Waspadai 5 Risiko Buy Now Pay Later Online Ini

MochiMochi
Bacaan 11 menit
risiko buy now pay later online

Kemudahan berbelanja kini semakin terasa dengan hadirnya layanan “Buy Now Pay Later” (BNPL) online yang semakin marak di Indonesia. Konsep ini memungkinkan kamu mendapatkan barang impian sekarang dan membayarnya nanti, seringkali dalam cicilan tanpa bunga. Namun, di balik kemudahan yang menggoda tersebut, tersembunyi berbagai risiko buy now pay later online yang patut diwaspadai agar dompet dan kesehatan finansialmu tetap terjaga. Terutama bagi generasi muda yang gemar bertransaksi digital, memahami potensi jebakan utang BNPL adalah langkah awal yang krusial untuk mengelola keuangan pribadi dengan lebih cerdas.

Apa Itu Buy Now Pay Later (BNPL) dan Mengapa Penting?

Di era digital yang serba cepat ini, berbagai inovasi finansial terus bermunculan untuk memudahkan transaksi sehari-hari. Salah satu yang paling populer adalah layanan Buy Now Pay Later (BNPL). Konsep ini seolah menjadi solusi instan bagi siapa saja yang ingin memenuhi kebutuhan atau keinginan tanpa harus menunggu menabung terlalu lama. Namun, penting untuk memahaminya lebih dalam agar tidak terjebak dalam potensi masalah finansial. Diperkirakan pada tahun 2025-2026, adopsi layanan Buy Now Pay Later di kalangan anak muda Indonesia akan terus meningkat pesat, didorong oleh kemudahan akses dan promosi yang gencar. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang cara kerjanya dan risikonya menjadi sangat vital.

Definisi Singkat BNPL

Buy Now Pay Later (BNPL) secara sederhana dapat diartikan sebagai layanan pembayaran yang memungkinkan konsumen untuk membeli produk atau jasa sekarang, lalu membayarnya di kemudian hari, biasanya dalam beberapa kali cicilan. Layanan ini semakin populer karena menawarkan kemudahan dan fleksibilitas yang belum tentu ada pada metode pembayaran tradisional seperti kartu kredit atau cicilan bank. BNPL hadir sebagai jembatan finansial, memungkinkan akses barang yang mungkin sebelumnya terasa di luar jangkauan anggaran saat itu juga.

Bagaimana Cara Kerja BNPL?

Proses penggunaan BNPL umumnya cukup sederhana dan cepat, membuatnya sangat menarik bagi pengguna yang menginginkan efisiensi. Pertama, saat kamu berbelanja di toko online atau offline yang bekerja sama dengan penyedia BNPL, pilih opsi pembayaran BNPL. Kamu akan diminta untuk melakukan pendaftaran singkat atau login jika sudah terdaftar. Proses ini seringkali memerlukan verifikasi data diri, seperti KTP dan nomor telepon, untuk memastikan identitas pengguna. Setelah disetujui oleh sistem penyedia BNPL (biasanya dalam hitungan menit), kamu bisa menyelesaikan transaksi.

Pembayaranmu akan ditanggung oleh penyedia BNPL secara langsung kepada penjual. Sementara itu, kamu memiliki kewajiban untuk membayar kembali kepada penyedia BNPL sesuai dengan tenor dan jadwal yang telah disepakati. Tenor ini bisa bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, dengan pilihan pembayaran penuh di akhir periode atau dicicil bulanan.

Manfaat Umum (dari sisi pengguna)

Mengapa BNPL begitu digemari, terutama di kalangan anak muda? Tentu saja karena manfaat yang ditawarkannya. Fleksibilitas pembayaran adalah daya tarik utama. Kamu bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan segera, seperti ponsel baru untuk menunjang produktivitas, peralatan rumah tangga esensial, atau bahkan tiket perjalanan impian, tanpa harus menunda pembayaran sampai gajian tiba.

Banyak penyedia BNPL juga menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga jika kamu mampu melunasinya tepat waktu. Ini bisa menjadi alternatif yang menarik daripada menggunakan kartu kredit yang seringkali memiliki bunga lebih tinggi atau menunggu menabung yang membutuhkan waktu lebih lama. Dengan pemahaman yang baik dan penggunaan yang bertanggung jawab, BNPL bisa menjadi alat bantu finansial yang cerdas untuk mengelola arus kas.

Untuk memahami lebih jauh tentang konsep dasar layanan ini dan bagaimana ia beroperasi dalam ekosistem keuangan modern, kamu bisa membaca lebih lanjut mengenai Konsep BNPL.

Mengungkap Risiko Buy Now Pay Later Online yang Mengintai

Di balik pesona kemudahan dan fleksibilitasnya, layanan Buy Now Pay Later online menyimpan berbagai risiko buy now pay later online yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat berujung pada masalah finansial serius. Terutama di kalangan anak muda Indonesia, yang diperkirakan akan terus meningkatkan adopsi layanan ini pada tahun 2025-2026, kesadaran akan potensi bahaya ini menjadi sangat penting. Banyak dari mereka yang belum sepenuhnya memahami implikasi jangka panjang dari penggunaan BNPL secara impulsif. Memahami setiap risiko buy now pay later online adalah langkah pencegahan terbaik.

Terlilit Utang yang Tidak Terkendali

Salah satu risiko buy now pay later online yang paling sering terjadi adalah terjerumus dalam utang yang tidak terkendali. Kemudahan untuk langsung mendapatkan barang yang diinginkan, tanpa harus mengeluarkan uang tunai saat itu juga, bisa memicu perilaku belanja impulsif. Tanpa disadari, kamu mungkin akan terus menerus menggunakan BNPL untuk berbagai pembelian, mulai dari kebutuhan primer yang mendesak hingga barang-barang sekunder atau gaya hidup yang sebenarnya tidak esensial.

Perilaku ini bisa menciptakan siklus belanja yang sulit dihentikan. Akibatnya, jumlah tagihan BNPL bisa menumpuk dengan cepat. Data menunjukkan bahwa rata-rata jumlah utang BNPL per pengguna di Indonesia bisa menjadi cukup besar jika tidak dikelola dengan baik, bahkan beberapa bisa mencapai jutaan rupiah hanya dari pembelian-pembelian kecil yang jika diakumulasi menjadi sangat besar. Tumpukan utang ini tentu saja menjadi beban finansial yang berat, terutama jika pendapatanmu tidak mencukupi untuk melunasinya. Kesulitan melunasi utang BNPL dapat memicu stres dan berdampak pada kesehatan mental.

Bunga dan Biaya Tersembunyi yang Mahal

Meskipun banyak promosi BNPL yang mengklaim “cicilan 0% bunga”, ada berbagai risiko buy now pay later online terkait biaya tersembunyi yang perlu kamu waspadai. Jika kamu terlambat membayar tagihan, penyedia BNPL sering kali mengenakan biaya keterlambatan, denda, atau biaya administrasi tambahan. Biaya-biaya ini bisa bertambah signifikan dan membuat total utangmu membengkak, seringkali lebih besar dari nilai pokok pinjaman awal.

Selain itu, ada juga penyedia yang menerapkan bunga tersembunyi dalam skema cicilan mereka, meskipun tidak diinformasikan secara gamblang di awal. Jenis biaya tersembunyi yang paling umum dikenakan oleh penyedia BNPL di Indonesia meliputi biaya keterlambatan, biaya administrasi bulanan, biaya penagihan, bahkan biaya provisi. Penting untuk selalu membaca syarat dan ketentuan dengan cermat untuk mengetahui rincian biaya yang mungkin timbul. Kegagalan memahami rincian ini bisa berujung pada pengeluaran tak terduga yang memberatkan.

Dampak Negatif pada Riwayat Kredit Anda

Fenomena risiko buy now pay later online tidak berhenti pada tumpukan utang dan biaya tambahan saja. Keterlambatan pembayaran tagihan BNPL dapat tercatat dalam riwayat kredit Anda, yang berpotensi menurunkan skor kredit Anda. Di Indonesia, platform seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK mencatat riwayat kredit seluruh masyarakat. Setiap keterlambatan pembayaran, sekecil apapun, bisa dilaporkan dan terekam.

Apabila kamu memiliki catatan keterlambatan pembayaran BNPL, ini bisa menjadi sinyal merah bagi lembaga keuangan lain saat kamu mengajukan pinjaman di masa depan, seperti kredit kendaraan, KPR, atau bahkan kartu kredit baru. Persentase pengguna BNPL di Indonesia yang pernah mengalami keterlambatan pembayaran menunjukkan bahwa ini adalah masalah yang cukup umum dan dampaknya bisa sangat serius. Dampak keterlambatan pembayaran BNPL terhadap skor kredit di Indonesia dapat sangat merugikan dan mempersulitmu untuk mendapatkan akses ke produk keuangan penting lainnya, seperti pinjaman untuk membangun rumah atau modal usaha. Memahami Dampak BNPL pada Skor Kredit adalah langkah krusial.

Potensi Penipuan dan Keamanan Data Pengguna

Selain isu finansial, risiko buy now pay later online juga mencakup ancaman keamanan data. Mengingat proses pendaftaran BNPL sering kali memerlukan data pribadi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, alamat email, bahkan informasi rekening bank atau detail kartu kredit, potensi penyalahgunaan data sangatlah nyata. Jika kamu tidak berhati-hati dalam memilih penyedia BNPL, data pribadimu bisa saja jatuh ke tangan yang salah dan disalahgunakan untuk penipuan identitas, pembukaan akun palsu, atau bahkan kejahatan finansial lainnya.

Penting untuk memastikan bahwa penyedia BNPL yang kamu gunakan adalah lembaga yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ciri-ciri penyedia BNPL ilegal seringkali menawarkan persetujuan yang terlalu mudah tanpa verifikasi ketat, membebankan bunga dan denda yang sangat tinggi, serta tidak memiliki alamat kantor yang jelas. Selalu prioritaskan keamanan data pribadi Anda.

Skenario Nyata: Jebakan Utang BNPL

Bayangkan situasi ini: Ani, seorang mahasiswi semester akhir yang baru saja mendapat dana magang, sedang asyik berselancar di toko online favoritnya. Ia melihat sebuah smartphone baru yang sangat ia inginkan, spesifikasinya keren dan harganya lumayan. Gara-gara melihat promo “Bayar Nanti 0% Bunga”, Ani langsung tergiur. Tanpa pikir panjang, ia memilih opsi BNPL.

Prosesnya sangat cepat. Hanya dalam hitungan menit, ponsel impiannya sudah siap dibeli. Ani merasa senang bukan kepalang. Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama. Beberapa minggu kemudian, ia lupa bahwa ia punya tagihan BNPL yang harus dibayar. Ia terpaksa menunda pembelian skincare langganannya karena harus membayar tagihan ponsel. Mengingat pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi, Ani merasa sedikit cemas karena lupa.

Tak berhenti di situ, godaan lain datang. Ia melihat outfit keren untuk acara kelulusan temannya, dan lagi-lagi, opsi BNPL hadir sebagai “penyelamat”. Ani kembali menggunakan fitur tersebut, meyakinkan diri bahwa ia bisa mengelolanya. Akhirnya, Ani kini memiliki dua tagihan BNPL yang jatuh tempo di waktu berdekatan, belum lagi ditambah tagihan pulsa dan paket data yang juga kadang ia bayar belakangan.

Akhirnya, Ani harus memutar otak untuk menutupi semua tagihannya. Ia terpaksa mengurangi jatah makan sehari-hari, menunda liburan bersama teman-teman, dan bahkan menghindari ajakan nongkrong agar uangnya cukup untuk membayar cicilan. Ia mulai merasakan stres dan cemas setiap kali melihat notifikasi pembayaran. Inilah gambaran nyata dari risiko buy now pay later online yang seringkali dialami banyak anak muda yang belum siap secara finansial. Pengalaman Ani mengajarkan betapa mudahnya terjerumus dalam godaan belanja tanpa perhitungan yang matang, sebuah jebakan yang bisa dihindari dengan Tips Menghindari Utang BNPL.

Bagaimana Menghindari Jebakan BNPL?

Menghadapi berbagai risiko buy now pay later online yang telah kita bahas, bukan berarti kamu harus sepenuhnya menghindari layanan ini. BNPL bisa menjadi alat bantu finansial yang berguna jika digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab. Kuncinya adalah disiplin dan kesadaran diri. Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan agar terhindar dari jebakan utang BNPL:

Pahami Kemampuan Finansial Diri Sendiri

Sebelum memutuskan untuk menggunakan BNPL, luangkan waktu untuk mengevaluasi kondisi finansialmu secara jujur. Hitung berapa sisa pendapatanmu setelah kebutuhan primer (makan, tempat tinggal, transportasi, tagihan wajib) terpenuhi. Apakah ada cukup ruang dalam anggaranmu untuk menanggung tagihan BNPL di samping kebutuhan-kebutuhan tersebut? Membuat anggaran bulanan yang rinci, misalnya menggunakan aplikasi pelacak pengeluaran, adalah langkah krusial untuk memahami Mengelola Keuangan Pribadi. Dengan begini, kamu bisa menentukan apakah penggunaan BNPL benar-benar bijak atau justru akan membebani keuanganmu.

Baca Syarat dan Ketentuan dengan Cermat

Jangan pernah terburu-buru menyetujui penggunaan BNPL tanpa membaca detail syarat dan ketentuannya. Ini adalah aspek krusial dari Pentingnya Literasi Keuangan. Perhatikan baik-baik mengenai rincian bunga, biaya keterlambatan, biaya administrasi, dan denda yang mungkin dikenakan. Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar memahami semua biaya ini?” Memahami seluruh klausul akan membantumu menghindari kejutan biaya yang tidak diinginkan di kemudian hari, yang seringkali menjadi bagian dari risiko buy now pay later online.

Gunakan BNPL Hanya untuk Kebutuhan Mendesak

Idealnya, BNPL sebaiknya hanya digunakan untuk pembelian yang benar-benar mendesak dan penting. Pertimbangkan kembali apakah barang tersebut adalah “kebutuhan” atau hanya “keinginan” semata. Contohnya, jika perangkat elektronik untuk kuliahmu tiba-tiba rusak dan kamu membutuhkannya segera untuk tugas, atau ada keperluan medis mendesak yang membutuhkan pembayaran cepat. Hindari menggunakannya untuk barang-barang konsumtif yang tidak esensial, seperti gadget terbaru atau pakaian bermerek, hanya karena ada promo pembayaran cicilan. Mengendalikan keinginan adalah salah satu Tips Menghindari Utang BNPL yang paling efektif.

Pantau Pengeluaran Anda Secara Rutin

Disiplin dalam mencatat dan memantau setiap pengeluaran adalah kunci utama agar tidak terjerat risiko buy now pay later online. Kamu bisa menggunakan berbagai alat bantu, salah satunya adalah aplikasi pelacak pengeluaran. Aplikasi seperti MoneyKu dapat membantumu mencatat setiap transaksi, mengkategorikannya secara otomatis, dan memberikan visualisasi pengeluaranmu dalam bentuk grafik yang mudah dipahami. Dengan begini, kamu bisa melihat ke mana saja uangmu mengalir, termasuk pengeluaran dari BNPL, dan memastikan kamu tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan.

Pertanyaan Umum Seputar Risiko BNPL

Banyak hal yang mungkin masih membuatmu penasaran terkait penggunaan BNPL. Berikut beberapa pertanyaan umum yang sering muncul beserta jawabannya, membantu kamu memahami lebih dalam mengenai risiko buy now pay later online:

Apakah BNPL Selalu Berbahaya?

Tidak selalu. Seperti pisau bermata dua, BNPL bisa sangat membantu jika digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab. Kemudahan akses dan potensi bunga 0% (jika dibayar tepat waktu) bisa menjadi keuntungan finansial. Namun, potensi bahaya seperti terjerat utang dan biaya tersembunyi selalu ada jika pengguna tidak hati-hati dalam mengelolanya. Kuncinya ada pada kedisiplinan, kesadaran diri, dan literasi finansial yang baik.

Apa yang Terjadi Jika Saya Terlambat Membayar Tagihan BNPL?

Jika kamu terlambat membayar tagihan BNPL, konsekuensinya bisa beragam tergantung kebijakan masing-masing penyedia. Umumnya, kamu akan dikenakan biaya keterlambatan, denda, atau biaya administrasi tambahan. Dalam kasus yang lebih parah, keterlambatan pembayaranmu bisa dilaporkan ke lembaga kredit, yang akan berdampak buruk pada riwayat kreditmu dan mempersulit akses ke pinjaman lain di masa depan.

Bagaimana BNPL Mempengaruhi Skor Kredit di Indonesia?

Sistem pelaporan kredit di Indonesia, seperti SLIK OJK, mencatat riwayat pembayaran pinjaman, termasuk dari layanan BNPL. Jika kamu sering terlambat membayar atau gagal bayar, informasi ini akan tercatat. Catatan buruk ini dapat menurunkan skor kreditmu, sehingga menyulitkanmu mendapatkan persetujuan untuk pinjaman lain di masa depan, seperti KPR atau kredit kendaraan. Memahami Dampak BNPL pada Skor Kredit adalah langkah krusial untuk menjaga kesehatan finansial jangka panjang.

Adakah Cara Aman Menggunakan BNPL?

Cara aman menggunakan BNPL adalah dengan memosisikannya sebagai alat bantu, bukan solusi utama untuk setiap pembelian. Selalu gunakan BNPL hanya ketika kamu benar-benar membutuhkan sesuatu dan yakin mampu membayar tagihannya tepat waktu sesuai kemampuan finansialmu. Hindari godaan belanja impulsif dan pastikan kamu telah membaca seluruh syarat dan ketentuan sebelum menyetujuinya. Ingatlah bahwa mengelola utang dengan baik adalah prioritas utama.

Share

Postingan Terkait

cara cicil hp tanpa kartu kredit lewat paylater

5 Cara Cicil HP Tanpa Kartu Kredit Lewat Paylater (2026)

Pernahkah kamu merasa gatal ingin ganti gadget tapi tabungan belum cukup? Kamu tidak sendirian. Di tahun 2026 ini, memiliki smartphone dengan spesifikasi mumpuni sudah menjadi kebutuhan primer, baik untuk bekerja, kuliah, hingga sekadar mencari hiburan. Namun, harga smartphone flagship atau mid-range yang semakin melambung seringkali menjadi penghalang bagi anak muda yang belum memiliki penghasilan tetap […]

Baca selengkapnya
cara menonaktifkan paylater

5 Cara Menonaktifkan Paylater & Tips Stop Hidup Konsumtif

Pernahkah kamu merasa jantung berdegup kencang saat melihat notifikasi tagihan di awal bulan? Atau mungkin kamu merasa saldo tabunganmu seperti ‘numpang lewat’ saja karena harus langsung disetorkan untuk cicilan belanja bulan lalu? Fenomena ‘Buy Now, Pay Later’ (BNPL) memang menawarkan kemudahan yang sangat menggoda, namun bagi banyak orang, kemudahan ini justru menjadi pintu masuk menuju […]

Baca selengkapnya
bahaya gestun paylater dan risikonya bagi limit

5 Bahaya Gestun Paylater dan Risikonya Bagi Limit Anda

Pernahkah kamu merasa sangat membutuhkan uang tunai mendesak, sementara saldo di rekening bank sudah menipis? Di saat yang sama, kamu melihat limit paylater di aplikasi belanja masih sangat besar, mencapai jutaan rupiah. Godaan untuk mencairkan limit tersebut menjadi uang tunai—atau yang populer disebut dengan istilah gesek tunai (gestun)—pasti terasa sangat besar. Namun, sebelum kamu melangkah […]

Baca selengkapnya