Baru saja resign atau terkena PHK? Selain sibuk mengurus surat pengalaman kerja, satu hal yang pasti kamu tunggu-tunggu adalah pencairan Jaminan Hari Tua (JHT). Kabar baiknya, cara mencairkan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2026 ini jauh lebih mudah dan fleksibel. Kamu tidak harus selalu antre berjam-jam di kantor cabang, karena ada opsi online yang super cepat, aman, dan pastinya tanpa calo. Memahami cara mencairkan dana JHT dengan benar sangat penting agar dana masa depan kamu bisa segera digunakan untuk keperluan mendesak atau modal usaha.
JHT sendiri merupakan program perlindungan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Namun, dalam perkembangannya, pemerintah memberikan kemudahan bagi pekerja yang berhenti bekerja untuk mencairkan saldonya sebelum usia pensiun. Di tengah dinamika ekonomi saat ini, dana JHT seringkali menjadi “nafas kedua” bagi para pekerja yang sedang dalam masa transisi karir.
Syarat dan Kriteria Cara Mencairkan Dana JHT
Sebelum melangkah lebih jauh ke teknis aplikasi, kamu perlu tahu siapa saja yang berhak melakukan klaim. Tidak semua orang bisa mencairkan saldo 100% kapan saja. Ada kategori tertentu yang harus dipenuhi sesuai dengan regulasi terbaru. Memahami kategori ini adalah langkah awal dalam cara mencairkan dana JHT yang efektif.
- Peserta Mencapai Usia Pensiun (56 Tahun): Ini adalah syarat murni sesuai filosofi JHT.
- Peserta Mengundurkan Diri (Resign): Kamu bisa mencairkan saldo 100% setelah melewati masa tunggu (waiting period) 1 bulan sejak surat keterangan berhenti bekerja diterbitkan.
- Peserta Terkena PHK: Sama seperti resign, masa tunggu 1 bulan berlaku agar status di sistem BPJS sudah terupdate menjadi non-aktif.
- Meninggalkan Wilayah RI Selamanya: Khusus bagi WNA atau WNI yang akan menetap di luar negeri.
- Cacat Total Tetap: Klaim bisa dilakukan sebelum usia pensiun.
- Meninggal Dunia: Klaim dilakukan oleh ahli waris yang sah.
- Klaim Sebagian (10% atau 30%): Syaratnya harus sudah menjadi peserta minimal 10 tahun. 10% untuk persiapan masa pensiun atau 30% untuk kepemilikan rumah.
Persiapkan Syarat Sebelum Mencairkan JHT
Sebelum kita bahas teknisnya, pastikan “amunisi” dokumen kamu sudah lengkap. Jangan sampai proses klaim tertunda hanya karena satu kertas hilang atau tertinggal. Ketelitian dalam menyiapkan dokumen adalah kunci utama keberhasilan cara mencairkan dana JHT baik secara online maupun offline.
✅ Checklist Dokumen Wajib:
- 💳 Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan (fisik atau digital). Jika hilang, kamu bisa mencetak kartu digital dari aplikasi JMO.
- 🆔 E-KTP asli yang sudah terdata secara nasional. Pastikan data di KTP sesuai dengan data di kartu BPJS.
- 📖 Buku Tabungan atas nama pribadi. Bank yang disarankan adalah bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BTN) atau bank swasta yang bekerja sama.
- 📄 Kartu Keluarga (KK) asli untuk verifikasi data kependudukan.
- 🏢 Surat keterangan kerja (Paklaring) asli. Dokumen ini membuktikan bahwa kamu sudah benar-benar berhenti bekerja.
- 📑 NPWP (jika saldo di atas Rp50 juta). Ini penting karena ada perbedaan tarif pajak untuk saldo besar.
Paklaring adalah kunci. Pastikan surat ini mencantumkan tanggal kamu mulai bekerja dan tanggal berhenti yang sesuai dengan data di BPJS. Selain dokumen, syarat mutlaknya adalah status kepesertaan kamu harus sudah non-aktif. Artinya, perusahaan sudah melaporkan status resign atau PHK kamu ke sistem BPJS dan sudah tidak ada lagi iuran yang masuk. Jika status masih aktif, sistem secara otomatis akan menolak pengajuan klaim kamu.
Cara Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan via JMO
Kalau saldo JHT kamu di bawah Rp10 juta, selamat! Kamu bisa pakai “jalur ekspres”. Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) mendesain fitur ini khusus untuk klaim saldo kecil tanpa perlu wawancara video call yang memakan waktu. Ini adalah cara mencairkan dana JHT yang paling digemari karena kepraktisannya.
Langkah-Langkah di Aplikasi JMO
- Update Aplikasi: Pastikan kamu menggunakan versi terbaru JMO di Play Store atau App Store.
- Login/Registrasi: Masuk menggunakan email dan password yang sudah terdaftar.
- Pengkinian Data: Ini langkah wajib. Kamu harus melakukan update data mulai dari NIK, nama, hingga data biometrik wajah. Jika data sudah hijau/valid, proses klaim akan sangat lancar.
- Pilih Menu Jaminan Hari Tua: Di halaman utama, klik ikon JHT.
- Klik Opsi Klaim JHT: Sistem akan melakukan screening awal.
- Verifikasi Kelayakan: Pastikan tiga checklist hijau muncul (akumulasi saldo <10 juta, sudah pengkinian data, status non-aktif).
- Sebab Klaim: Pilih alasan yang sesuai (Mengundurkan Diri atau PHK).
- Pengecekan Data: Periksa kembali nomor rekening. Jangan sampai salah satu angka pun karena dana bisa tertahan di bank.
Verifikasi Biometrik: Tips Agar Tidak Gagal
Banyak teman-teman yang gagal di tahap ini—foto selfie untuk verifikasi biometrik. Tipsnya simpel: cari tempat dengan cahaya terang merata (hindari backlight), lepaskan kacamata atau masker, dan ikuti instruksi kedipan mata atau gerakan wajah dengan presisi. Pastikan latar belakang foto polos dan tidak ada orang lain di dalam frame. Jika berhasil, saldo biasanya cair ke rekening dalam hitungan jam atau maksimal 1 hari kerja. Secepat transfer pakai QRIS, kan? Inilah keunggulan utama cara mencairkan dana JHT melalui aplikasi mobile.
Klaim Saldo Besar via Lapak Asik (Online)
Punya saldo di atas Rp10 juta? Kamu harus lewat jalur Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik). Ini adalah metode semi-online di mana kamu tetap bisa mengurus segalanya dari rumah tanpa perlu datang ke kantor. Meskipun lebih panjang prosedurnya dibanding JMO, ini tetap merupakan cara mencairkan dana JHT yang efisien untuk saldo besar.
Akses Situs Lapak Asik
Kunjungi situs resmi lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id. Isi data awal seperti NIK, nomor peserta, dan nama lengkap. Sistem akan memverifikasi kelayakan kamu secara otomatis berdasarkan data yang ada di database pusat.
Upload Dokumen dan Jadwal Wawancara
Kamu akan diminta mengunggah scan atau foto dokumen (sesuai checklist di atas) dalam format JPG/JPEG/PDF. Pastikan ukurannya tidak terlalu besar (biasanya maksimal 2MB per file) tapi tulisan tetap terbaca jelas. Jika dokumen buram, petugas akan meminta upload ulang dan ini akan memperlama proses.
Setelah upload sukses, kamu akan mendapat jadwal wawancara online melalui WhatsApp atau video call. Petugas akan melakukan verifikasi wajah dan melihat dokumen asli. Jadi, siapkan dokumen aslimu di meja saat jadwal tiba. Jangan lupa cek email secara berkala untuk link meeting atau instruksi tambahan. Jika antrian penuh, coba akses antrian online di pagi hari sekitar jam 06.00 – 08.00 WIB saat kuota baru dibuka. Banyak peserta menganggap cara mencairkan dana JHT lewat Lapak Asik ini sulit karena kuota, namun dengan kesabaran, ini jauh lebih baik daripada antre fisik.
Opsi Offline: Datang ke Kantor Cabang atau Bank
Teknologi kadang ngadat, atau mungkin data kamu bermasalah (misalnya ada perbedaan ejaan nama di KTP dan kartu BPJS). Jika ini terjadi, cara manual adalah solusinya. Jangan ragu untuk menggunakan metode konvensional jika jalur digital menemui jalan buntu.
Kapan Harus ke Kantor Cabang?
Datanglah ke kantor cabang jika:
- Verifikasi biometrik di JMO gagal terus-menerus meskipun sudah mencoba berbagai sudut cahaya.
- Upload dokumen di Lapak Asik selalu ditolak sistem karena format atau kendala server.
- Ada ketidaksesuaian data yang sangat krusial, seperti perbedaan tanggal lahir atau nama ibu kandung yang perlu dikoreksi oleh Customer Service secara langsung.
- Kamu tidak memiliki perangkat smartphone yang mendukung aplikasi terbaru.
Mencairkan di Bank Kerjasama (SPO)
Selain kantor BPJS, kamu bisa klaim di bank yang bekerjasama (Service Point Office – SPO) seperti BNI, BRI, Mandiri, BTN, atau BJB. Kelebihannya adalah antrean biasanya lebih manusiawi dan tersebar lebih banyak di kecamatan-kecamatan. Prosesnya mirip: bawa dokumen asli dan fotokopi, isi formulir klaim, dan petugas bank akan membantu proses input data. Ini adalah cara mencairkan dana JHT alternatif bagi mereka yang tinggal jauh dari kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.
Berapa Lama Proses Pencairan JHT?
Setelah mengetahui berbagai cara mencairkan dana JHT, pertanyaan berikutnya adalah: kapan uangnya cair? Secara umum, estimasi waktu pencairan adalah sebagai berikut:
- Via JMO: Sangat cepat. Jika data sinkron, dana bisa masuk dalam hitungan menit hingga 1×24 jam.
- Via Lapak Asik: Sekitar 3-7 hari kerja setelah proses wawancara berhasil dilakukan.
- Via Kantor Cabang/Bank: Sekitar 5-10 hari kerja tergantung proses verifikasi dokumen fisik di backend system.
Harap dicatat bahwa hari kerja tidak menghitung hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional. Jika dalam waktu 14 hari dana belum masuk, segera hubungi call center 175 atau kunjungi kantor cabang terdekat dengan membawa bukti pengajuan.
Penyebab Klaim JHT Ditolak dan Solusinya
Kadang, meskipun sudah mengikuti panduan cara mencairkan dana JHT, pengajuan kita ditolak. Jangan panik, biasanya ada alasan logis di baliknya:
- Data Tidak Sinkron: Nama di KTP berbeda satu huruf dengan di kartu BPJS. Solusi: Lakukan pembetulan data di kantor cabang atau melalui HRD perusahaan lama.
- Status Masih Aktif: Perusahaan belum melaporkan non-aktif. Solusi: Hubungi HRD perusahaan lama untuk meminta pelaporan status ke BPJS.
- Dokumen Buram: Foto KTP atau Paklaring tidak terbaca. Solusi: Gunakan aplikasi scanner di HP agar hasil foto dokumen terlihat tajam dan profesional.
- Rekening Tidak Valid: Rekening sudah mati atau bukan atas nama sendiri. Solusi: Gunakan rekening aktif yang namanya sesuai persis dengan KTP.
Cara Cek Status Klaim JHT Anda
Setelah mengajukan, wajar kalau kamu bolak-balik cek rekening. “Uangnya sudah masuk belum, ya?” Namun sebelum cek saldo bank, ada baiknya cek status sistem terlebih dahulu.
Kamu bisa melakukan tracking status pengajuan langsung di aplikasi JMO pada menu “Tracking Klaim” atau website Lapak Asik dengan memasukkan nomor KPJ/NIK. Biasanya ada tahapan status seperti “Upload Dokumen”, “Sedang Diverifikasi”, “Menunggu Persetujuan”, hingga “Pembayaran”. Jika status sudah berubah menjadi “Pembayaran”, silakan cek mutasi rekeningmu. Jangan lupa bahwa sistem perbankan juga butuh waktu untuk melakukan clearing, terutama jika bank tujuan berbeda dengan bank pembayar BPJS.
Tips Mengelola Dana JHT Setelah Cair
Sambil menunggu dana cair, ini saat yang tepat untuk merapikan rencana keuanganmu. Dana JHT yang cair seringkali jumlahnya lumayan besar, terutama bagi yang sudah bekerja belasan tahun. Agar tidak habis begitu saja untuk belanja impulsif atau membayar utang yang tidak perlu, coba buat pos alokasi khusus.
Ingat, dana ini awalnya dimaksudkan untuk hari tua. Jika kamu mencairkannya sekarang karena resign atau PHK, pastikan sebagian besar dialokasikan untuk bertahan hidup sampai mendapat pekerjaan baru (dana darurat). Kamu bisa menggunakan fitur Saving Plan di moneyku untuk memisahkan mana dana untuk tabungan darurat, investasi, atau sedikit self-reward.
Beberapa opsi alokasi yang disarankan:
- Dana Darurat (50-60%): Untuk biaya hidup minimal 3-6 bulan ke depan.
- Modal Usaha (20-30%): Jika kamu berencana memulai bisnis kecil-kecilan.
- Investasi (10%): Masukkan ke instrumen rendah risiko seperti reksa dana pasar uang atau emas.
- Self-Reward (5-10%): Sebagai apresiasi atas kerja kerasmu selama ini.
Dengan visualisasi yang jelas di aplikasi keuangan, kamu jadi tahu persis kemana perginya setiap rupiah dari hasil kerja kerasmu selama ini. Menguasai cara mencairkan dana JHT hanyalah setengah dari perjuangan; mengelolanya dengan bijak adalah kunci kesuksesan finansial jangka panjang.
Kesimpulan
Proses pencairan JHT di tahun 2026 sudah sangat dipermudah dengan kehadiran teknologi digital. Baik melalui JMO untuk saldo kecil maupun Lapak Asik untuk saldo besar, semua bisa dilakukan dari genggaman tangan. Kuncinya adalah kelengkapan dokumen dan kesinkronan data kependudukan. Jika kamu menghadapi kendala, kantor cabang dan bank kerjasama selalu siap membantu secara tatap muka.
Itulah panduan lengkap mengenai cara mencairkan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan. Jangan lupa untuk selalu merahasiakan data pribadi dan kode OTP dari siapapun untuk menghindari penipuan berkedok bantuan pencairan JHT. BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah memungut biaya sepeser pun untuk proses klaim ini.
Ingin tahu berapa total saldo yang bisa kamu harapkan sebelum cair? Cek panduan lengkap cek saldo JHT agar kamu bisa menghitung estimasi dana segar yang akan masuk ke kantongmu.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah bisa mencairkan JHT tanpa Paklaring?
Secara umum tidak bisa bagi peserta yang resign atau PHK. Namun, ada kondisi khusus di mana jika perusahaan sudah tutup, kamu bisa meminta surat keterangan dari Dinas Tenaga Kerja setempat.
2. Berapa pajak pencairan JHT?
Untuk pengambilan 100%, tarif pajak progresif berlaku jika saldo di atas Rp50 juta. Untuk klaim sebagian (10% atau 30%), dikenakan pajak final 5%.
3. Apakah dana JHT bisa hangus?
Tidak. Dana JHT tetap tersimpan di BPJS Ketenagakerjaan meskipun kamu sudah tidak bekerja selama bertahun-tahun dan tidak pernah dicairkan.
4. Bisakah klaim JHT jika kartu BPJS hilang?
Bisa. Kamu bisa menggunakan kartu digital yang ada di aplikasi JMO atau melampirkan surat keterangan hilang dari kepolisian.
Related reads
- indonesia finance
- expense tracking
- budgeting
- investasi
- tabungan darurat




