran Wajib vs Opsional

Langkah pertama adalah memisahkan kebutuhan primer dan sekunder. Saat tidak bekerja, kamu mungkin bisa memotong biaya nongkrong di kafe mahal, tapi kamu tetap tidak bisa berhenti membayar sewa kos atau cicilan motor. Kamu harus benar-benar jujur dalam [catat pengeluaran harian]cara catat pengeluaran harian selama minimal 3 bulan terakhir untuk mendapatkan angka rata-rata yang akurat.

Dengan mengetahui angka pasti ini, kamu bisa membuat simulasi berapa dana darurat sebelum resign yang lebih realistis. Jangan lupa untuk memasukkan biaya transportasi yang mungkin meningkat saat kamu harus bolak-balik menghadiri interview kerja secara offline.

Menghitung Biaya Asuransi dan Pajak Mandiri

Banyak karyawan lupa bahwa asuransi kesehatan (BPJS) dan pajak penghasilan biasanya diurus oleh kantor. Begitu resign, tanggung jawab ini pindah ke pundakmu sendiri. Pastikan dalam hitungan berapa dana darurat sebelum resign, kamu sudah memasukkan iuran BPJS Kesehatan mandiri. Kehilangan asuransi di saat tidak punya penghasilan adalah kombinasi yang sangat berbahaya bagi keuanganmu.

Selain itu, mulailah belajar [atur budget bulanan]atur budget bulanan dengan memasukkan kategori “Dana Transisi”. Di MoneyKu, kamu bisa melihat histori pengeluaranmu per kategori untuk mengetahui bagian mana yang paling banyak memakan biaya dan mana yang bisa dipangkas saat kamu tidak bekerja nanti.

Skenario Nyata: Cerita Budi yang Resign Bermodal Nekat vs Terencana

Mari kita lihat perbandingan antara dua orang sahabat, Budi A dan Budi B, yang sama-sama berusia 24 tahun dan merasa burnout di pekerjaan mereka sebagai staf operasional.

Budi A (Si Nekat):
Budi A merasa sudah sangat stres dan memutuskan resign secara mendadak tanpa tahu berapa dana darurat sebelum resign yang dimilikinya. Dia hanya punya saldo 5 juta di rekening, sementara pengeluaran bulanannya adalah 4 juta.

Bulan pertama, Budi A merasa lega karena bisa bangun siang. Namun memasuki bulan kedua, saldonya tersisa 1 juta. Dia mulai panik karena belum mendapat panggilan interview. Akhirnya, Budi A terpaksa mengambil pinjaman online untuk membayar kos. Di bulan ketiga, karena tumpukan utang dan kepanikan, dia menerima pekerjaan sebagai kurir ekspedisi dengan jam kerja yang jauh lebih berat dari kantor lamanya. Alih-alih sembuh dari burnout, stres Budi A justru bertambah berkali-kali lipat.

Budi B (Si Terencana):
Budi B juga merasakan stres yang sama, tapi dia menahan diri selama 6 bulan untuk menabung. Dia menghitung dengan teliti berapa dana darurat sebelum resign yang dibutuhkan. Dengan pengeluaran 4 juta, dia berhasil mengumpulkan 24 juta (6x pengeluaran).

Saat resign, Budi B memiliki ketenangan pikiran. Dia menggunakan 2 bulan pertama untuk benar-benar istirahat dan mengambil kursus singkat desain grafis yang selama ini dia minati. Di bulan ke-4, dia mulai melamar kerja sebagai desainer junior. Karena dia tidak dalam posisi “kepepet uang”, Budi B bisa menegosiasikan gaji dengan lebih percaya diri. Akhirnya di bulan ke-5, dia mendapatkan pekerjaan impian dengan gaji yang lebih tinggi.

Fact: Tingkat pengangguran terbuka lulusan universitas di Indonesia — 6,23 persen (Februari 2025) — Source: Agavi (agavi.id)

Fakta ini mengingatkan kita bahwa persaingan sangat ketat. Tanpa dana darurat, kamu akan kalah sebelum berperang di pasar tenaga kerja.

Awas Terjebak! Kesalahan Fatal Saat Menghitung Dana Resign

Jangan sampai semangatmu untuk bebas dari kantor justru membawamu ke lubang jarum finansial. Berikut adalah beberapa kesalahan umum saat menentukan berapa dana darurat sebelum resign.

Lupa Menghitung Cicilan atau Hutang Berjalan

Banyak Gen Z yang memiliki cicilan paylater atau barang elektronik. Saat menghitung berapa dana darurat sebelum resign, cicilan ini wajib masuk dalam pengeluaran bulanan tetap. Jika kamu punya utang yang bunganya tinggi, sangat disarankan untuk melunasinya terlebih dahulu sebelum resign. Membawa beban utang ke masa tanpa penghasilan adalah resep menuju bencana.

Kamu bisa mempelajari [tips manajemen keuangan Gen Z]tips manajemen keuangan Gen Z untuk memahami cara memprioritaskan pelunasan utang sebelum mengambil keputusan besar seperti berhenti kerja. Ingat, kebebasan sejati dimulai dari neraca keuangan yang bersih.

Mengabaikan Biaya Gaya Hidup yang Sulit Dikurangi

Kita sering merasa bisa hidup hemat dengan hanya makan mie instan saat tidak bekerja. Namun kenyataannya, merombak gaya hidup secara drastis dalam waktu singkat sangatlah sulit dan bisa menambah stres mental. Jika kamu terbiasa berlangganan layanan streaming musik dan film, atau rutin membeli paket data besar, masukkan itu ke dalam hitungan berapa dana darurat sebelum resign. Jangan membuat dirimu terlalu menderita di masa transisi.

Tidak Menyiapkan Dana ‘Tak Terduga’ untuk Kesehatan

Sakit tidak pernah memberikan kabar kapan ia akan datang. Saat stres mencari kerja, daya tahan tubuh seringkali menurun. Jika kamu hanya menghitung pengeluaran untuk makan dan tempat tinggal dalam berapa dana darurat sebelum resign, satu kali saja kamu harus ke dokter, seluruh rencana finansialmu bisa berantakan.

Langkah Praktis Mulai Menabung di Aplikasi MoneyKu

Sekarang setelah kamu tahu target angka berapa dana darurat sebelum resign, saatnya bergerak untuk mengumpulkannya. Jangan menunda sampai besok, mulailah hari ini dengan bantuan teknologi.

Gunakan Fitur ‘Saving Plans’ dengan Ikon Kucing Lucu

Di aplikasi MoneyKu, kamu bisa memanfaatkan [fitur saving plans MoneyKu]fitur saving plans MoneyKu untuk menyisihkan uang secara otomatis. Kamu bisa memberi nama rencana tabunganmu “Tiket Kebebasan” atau “Dana Resign Aman”. Visualisasi yang menarik dan karakter kucing yang lucu di aplikasi akan membantu mengurangi kecemasanmu saat melihat saldo yang perlahan bertambah.

Pisahkan Kategori ‘Dana Resign’ Agar Tidak Terpakai

Pemisahan mental adalah kunci sukses menabung. Masukkan target berapa dana darurat sebelum resign ke dalam kategori khusus di MoneyKu. Dengan begitu, setiap kali kamu tergoda untuk melakukan checkout belanja online yang tidak perlu, kamu akan diingatkan bahwa uang tersebut adalah modalmu untuk mendapatkan hidup yang lebih baik di masa depan.

Pantau Progres Setiap Habis Gajian

Setiap kali gajian masuk, segera alokasikan persentase tertentu (misalnya 20-30%) untuk dana ini. MoneyKu akan memberikan grafik progres yang memuaskan. Melihat persentase yang mendekati 100% dari target berapa dana darurat sebelum resign akan memberimu dorongan dopamin yang lebih sehat daripada sekadar belanja barang konsumtif.

Pertanyaan Populer Seputar Dana Darurat dan Resign

Berikut adalah beberapa hal yang sering ditanyakan oleh mereka yang sedang menghitung berapa dana darurat sebelum resign.

Bolehkah pakai uang pesangon sebagai dana darurat?
Sebaiknya jangan jadikan pesangon sebagai satu-satunya tumpuan. Kenapa? Karena proses pencairan pesangon terkadang memakan waktu atau bahkan jumlahnya tidak sesuai ekspektasi. Anggaplah pesangon sebagai bonus atau tambahan keamanan, tapi tetaplah menabung dana daruratmu sendiri dari gaji bulanan sebelum berhenti.

Bagaimana jika dana darurat belum cukup tapi sudah ingin resign?
Cobalah untuk bertahan sedikit lebih lama (misalnya 3 bulan lagi) sambil melakukan penghematan agresif. Jika alasan resign adalah masalah kesehatan mental yang sudah sangat parah, pertimbangkan untuk mengambil cuti panjang (unpaid leave) terlebih dahulu daripada langsung resign. Namun, jika harus tetap resign sekarang, pastikan kamu memiliki support system (seperti tinggal bersama orang tua untuk sementara waktu) untuk menekan biaya hidup hingga angka berapa dana darurat sebelum resign yang kamu miliki cukup untuk bertahan.

Apa investasi yang cocok untuk menyimpan dana cadangan resign?
Karena dana ini harus likuid (mudah dicairkan), jangan menyimpannya di instrumen yang berisiko tinggi atau memiliki jangka waktu panjang seperti saham atau properti. Reksadana pasar uang atau tabungan digital dengan bunga kompetitif adalah pilihan terbaik. Intinya, saat kamu butuh uang untuk membayar kos besok pagi, uang tersebut harus sudah bisa tersedia di rekening dalam waktu singkat.

Apakah dana darurat harus dalam bentuk uang tunai?
Tidak perlu seluruhnya tunai di bawah bantal, tapi pastikan sebagian besar berada di rekening bank yang mudah diakses lewat ATM atau transfer. Saat menghitung berapa dana darurat sebelum resign, pastikan kamu tidak menghitung aset fisik seperti perhiasan atau gadget yang butuh waktu lama untuk dijual.

Mengetahui berapa dana darurat sebelum resign adalah bentuk kasih sayang pada dirimu di masa depan. Dengan persiapan yang matang, resign bukan lagi sebuah pelarian yang menakutkan, melainkan sebuah lompatan strategis menuju karir yang lebih membahagiakan. Jadi, sudahkah kamu mulai menghitung angka kebebasanmu hari ini?

Share

Postingan Terkait

instrumen investasi terbaik untuk tabungan jangka pendek

7 Instrumen Investasi Terbaik Jangka Pendek yang Aman & Cuan

Pernahkah kamu merasa uang di tabungan bank biasa seolah-olah jalan di tempat, atau malah nilainya berkurang karena terpotong biaya admin bulanan? Bagi banyak anak muda, mencari instrumen investasi terbaik untuk tabungan jangka pendek menjadi langkah krusial untuk memastikan uang yang dikumpulkan tidak habis ‘dimakan’ inflasi. Memasuki tahun 2026, pilihan investasi semakin beragam, mulai dari yang […]

Baca selengkapnya
cara menyisihkan uang tabungan di awal bulan

6 Cara Menyisihkan Uang Tabungan di Awal Bulan: Trik Jitu

Pernahkah kamu merasa baru saja gajian, tapi beberapa hari kemudian saldo di rekening sudah menipis secara misterius? Kamu tidak sendirian. Banyak dari kita yang masih terjebak dalam siklus “menabung sisa gaji”. Padahal, kunci utama dari kebebasan finansial bukanlah seberapa besar gaji yang kamu terima, melainkan seberapa disiplin kamu dalam menerapkan cara menyisihkan uang tabungan di […]

Baca selengkapnya
cara menabung untuk kado ulang tahun orang tua

7 Cara Menabung untuk Kado Ulang Tahun Orang Tua Tanpa Ribet

Membahagiakan orang tua adalah salah satu bentuk syukur yang paling tulus bagi seorang anak. Di tengah kesibukan sekolah, kuliah, atau pekerjaan, sering kali kita ingin memberikan sesuatu yang bermakna di hari spesial mereka. Namun, niat baik ini terkadang terganjal oleh kondisi keuangan yang tidak menentu. Itulah sebabnya, memahami cara menabung untuk kado ulang tahun orang […]

Baca selengkapnya