21 Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Ditanggung BPJS: Jangan Sampai Boncos!

MochiMochi
Bacaan 11 menit
daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs

Pernahkah kamu membayangkan sedang mengantre di kasir rumah sakit, sudah menyiapkan kartu BPJS Kesehatan dengan percaya diri, lalu tiba-tiba petugas administrasi berkata, “Maaf Kak, layanan ini tidak ditanggung BPJS, jadi totalnya Rp5.700.000 ya”? Rasanya pasti seperti disambar petir di siang bolong. Bagi kita yang berada di rentang usia 18-25 tahun, memahami daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs bukan cuma soal tahu aturan, tapi soal menjaga agar tabungan yang sudah dikumpulkan susah payah tidak ludes dalam semalam. Di sinilah pentingnya perencanaan keuangan untuk anak muda yang matang agar kita tidak terjebak dalam ekspektasi bahwa BPJS adalah “kartu sakti” yang bisa meng-cover segala hal tanpa batas.

BPJS Kesehatan memang program yang luar biasa keren dan sangat membantu masyarakat Indonesia. Namun, seperti semua sistem asuransi sosial di dunia, ada batasan-batasan tertentu yang ditetapkan pemerintah agar program ini tetap berkelanjutan secara finansial. Memahami daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs adalah langkah pertama untuk menjadi dewasa yang cerdas secara finansial. Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber perlindungan saja tanpa tahu di mana letak celahnya. Mari kita bedah satu per satu aturan terbaru ini supaya kamu bisa lebih siap menghadapi ketidakpastian di masa depan.

Mengapa Anda Harus Tahu Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Ditanggung BPJS?

Banyak dari kita yang menganggap bahwa selama kita membayar iuran setiap bulan, maka semua penyakit dan prosedur medis akan otomatis gratis. Sayangnya, realitas di lapangan seringkali berbeda. Memahami daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs membantu kita untuk mengatur ekspektasi. Bayangkan jika kamu ingin melakukan perawatan kulit karena jerawat yang mengganggu kepercayaan diri, atau ingin merapikan gigi agar senyum lebih menawan. Jika kamu tidak tahu bahwa hal-hal tersebut tidak ditanggung, kamu mungkin akan kaget saat harus membayar penuh dari kantong pribadi.

Ekspektasi vs Realitas: BPJS Bukan ‘Kartu Sakti’ Tanpa Batas

Dalam dunia medis, ada pemisahan antara kebutuhan medis mendasar (medical necessity) dan keinginan pribadi atau estetika. BPJS Kesehatan fokus pada kategori pertama. Jika sebuah tindakan dilakukan hanya untuk mempercantik diri atau tidak berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa, kemungkinan besar tindakan tersebut masuk ke dalam daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs.

Selain itu, ada juga batasan plafon untuk alat-alat kesehatan tertentu. Misalnya, subsidi untuk kacamata atau alat bantu dengar memiliki limit harga. Jika kamu memilih frame yang harganya jutaan rupiah, selisih harganya harus kamu tanggung sendiri. Tanpa adanya dana darurat yang memadai, selisih biaya ini bisa mengacaukan budget bulanan kamu yang sudah disusun rapi di aplikasi MoneyKu.

Pentingnya Perencanaan Finansial untuk Kesehatan di Usia Muda

Bagi anak muda usia 18-25 tahun, kesehatan seringkali dianggap sebagai aset yang “pasti ada”. Kita merasa kuat, jarang sakit, dan merasa belum perlu memikirkan biaya rumah sakit yang mahal. Padahal, risiko kesehatan bisa datang kapan saja, mulai dari kecelakaan saat berkendara hingga penyakit kritis yang tidak memandang usia.

Dengan mengetahui daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs, kamu bisa mulai memikirkan apakah kamu butuh asuransi kesehatan tambahan untuk menutupi celah yang ada. Perencanaan yang baik berarti kamu sudah tahu risiko apa yang bisa di-handle oleh negara dan risiko apa yang harus kamu tanggung sendiri dengan uang tabunganmu.

Ini Dia Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Ditanggung BPJS (Berdasarkan Aturan Terbaru)

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024, terdapat aturan yang lebih spesifik mengenai apa saja yang masuk ke dalam jaminan dan apa yang tidak. Penting untuk dicatat bahwa aturan ini dibuat untuk memastikan efisiensi anggaran negara agar layanan yang bersifat mendesak tetap bisa berjalan optimal.

Fact: Jumlah kategori pelayanan kesehatan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan berdasarkan Pasal 52 ayat (1) Perpres No. 59 Tahun 2024. — 21 kategori layanan (2024) — Source: Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024

Berikut adalah rincian mendalam dari daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs yang perlu kamu perhatikan:

1. Pelayanan Kesehatan untuk Tujuan Estetika atau Kosmetik

Ini adalah kategori yang paling sering memicu perdebatan di kasir. Segala tindakan yang tujuannya hanya untuk mempercantik diri, seperti operasi plastik untuk memancungkan hidung, sedot lemak, atau perawatan kulit untuk menghilangkan bekas luka yang tidak mengganggu fungsi tubuh, tidak akan ditanggung oleh BPJS. Jadi, jika kamu berencana melakukan prosedur ini, pastikan kamu sudah melakukan manajemen pengeluaran bulanan yang ketat untuk menabung biaya prosedurnya secara mandiri.

2. Pengobatan Infertilitas (Program Hamil)

Bagi pasangan muda yang sedang merencanakan buah hati namun mengalami kendala kesuburan, perlu diketahui bahwa prosedur seperti Bayi Tabung (IVF) atau inseminasi buatan masuk ke dalam daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs. Biaya untuk program ini sangat bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, persiapan finansial sejak dini sangat krusial.

3. Meratakan Gigi (Ortodonti) Tanpa Indikasi Medis

Pemasangan kawat gigi atau behel hanya ditanggung jika ada indikasi medis yang sangat serius yang mengganggu fungsi pengunyahan atau bicara. Jika tujuannya hanya agar gigi terlihat rapi dan senyum lebih simetris, maka biayanya ditanggung sendiri. Pembersihan karang gigi (scaling) pun biasanya hanya dijamin satu kali setahun atau jika ada indikasi medis tertentu.

4. Gangguan Kesehatan Akibat Ketergantungan Obat atau Alkohol

Rehabilitasi atau pengobatan penyakit yang muncul akibat penyalahgunaan narkoba atau ketergantungan alkohol tidak masuk dalam cakupan BPJS. Hal ini dianggap sebagai risiko yang timbul akibat perilaku yang sengaja dilakukan dan membahayakan diri sendiri.

5. Pengobatan di Luar Negeri

BPJS Kesehatan hanya berlaku di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika kamu sedang traveling ke luar negeri atau memang sengaja ingin berobat ke Singapura atau Malaysia, seluruh biayanya tidak akan ditanggung oleh BPJS. Inilah mengapa asuransi perjalanan atau asuransi swasta tambahan menjadi penting saat kamu berada di luar negeri.

6. Pelayanan Kesehatan Akibat Upaya Bunuh Diri atau Menyakiti Diri Sendiri

Tindakan medis yang diperlukan akibat percobaan bunuh diri atau kesengajaan menyakiti diri sendiri masuk dalam pengecualian. Negara menganggap hal ini sebagai tindakan yang berada di luar cakupan risiko kesehatan yang wajar dijamin secara sosial.

7. Pengobatan Alternatif dan Tradisional yang Belum Teruji Medis

Ingin mencoba pengobatan alternatif seperti kerokan (yang dilakukan secara profesional/klinik), akupunktur (tanpa rujukan medis), atau herbal yang belum masuk dalam standar teknologi kesehatan pemerintah? Maka itu masuk ke daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs. Pastikan metode pengobatan yang kamu pilih sudah diakui oleh Kementerian Kesehatan.

8. Pelayanan Kesehatan di Faskes yang Tidak Bekerja Sama

Kecuali dalam keadaan darurat (emergency), berobat ke rumah sakit atau klinik yang tidak menjalin kontrak dengan BPJS Kesehatan berarti kamu harus membayar secara mandiri. Selalu cek status kemitraan faskes sebelum melakukan kunjungan rutin.

9. Pelayanan yang Berkaitan dengan Kecelakaan Kerja

Jika kamu mengalami kecelakaan saat bekerja atau sedang dalam perjalanan dinas, biaya pengobatannya biasanya dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan, bukan BPJS Kesehatan. Ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih jaminan.

10. Pelayanan yang Dijamin Jasa Raharja

Untuk korban kecelakaan lalu lintas, ada batas plafon tertentu yang dijamin oleh Jasa Raharja terlebih dahulu. BPJS Kesehatan baru akan masuk sebagai “pembayar kedua” jika biaya rumah sakit melebihi plafon dari Jasa Raharja tersebut.

11-21. Kategori Lainnya yang Perlu Diwaspadai

Selain poin-poin di atas, kategori lain dalam daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs meliputi:

  • Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat.
  • Pelayanan kesehatan dalam rangka bakti sosial.
  • Pelayanan yang tidak sesuai dengan prosedur (misalnya langsung ke RS tanpa rujukan dari Faskes Tingkat 1).
  • Alat dan obat kontrasepsi yang bukan bagian dari program KB pemerintah.
  • Kosmetik dan perbekalan kesehatan rumah tangga.
  • Layanan kesehatan akibat penganiayaan atau kekerasan seksual (seringkali ditanggung lembaga lain seperti LPSK).

Skenario Nyata: Kejutan Tagihan di Kasir Rumah Sakit

Mari kita ambil contoh kasus Andi (23 tahun), seorang freelancer yang baru saja mulai rutin berolahraga lari. Suatu hari, Andi mengalami cedera ligamen saat lari maraton hobi. Ia pergi ke rumah sakit swasta yang cukup elit yang tidak bekerja sama dengan BPJS untuk melakukan MRI karena merasa sakitnya tak tertahankan. Andi berpikir, “Ah, nanti tinggal klaim BPJS.”

Saat di kasir, ia terkejut karena harus membayar Rp4.500.000 secara tunai. Kenapa? Pertama, rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS. Kedua, kondisi Andi saat itu bukan masuk kategori “Gawat Darurat” yang mengancam nyawa, sehingga prosedur rujukan dari Puskesmas/Klinik diabaikan. Akhirnya, Andi harus menguras tabungan yang rencananya akan dipakai untuk beli sepatu lari baru.

Contoh lainnya adalah kasus Maya yang ingin naik kelas rawat inap dari Kelas 2 ke Kelas 1 atau bahkan VIP. BPJS hanya menanggung biaya sesuai kelas kepesertaannya. Selisih biaya kamar, jasa dokter, dan obat-obatan tambahan akibat kenaikan kelas tersebut harus dibayar sendiri oleh Maya. Tanpa catatan daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs, Maya mungkin tidak akan siap menghadapi tagihan selisih yang mencapai jutaan rupiah.

Kesalahan Umum: Menganggap Semua Penyakit Pasti Gratis

Salah satu kesalahan terbesar anak muda adalah rasa puas diri yang berlebihan (complacency). Kita seringkali mengabaikan detail kecil dalam aturan BPJS karena merasa sudah aman. Berikut adalah beberapa “jebakan” yang sering membuat orang kaget:

Tidak Membaca Aturan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS)

Pemerintah mulai menerapkan sistem KRIS yang tujuannya untuk menyetarakan kualitas pelayanan. Namun, ada aturan mengenai selisih biaya jika kamu memilih fasilitas di atas standar yang ditentukan. Jika kamu tidak memantau pengeluaran kesehatan ini di MoneyKu, kamu bisa saja boncos di akhir bulan.

Mengabaikan Prosedur Rujukan Berjenjang

Kecuali darurat, kamu wajib ke Faskes Tingkat 1 (Puskesmas atau Klinik) terlebih dahulu. Jika kamu langsung ke Spesialis di Rumah Sakit tanpa surat rujukan, maka kamu dianggap sebagai pasien umum dan harus membayar 100% biaya sendiri. Ini adalah poin penting dalam daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs yang bersifat administratif.

Terlambat Menyiapkan Dana Cadangan untuk Alat Kesehatan yang Melebihi Plafon

Banyak orang tidak tahu bahwa subsidi alat kesehatan itu ada batasnya.

Fact: Batas plafon subsidi kacamata BPJS Kesehatan untuk peserta Kelas 1. — 330.000 IDR (2024/2025) — Source: BPJS Kesehatan

Jika kamu membeli kacamata seharga Rp1.500.000, maka BPJS hanya akan memberikan subsidi sebesar Rp330.000 (untuk Kelas 1). Sisanya, yaitu Rp1.170.000, harus keluar dari dompetmu sendiri. Jika kamu peserta Kelas 3, subsidinya bahkan lebih kecil, yaitu sekitar Rp165.000.

Strategi Menghadapi Celah BPJS dengan MoneyKu

Mengetahui daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs adalah satu hal, tapi mengelolanya secara finansial adalah tantangan lain. Di sinilah MoneyKu hadir sebagai asisten keuangan pribadimu yang fun dan nggak bikin stres. Dengan visual kucing yang lucu dan antarmuka yang simpel, mengelola budget kesehatan jadi nggak terasa berat.

Berikut cara kamu bisa menggunakan MoneyKu untuk mengantisipasi biaya kesehatan:

  1. Buat Kategori ‘Dana Kesehatan’ di Catatan Pengeluaran: Jangan campur budget jajan kopi dengan budget kesehatan. Di MoneyKu, kamu bisa dengan cepat mencatat pengeluaran seperti vitamin, suplemen, atau biaya periksa dokter yang tidak dicover BPJS.
  2. Menabung Otomatis dengan Fitur Goal Tracking: Kamu tahu kacamata itu mahal? Atau kamu berencana scaling gigi 6 bulan lagi? Buat target tabungan di MoneyKu. Aplikasi ini akan membantumu melacak seberapa dekat kamu dengan target tersebut agar saat waktunya tiba, uangnya sudah siap.
  3. Monitoring Biaya Suplemen dan Vitamin: Seringkali kita lupa bahwa biaya beli vitamin harian jika dikumpulkan bisa mencapai ratusan ribu sebulan. Catat semuanya secara manual dengan cepat di MoneyKu agar kamu punya gambaran utuh tentang pengeluaran kesehatanmu.
  4. Evaluasi Pengeluaran Bulanan: Gunakan fitur visual summary di MoneyKu untuk melihat apakah pengeluaran kesehatanmu bulan ini membengkak. Jika ya, mungkin saatnya mulai memikirkan asuransi kesehatan tambahan yang lebih komprehensif.

MoneyKu didesain agar kamu bisa mencatat pengeluaran dalam hitungan detik. Dengan fitur AI-assisted logging, kamu bahkan bisa mencatat pengeluaran hanya dengan perintah suara atau foto struk. Meskipun MoneyKu bukan aplikasi perbankan atau investasi, ia adalah alat terbaik untuk memastikan setiap rupiah yang kamu keluarkan untuk kesehatan tetap terpantau dengan baik.

Pertanyaan yang Sering Muncul (FAQ)

Apakah operasi ambeien ditanggung BPJS?

Ya, operasi ambeien atau hemoroid ditanggung BPJS Kesehatan selama ada indikasi medis dari dokter dan dilakukan sesuai prosedur rujukan yang benar. Operasi ini tidak masuk dalam daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs karena berkaitan dengan fungsi organ tubuh yang terganggu.

Bagaimana jika saya ingin naik kelas kamar rawat inap?

Bisa, namun kamu harus membayar selisih biayanya. Selisih biaya ini biasanya meliputi perbedaan harga kamar, selisih jasa medis, hingga biaya obat-obatan tertentu. Pastikan kamu menanyakan estimasi selisih biaya ini ke bagian administrasi rumah sakit sebelum memutuskan untuk naik kelas.

Apakah biaya ambulans selalu gratis?

Biaya ambulans ditanggung BPJS jika digunakan untuk merujuk pasien dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas kesehatan lainnya (misalnya dari Puskesmas ke Rumah Sakit) karena alasan medis. Namun, jika kamu memanggil ambulans hanya untuk jemput pasien dari rumah ke rumah sakit tanpa ada keadaan darurat medis yang diverifikasi, biayanya mungkin tidak ditanggung.

Apakah pembersihan karang gigi (scaling) ditanggung BPJS?

Scaling gigi ditanggung maksimal satu kali dalam satu tahun kalender. Namun, banyak dokter gigi menyarankan scaling setiap 6 bulan. Jika kamu ingin melakukan scaling yang kedua dalam satu tahun tanpa ada indikasi medis darurat, maka layanan tersebut masuk ke dalam daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs.

Kesimpulan: Bijak Kelola Uang, Tenang Saat Sakit

Memahami daftar layanan kesehatan yang tidak ditanggung bpjs bukan bertujuan untuk membuat kita takut, melainkan agar kita lebih waspada dan siap. BPJS Kesehatan adalah fondasi yang kuat, tapi kita tetap butuh struktur pendukung di atasnya. Dengan kombinasi antara gaya hidup sehat, asuransi yang tepat, dan pengelolaan uang yang rapi menggunakan aplikasi seperti MoneyKu, kamu bisa fokus pada pemulihan saat sakit tanpa harus pusing memikirkan tagihan yang membengkak.

Ingat, kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jangan sampai kerja kerasmu selama ini habis hanya karena satu kejadian yang sebenarnya bisa diantisipasi. Mulailah mencatat pengeluaranmu hari ini, bangun dana daruratmu, dan jadilah bagian dari generasi yang cerdas finansial. Sudah siap untuk mengatur keuanganmu dengan cara yang lebih seru? Yuk, mulai dari hal terkecil sekarang juga!

Share

Postingan Terkait

apakah bayar qris kena biaya tambahan

5 Aturan Bayar QRIS Biar Gak Kena Biaya Tambahan, Wajib Tahu!

Pernah nggak sih kamu lagi asyik mau bayar kopi di kafe favorit atau jajan seblak di pinggir jalan, terus tiba-tiba kasirnya bilang, “Kak, kalau pakai QRIS ada tambahan biaya 3% ya”? Di momen itu, pasti muncul pertanyaan besar di kepala kita: apakah bayar qris kena biaya tambahan sebenarnya diperbolehkan secara aturan? Rasanya pasti kesel banget, […]

Baca selengkapnya
bayar pakai qris vs kartu debit

Bayar Pakai QRIS vs Kartu Debit: 5 Perbandingan Biar Ga Boncos

Pernah nggak kamu berdiri di depan kasir, sudah siap mau bayar, tapi tiba-tiba bingung mau buka aplikasi e-wallet buat scan kode atau justru merogoh dompet buat ambil kartu? Dilema antara bayar pakai qris vs kartu debit ini bukan cuma soal mana yang lebih keren atau kekinian, tapi juga soal efisiensi, keamanan, dan yang paling penting: […]

Baca selengkapnya
solusi transaksi qris gagal saldo terpotong

5 Solusi QRIS Gagal Saldo Terpotong: Cara Refund Saldo Tuntas

Pernah merasa jantung mau copot gara-gara pas lagi bayar kopi favorit atau belanja di minimarket, tiba-tiba muncul notifikasi ‘transaksi gagal’ tapi saldo di rekening justru berkurang? Kalau iya, kamu nggak sendirian. Kejadian saldo terpotong saat transaksi QRIS tidak berhasil adalah salah satu masalah teknis yang paling sering dikeluhkan pengguna e-wallet dan perbankan digital saat ini. […]

Baca selengkapnya