Bingung mau mulai langkah cara investasi emas untuk pemula di tahun 2026? Tenang, kamu enggak sendirian. Emas masih jadi primadona karena sifatnya yang ‘tahan banting’ dan nilainya yang cenderung naik jangka panjang, apalagi kalau kita lihat lonjakan harganya yang gila-gilaan belakangan ini. Fenomena ini diperkuat oleh kondisi makroekonomi global yang dinamis, di mana banyak investor mencari perlindungan nilai dari fluktuasi mata uang.
Coba perhatikan data perbandingan harga berikut ini:
Fact: Harga Emas Antam per gram (9 Februari 2026) — 2.940.000 IDR (9 Feb 2026) — Source: Logam Mulia (Antam) / Kontan
Fact: Harga Emas Antam per gram (Awal 2021) — 969.000 IDR (Jan 2021) — Source: Logam Mulia (Antam) / CNBC Indonesia
Kenaikannya sangat signifikan, bukan? Makanya, tidak heran kalau banyak Gen Z dan Milenial mulai melirik aset ini sebagai tabungan masa depan yang paling masuk akal. Yuk, kita bedah tuntas strateginya biar kamu bisa ikutan cuan!
Mengapa Cara Investasi Emas untuk Pemula Masih Sangat Relevan di 2026?
Di tengah gempuran aset kripto yang volatil dan saham teknologi yang seringkali naik-turun secara drastis, emas tetap punya tempat spesial dalam portofolio investasi. Kenapa? Karena emas bukan cuma soal mencari untung jangka pendek, tapi soal menjaga kekayaan (wealth preservation).
Emas sebagai Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Saat ekonomi dunia sedang tidak menentu, adanya konflik geopolitik, atau isu resesi global, investor besar hingga bank sentral dunia biasanya lari ke emas. Emas dianggap sebagai safe haven atau tempat berlindung yang aman. Nilainya tidak mudah tergerus menjadi nol seperti saham perusahaan yang bisa bangkrut tiba-tiba. Di tahun 2026, peran ini semakin krusial mengingat tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks.
Perlindungan Terhadap Inflasi Jangka Panjang
Sadar enggak kalau harga kopi susu favoritmu atau biaya transportasi makin mahal tiap tahun? Itu namanya inflasi. Emas punya reputasi historis ribuan tahun untuk menjaga daya beli uangmu. Kalau uang tunai didiamkan di tabungan biasa, nilainya akan kalah oleh inflasi. Kalau diubah jadi emas, nilainya cenderung mengejar kenaikan harga barang dan jasa di pasar. indonesia finance
Likuiditas Tinggi: Mudah Dicairkan Kapan Saja
Salah satu keunggulan utama emas adalah likuiditasnya. Butuh uang tunai mendadak untuk keperluan medis mendesak, perbaikan rumah, atau tambahan dana darurat? Emas bisa dijual hari itu juga di toko emas, pegadaian, atau ditarik melalui aplikasi digital dan langsung jadi cash yang masuk ke rekeningmu.
Mengenal Jenis-Jenis Emas untuk Investasi
Sebelum mempelajari cara investasi emas untuk mendapatkan keuntungan maksimal, kamu harus tahu bahwa tidak semua emas cocok untuk investasi. Banyak pemula terjebak membeli perhiasan untuk investasi, padahal itu kurang efektif.
Emas Batangan (Logam Mulia)
Ini adalah pilihan terbaik untuk investasi fisik. Emas batangan biasanya memiliki kadar kemurnian 99,99% (24 karat). Di Indonesia, produsen populer meliputi Antam, UBS (Untung Bersama Sejahtera), dan Galeri 24. Keuntungannya adalah harga jual kembalinya (buyback) cenderung mengikuti standar global tanpa potongan biaya pembuatan yang besar.
Emas Perhiasan
Meski bisa dijual kembali, perhiasan emas biasanya dikenakan “ongkos bikin” saat kamu membelinya (sekitar 10-20% dari harga emas). Saat dijual, ongkos ini biasanya tidak dihitung, sehingga kamu sudah ‘rugi’ di awal. Perhiasan lebih cocok untuk gaya hidup, bukan murni instrumen pertumbuhan aset.
Koin Emas (Dinar)
Koin dinar biasanya digunakan untuk tujuan spesifik seperti mahar pernikahan atau simpanan haji. Secara nilai investasi, koin ini mengikuti harga emas dunia, namun pasarnya mungkin tidak seluas emas batangan standar.
Emas Fisik vs Emas Digital: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Zaman sekarang, investasi emas enggak harus repot simpan batangan di lemari baju atau menyewa brankas mahal. Ada opsi emas digital yang lebih praktis dan inklusif.
| Fitur | Emas Fisik (Batangan) | Emas Digital (Aplikasi) |
|---|---|---|
| Bentuk | Logam mulia fisik yang bisa dipegang | Saldo gramasi di dalam aplikasi |
| Minimal Beli | Biasanya 0.5 gram (Jutaan Rupiah) | Mulai Rp5.000 – Rp10.000 |
| Penyimpanan | Butuh brankas atau Safe Deposit Box | Tersimpan aman di kustodian/server |
| Risiko | Kehilangan fisik akibat pencurian | Risiko keamanan akun/siber |
| Sertifikasi | Sertifikat fisik (Antam CertiCard) | Tercatat digital secara resmi |
| Cocok Untuk | Jangka panjang & aset fisik nyata | Pemula, modal kecil, & rutin menabung |
Kelebihan dan Kekurangan Emas Batangan
Emas fisik memberikan kepuasan psikologis tersendiri. Namun, kamu harus memikirkan biaya penyimpanan (storage cost). Jika menyewa Safe Deposit Box (SDB) di bank, ada biaya tahunan yang harus dibayar. Selain itu, jika sertifikat fisiknya hilang, harga jual kembalinya bisa jatuh.
Kemudahan Tabungan Emas Digital via Aplikasi
Buat kamu yang masih berstatus mahasiswa atau karyawan baru, emas digital adalah penyelamat. Kamu bisa mencicil emas senilai harga segelas kopi kekinian. Spread (selisih harga jual-beli) di platform digital juga seringkali lebih bersaing. Kamu juga bisa melakukan konversi saldo digital menjadi emas fisik jika jumlahnya sudah mencukupi (misalnya minimal 1 gram).
5 Langkah Praktis Cara Investasi Emas untuk Pemula di 2026
Sudah siap mulai? Jangan asal beli hanya karena FOMO. Ikuti panduan cara investasi emas untuk pemula ini agar langkahmu terukur.
1. Tentukan Tujuan Keuangan yang Spesifik
Jangan beli emas tanpa tujuan. Apakah untuk dana pendidikan anak 10 tahun lagi? DP rumah 5 tahun lagi? Atau sekadar dana darurat? Tujuan yang jelas menentukan berapa banyak yang harus kamu sisihkan tiap bulan. Gunakan budgeting yang disiplin untuk memastikan alokasi investasi tidak terganggu.
2. Pilih Platform yang Terdaftar dan Diawasi Bappebti
Ini adalah poin krusial demi keamanan uangmu. Untuk emas digital, pastikan penyelenggaranya memiliki izin dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Jangan mudah percaya dengan platform yang menjanjikan bonus emas berlebihan atau sistem MLM yang tidak jelas izinnya.
3. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
Daripada pusing memantau grafik setiap jam untuk mencari harga terendah, gunakan strategi DCA. Caranya adalah dengan membeli emas dengan nominal tetap setiap bulan (misal Rp300.000) terlepas dari harganya sedang naik atau turun. Dalam jangka panjang, strategi ini akan memberikan “harga rata-rata” yang menguntungkan dan meminimalkan risiko psikologis saat harga jatuh.
4. Pantau Grafik Harga Secara Berkala via Aplikasi MoneyKu
Meski kamu menggunakan strategi rutin, tetaplah pantau tren harga global. Jika terjadi penurunan harga yang signifikan (koreksi), kamu bisa melakukan top up atau beli lebih banyak dari porsi biasanya. Aplikasi seperti MoneyKu dapat membantu kamu melacak asetmu secara keseluruhan. expense tracking
5. Simpan dan Amankan Aset dengan Benar
Jika memilih emas fisik dalam jumlah besar, jangan menyimpannya di tempat yang mudah ditebak seperti bawah kasur. Gunakan brankas tahan api yang disekrup ke lantai, atau lebih baik lagi gunakan layanan SDB bank. Untuk emas digital, aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) di ponselmu.
Memahami Pajak dan Regulasi Investasi Emas di Indonesia
Banyak pemula yang lupa bahwa investasi emas juga bersentuhan dengan regulasi perpajakan. Berdasarkan peraturan terbaru (PMK No. 48/2023), terdapat ketentuan PPh 22 atas transaksi emas batangan.
- Pembelian: Biasanya harga yang tertera di butik resmi sudah termasuk pajak atau ada potongan pajak langsung. Pemegang NPWP akan dikenakan tarif pajak lebih rendah (0,45%) dibandingkan yang tidak memiliki NPWP (0,9%).
- Penjualan Kembali (Buyback): Jika kamu menjual kembali emasmu ke distributor resmi dengan nilai di atas Rp10 juta, akan ada potongan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi yang non-NPWP. Potongan ini bersifat tidak final dan bisa menjadi kredit pajak pada laporan SPT tahunanmu.
Memahami aspek pajak ini sangat penting agar kamu tidak kaget saat menerima uang hasil penjualan yang sedikit berbeda dari harga screen aplikasi.
Perbandingan: Emas vs Instrumen Investasi Lainnya
Untuk melengkapi pengetahuanmu tentang cara investasi emas untuk, mari kita bandingkan dengan instrumen populer lainnya:
- Emas vs Saham: Saham menawarkan potensi return yang jauh lebih tinggi (bisa puluhan hingga ratusan persen), namun risikonya juga sangat tinggi (bisa rugi modal). Emas lebih stabil dan berfungsi sebagai penyeimbang saat pasar saham crash.
- Emas vs Deposito: Deposito bank memberikan bunga pasti, namun seringkali nilainya tergerus inflasi dan pajak bunga (20%). Emas tidak memberikan bunga bulanan, namun kenaikan harganya secara historis seringkali melampaui bunga deposito.
- Emas vs Properti: Properti membutuhkan modal yang sangat besar dan sulit dicairkan dengan cepat (butuh waktu berbulan-bulan untuk menjual rumah). Emas bisa dibeli mulai dari ribuan rupiah dan dicairkan dalam hitungan menit.
Kesalahan Umum Pemula yang Harus Kamu Hindari
Banyak yang merasa “gagal” investasi emas karena ekspektasi yang tidak sesuai realita. Hindari jebakan-jebakan berikut ini:
Berharap Keuntungan Instan dalam Waktu Singkat
Ingat, emas adalah instrumen pelindung nilai jangka menengah hingga panjang (minimal 3-5 tahun). Jika kamu membeli hari ini dan berencana menjualnya bulan depan karena butuh uang, kemungkinan besar kamu akan rugi karena adanya selisih harga jual-beli (spread).
Membeli Saat Harga Sedang di Puncak Karena FOMO
Ketika berita di media sosial heboh membicarakan harga emas yang mencetak rekor baru, biasanya itu adalah saat yang paling berisiko untuk masuk dalam jumlah besar. Tetaplah pada jadwal rutinmu atau tunggu saat terjadi koreksi harga.
Lupa Memperhitungkan Spread (Selisih Harga)
Spread adalah selisih antara harga jual (saat kamu beli dari toko) dan harga beli kembali (buyback saat kamu menjual ke toko). Selisih ini biasanya berkisar antara 7% hingga 11%. Kamu baru akan benar-benar mencetak profit jika harga emas sudah naik melebihi persentase spread tersebut.
Rekomendasi Aplikasi Investasi Emas Terpercaya 2026
Berikut adalah beberapa pilihan platform yang bisa mempermudah langkah cara investasi emas untuk pemula:
Pegadaian Digital: Keamanan Tradisional dengan Sentuhan Modern
Sebagai lembaga milik negara (BUMN), Pegadaian menawarkan keamanan yang tidak perlu diragukan. Aplikasi Pegadaian Digital memungkinkan kamu menabung emas mulai dari 0,01 gram. Saldo ini bisa kamu titipkan di sana tanpa biaya penyimpanan yang mahal untuk gramasi kecil.
Pluang & Treasury: Fitur Modern untuk Generasi Digital
Aplikasi ini sangat populer di kalangan Gen Z karena tampilannya yang bersih dan kemudahan akses. Kamu bisa melakukan otomatisasi pembelian setiap tanggal tertentu. Selain itu, mereka sering menawarkan fitur penukaran emas digital menjadi emas fisik Antam atau emas bermerek lainnya dengan biaya cetak yang transparan.
Investasi Emas Melalui E-commerce (Tokopedia & Shopee)
Jika kamu sering berbelanja online, kamu bisa memanfaatkan fitur investasi emas yang terintegrasi di aplikasi belanja. Mereka biasanya bekerja sama dengan mitra resmi seperti Pegadaian atau Pluang. Ini adalah cara termudah untuk mengubah “uang kembalian” atau sisa saldo e-wallet menjadi aset berharga.
Tanya Jawab (FAQ) Seputar Investasi Emas untuk Pemula
1. Apakah investasi emas halal?
Secara umum, mayoritas ulama dan DSN-MUI menyatakan investasi emas diperbolehkan (mubah) asalkan dilakukan secara tunai (yadan bi yadin) atau jika melalui aplikasi, emas fisiknya memang benar-benar ada dan tersedia di kustodian.
2. Berapa modal minimal untuk mulai investasi emas?
Dengan adanya emas digital, kamu bisa mulai dengan nominal sangat kecil, bahkan mulai dari Rp5.000 atau Rp10.000. Investasi emas tidak lagi harus menunggu punya uang jutaan rupiah.
3. Kapan waktu terbaik untuk menjual emas?
Waktu terbaik adalah saat tujuan keuanganmu sudah tercapai (misal, saat harus membayar biaya masuk sekolah anak) atau saat kamu melihat ada peluang investasi lain yang lebih menguntungkan dengan profil risiko yang sesuai. Hindari menjual hanya karena panik melihat harga turun sedikit.
4. Apakah sertifikat emas itu penting?
Sangat penting untuk emas fisik. Emas Antam terbaru menggunakan kemasan CertiCard di mana sertifikatnya menyatu dengan kemasan. Jangan merusak kemasan ini karena akan menyulitkan proses pengecekan keaslian dan bisa menurunkan harga buyback.
Kesimpulan: Konsistensi adalah Kunci Cuan
Memulai cara investasi emas untuk pemula di tahun 2026 sebenarnya sangat mudah berkat bantuan teknologi. Kuncinya bukan pada seberapa banyak kamu membeli di awal, tapi seberapa konsisten kamu menyisihkan sebagian penghasilanmu untuk ditabung dalam bentuk emas.
Agar dana investasi tidak mengganggu uang makan atau tagihan bulanan, pastikan kamu mencatat semua pengeluaranmu dengan rapi. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kamu tidak akan terpaksa menjual emasmu saat harganya sedang turun hanya karena butuh uang tunai mendadak. Gunakan MoneyKu untuk membantu kamu membangun disiplin finansial ini, sehingga impian masa depanmu bisa terwujud melalui kilauan emas!
Related reads
- indonesia finance
- expense tracking
- budgeting




