5 Cara Mengelola Uang THR 2026 Biar Nggak Cuma Numpang Lewat

MochiMochi
Bacaan 12 menit
cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis

Momen Lebaran 2026 sudah di depan mata, dan bagi banyak dari kita, ini adalah waktu yang paling dinanti karena adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Rasanya seperti mendapatkan angin segar di tengah rutinitas pekerjaan yang padat. Namun, ada satu fenomena yang selalu berulang setiap tahunnya: uang THR yang seolah-olah hanya “numpang lewat” di rekening. Baru juga masuk pagi hari, sorenya sudah berkurang drastis karena belanja online atau sekadar jajan yang tidak terencana. Fenomena ini membuat banyak orang mulai mencari tahu bagaimana cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis supaya bonus tahunan ini tidak menguap begitu saja tanpa jejak yang bermanfaat. Di artikel ini, kita akan bedah tuntas strateginya agar kamu bisa merayakan Lebaran dengan tenang sekaligus tetap punya tabungan setelahnya.

Mengatur keuangan di masa libur panjang seperti Idul Fitri memang memiliki tantangan tersendiri. Ada tekanan sosial untuk tampil dengan baju baru, memberikan amplop ke keponakan, hingga biaya mudik yang seringkali membengkak di luar perkiraan. Jika tidak memiliki rencana yang matang, uang tambahan ini justru bisa menjadi sumber stres baru saat masa libur berakhir. Oleh karena itu, memahami cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi kita yang ingin tetap memiliki napas finansial yang panjang. Mari kita mulai dengan melihat apa saja yang biasanya membuat rencana keuangan kita gagal total di periode ini.

3 Kesalahan Fatal yang Bikin THR Lenyap dalam Sekejap

Sebelum kita masuk ke solusi, kita harus jujur pada diri sendiri tentang kebiasaan buruk yang sering dilakukan. Banyak dari kita yang gagal menerapkan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis karena terjebak dalam pola pikir yang keliru sejak hari pertama uang tersebut mendarat di saldo bank.

Menganggap THR sebagai ‘Uang Kaget’ yang Bebas Dihabiskan

Kesalahan pertama yang paling umum adalah menganggap THR sebagai uang “gratis” atau bonus yang tidak masuk dalam hitungan anggaran bulanan. Karena merasa ini adalah uang tambahan di luar gaji pokok, psikologi kita cenderung lebih longgar dalam membelanjakannya. Kita merasa memiliki lisensi untuk membeli barang-barang yang selama ini hanya ada di keranjang belanja tanpa berpikir panjang. Padahal, THR seharusnya diperlakukan dengan tingkat kedisiplinan yang sama dengan gaji bulanan. Tanpa adanya struktur yang jelas, uang kaget ini akan habis untuk hal-hal impulsif yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Fact: Persentase pemuda Indonesia (termasuk Gen Z) yang terpapar pemicu belanja impulsif akibat mengakses marketplace setidaknya sekali sehari selama periode Ramadan. — 71 persen (2025) — Source: Surv.co.id

Angka 71 persen ini menunjukkan betapa besarnya godaan yang kita hadapi. Notifikasi promo, flash sale, hingga diskon besar-besaran di e-commerce seringkali mematikan logika kita. Tanpa sadar, kita menghabiskan THR untuk barang-barang yang hanya memberikan kepuasan sesaat. Inilah mengapa langkah awal dalam cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis adalah mengubah pola pikir: THR adalah amanah finansial, bukan tiket gratis untuk boros.

Langsung Belanja Sebelum Melunasi Kewajiban (Utang/Zakat)

Banyak orang yang langsung melakukan “ritual” belanja baju Lebaran atau gadget baru sesaat setelah menerima notifikasi transfer THR. Mereka lupa bahwa ada kewajiban yang jauh lebih penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Zakat Fitrah, zakat mal (jika sudah mencapai nisab), serta utang-utang jangka pendek yang mungkin masih menggantung seharusnya menjadi prioritas nomor satu. Ketika kamu belanja terlebih dahulu, kamu akan merasa uangmu masih banyak, padahal sebagian dari uang itu sebenarnya “bukan milikmu” lagi karena ada kewajiban yang harus dibayar. Menunda kewajiban ini seringkali berujung pada habisnya dana di tengah jalan, sehingga kamu terpaksa menggunakan dana darurat atau bahkan berutang lagi untuk membayar zakat. Ini adalah kebalikan dari cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis yang sehat.

Terjebak ‘Self-Reward’ Berlebihan atas Nama Apresiasi Diri

Istilah self-reward seringkali menjadi kedok bagi pemborosan yang tidak terukur. Kita merasa sudah bekerja keras selama setahun penuh, sehingga merasa berhak memanjakan diri dengan barang mewah atau liburan mahal menggunakan uang THR. Memang benar, mengapresiasi diri itu penting, tetapi jika nominalnya mencapai 80-90% dari total THR, itu bukan lagi self-reward, melainkan sabotase finansial. Anak muda seringkali merasa skeptis dengan nasihat keuangan yang kaku, tetapi kenyataannya, kesenangan sesaat ini seringkali dibayar mahal dengan rasa cemas saat melihat saldo ATM yang tinggal sedikit di minggu kedua setelah Lebaran. Mengelola ekspektasi diri adalah kunci utama dalam cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis.

5 Cara Mengelola Uang THR Agar Tidak Cepat Habis

Setelah memahami kesalahan-kesalahan di atas, sekarang saatnya kita menyusun strategi nyata. Tidak perlu rumit, yang penting adalah konsistensi dan kejujuran dalam mencatat setiap rupiah yang keluar. Berikut adalah langkah praktis yang bisa kamu terapkan langsung tahun ini.

1. Gunakan Rumus 10-40-30-20 untuk Alokasi Bonus

Salah satu cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis yang paling efektif adalah dengan membagi uang tersebut ke dalam pos-pos yang jelas sejak awal. Kamu bisa menggunakan rumus modifikasi untuk bonus tahunan seperti 10-40-30-20:

  • 10% untuk Zakat dan Sosial: Pastikan kewajiban spiritual dan berbagi kepada sesama terpenuhi pertama kali.
  • 40% untuk Kebutuhan Lebaran: Ini termasuk biaya mudik, makanan khas Lebaran, baju baru (jika perlu), dan angpao untuk keluarga di kampung.
  • 30% untuk Tabungan dan Investasi: Jangan biarkan THR habis total. Alokasikan bagian ini untuk memperkuat masa depan finansialmu.
  • 20% untuk Pelunasan Utang atau Dana Darurat: Jika kamu punya cicilan yang bisa dipercepat pelunasannya, gunakan momen ini. Jika tidak, masukkan ke pos dana darurat.

Dengan pembagian yang kaku seperti ini, kamu tidak akan merasa bersalah saat mengeluarkan uang untuk mudik karena memang sudah ada posnya, dan kamu juga merasa tenang karena masih ada bagian yang tersimpan rapi sebagai tabungan.

2. Amankan Dana Mudik dan Zakat di Awal

Jangan menunggu sampai H-3 Lebaran untuk menghitung biaya mudik. Kita tahu bahwa harga tiket transportasi dan bahan pangan cenderung melonjak tajam menjelang hari raya. Jika kamu tidak mengamankan dana ini di awal, kamu akan terkejut dengan betapa cepatnya uangmu menyusut hanya untuk urusan logistik dasar.

Fact: Akumulasi prediksi kenaikan harga pangan di Indonesia menjelang periode Idul Fitri 2026 berdasarkan studi peramalan. — 132,21 persen (2026) — Source: Universitas Duta Bangsa (UDB)

Kenaikan harga pangan yang signifikan ini berarti kamu harus ekstra hati-hati. Masukkan dana zakat dan estimasi biaya mudik (tiket, bensin, tol) ke dalam rekening terpisah atau “kantong” khusus segera setelah THR cair. Ini adalah bentuk nyata dari cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis: memisahkan dana yang bersifat wajib agar tidak terpakai untuk hal yang bersifat opsional.

3. Alokasikan untuk ‘Wishlist’ via Saving Plan

Boleh saja kalau kamu punya keinginan membeli barang tertentu dengan uang THR, misalnya mengganti HP yang sudah lemot atau membeli kursus skill baru. Namun, alih-alih langsung membelinya secara impulsif, gunakan fitur target menabung untuk merencanakannya. Jika uang THR-mu tidak cukup untuk membeli barang tersebut secara tunai tanpa mengganggu pos lainnya, gunakan THR sebagai modal awal untuk menabung barang tersebut. Cara ini jauh lebih bijak daripada menghabiskan seluruh THR dalam satu transaksi besar yang membuatmu kesulitan memenuhi kebutuhan lainnya selama sisa bulan tersebut.

4. Pisahkan Dompet Pengeluaran Harian dan THR

Kesalahan psikologis yang sering terjadi adalah mencampur uang gaji bulanan dengan uang THR dalam satu rekening yang sama. Hal ini menciptakan ilusi bahwa kamu memiliki uang yang sangat banyak, sehingga kamu cenderung lebih boros dalam pengeluaran harian. Untuk menerapkan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis, sebaiknya pindahkan dana THR ke rekening bank lain atau manfaatkan fitur pemisahan dana di aplikasi keuanganmu. Dengan begitu, kamu tahu persis berapa sisa budget Lebaranmu tanpa mengganggu uang yang seharusnya digunakan untuk membayar tagihan listrik, sewa kos, atau makan sehari-hari setelah musim liburan usai.

5. Catat Pengeluaran Real-Time Biar Nggak ‘Kebobolan’

Mencatat setiap pengeluaran, sekecil apa pun, adalah senjata paling ampuh dalam mengontrol diri. Saat Lebaran, pengeluaran-pengeluaran kecil seperti parkir, tip, jajan di rest area, atau beli oleh-oleh seringkali tidak terhitung padahal jika diakumulasikan jumlahnya sangat besar. Kamu perlu catat pengeluaran harian secara real-time saat transaksi terjadi. Jangan menunggu sampai malam hari atau esoknya, karena biasanya kamu sudah lupa nominal pastinya. Dengan mencatat, kamu akan mendapatkan feedback instan: “Oh, ternyata budget oleh-olehku sudah tinggal 200 ribu lagi.” Kesadaran ini akan secara otomatis mengerem keinginanmu untuk terus berbelanja dan menjadi bagian krusial dalam cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis.

Skenario Si Boros vs Si Cerdik: Simulasi THR 5 Juta

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, mari kita bandingkan dua orang dengan nominal THR yang sama, yaitu Rp5.000.000, namun dengan cara pengelolaan yang berbeda. Simulasi ini akan menunjukkan efektivitas dari cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis.

Kategori Gaya Si Boros (Tanpa Rencana) Gaya Si Cerdik (Pakai Strategi)
Prioritas Utama Belanja baju baru & gadget (Rp3.5jt) Zakat & Dana Darurat (Rp1.5jt)
Biaya Mudik Pakai sisa uang seadanya (Sering kurang) Sudah diposkan sejak awal (Rp1.5jt)
Angpao & Hampers Memberi tanpa hitungan di awal (Rp1jt) Budget ketat & terukur (Rp1jt)
Tabungan Sisa THR Rp0 (Malah pakai dana gaji) Rp1.000.000 (Investasi/Tabungan)
Kondisi Pasca Lebaran Pusing cari pinjaman buat makan Tenang & saldo tabungan bertambah

Si Boros merasa sangat senang di minggu pertama karena bisa tampil mentereng dengan gadget baru. Namun, saat sampai di kampung halaman, dia mulai panik karena biaya bensin dan tol ternyata lebih mahal dari dugaannya. Akhirnya, dia harus menguras tabungan gaji bulanannya. Sebaliknya, Si Cerdik menerapkan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis dengan mengamankan kewajiban dan dana mudik terlebih dahulu. Meskipun tidak membeli gadget baru, dia bisa menikmati mudik dengan tenang tanpa rasa khawatir, dan yang paling penting, dia punya sisa 1 juta rupiah yang langsung masuk ke instrumen investasi. Perbedaan hasil ini bukan karena jumlah uangnya, melainkan karena sistem pengelolaannya.

Strategi Si Cerdik membuktikan bahwa dengan pembagian yang jelas, kita tetap bisa merayakan hari kemenangan dengan layak tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan jangka panjang. Inilah esensi dari cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis: kebebasan finansial melalui kedisiplinan.

Anti Ribet! Cara Monitor Budget THR dengan MoneyKu

Kita hidup di era digital di mana mencatat keuangan tidak perlu lagi menggunakan buku tebal dan pulpen. MoneyKu hadir sebagai teman finansial yang dirancang khusus untuk kamu yang ingin segalanya serba cepat dan anti ribet. Dalam upaya menjalankan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis, teknologi bisa menjadi asisten pribadi yang sangat membantu.

Bikin Kategori Khusus ‘Lebaran’ di App

Salah satu keunggulan MoneyKu adalah kemudahan dalam kustomisasi. Kamu bisa membuat kategori pengeluaran otomatis khusus untuk “THR Lebaran 2026”. Dengan memisahkan kategori ini dari pengeluaran rutin bulanan, kamu bisa melihat secara spesifik ke mana saja uang THR-mu mengalir. Apakah lebih banyak ke makanan, transportasi, atau justru hiburan? Fitur visualisasi di MoneyKu akan memberikan grafik yang mudah dipahami, sehingga kamu bisa langsung melakukan evaluasi jika pengeluaran di salah satu sub-kategori mulai melewati batas yang ditentukan.

Pantau Visual Insights buat Cek Sisa Budget

MoneyKu menyediakan insights yang ramah di mata dengan visual bertema kucing yang lucu, sehingga mengurangi kecemasan saat melihat angka-angka pengeluaran. Dengan fitur ini, kamu bisa memantau sisa budget THR-mu secara real-time. Jika kamu sudah menetapkan budget mudik sebesar 2 juta dan sudah terpakai 1,5 juta, aplikasi akan memberikan sinyal visual bahwa kamu harus lebih hemat di sisa perjalanan. Ini adalah cara yang sangat modern dan efektif dalam menerapkan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis tanpa harus merasa tertekan.

Fitur Split Bill: Solusi Traktir Teman Tanpa Tekor

Lebaran dan Ramadan seringkali diisi dengan acara buka bersama (bukber) atau reuni teman sekolah. Masalah klasik yang muncul adalah saat harus membayar tagihan kolektif. Seringkali karena sungkan atau malas menghitung, satu orang membayar dulu dan yang lain lupa mengganti. Hal ini bisa merusak budget THR-mu dalam sekejap. Gunakan fitur split bill di MoneyKu untuk membagi tagihan secara adil dan cepat. Kamu bisa langsung mengirimkan rincian biaya ke teman-temanmu melalui pesan singkat, sehingga keuanganmu tetap terjaga dan hubungan pertemanan tetap baik. Ini adalah detail kecil dalam cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis yang seringkali terlupakan.

Pertanyaan Populer: FAQ Kelola THR untuk Gen Z

Sebagai penutup, mari kita bahas beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan oleh teman-teman muda mengenai pengelolaan bonus tahunan ini. Memahami jawaban-jawaban ini akan memantapkan langkahmu dalam menjalankan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis.

Boleh nggak sih pakai semua uang THR buat beli HP baru?
Jawabannya singkat: Sangat tidak disarankan. Meskipun HP adalah alat produktivitas, menghabiskan 100% THR untuk satu barang konsumtif akan membuatmu rentan secara finansial jika ada kebutuhan mendesak saat Lebaran atau setelahnya. Sebaiknya gunakan maksimal 30-50% dari THR untuk barang hobi/gadget, asalkan pos wajib (zakat & mudik) sudah terpenuhi.

Gimana kalau dapet THR-nya telat atau cuma sedikit?
Jika THR yang diterima tidak sesuai ekspektasi atau cair mepet di hari raya, kunci utamanya adalah skala prioritas. Fokuskan HANYA pada zakat dan kebutuhan pokok lebaran. Jangan memaksakan diri membeli baju baru atau hampers mewah jika dananya memang terbatas. Kejujuran pada kondisi finansial sendiri adalah fondasi utama cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis.

Perlukah memisahkan rekening bank khusus untuk THR?
Sangat perlu! Secara psikologis, memisahkan uang bonus dari uang operasional harian akan mencegah kita merasa “kaya mendadak”. Jika tidak ingin buka rekening baru, gunakan fitur “Kantong” atau “Pocket” yang sekarang banyak tersedia di aplikasi perbankan digital, lalu hubungkan pencatatannya di MoneyKu agar tetap terpantau.

Gimana cara nolak ajakan bukber yang bikin budget THR boncos?
Jangan takut untuk bilang “tidak” atau menawarkan alternatif lain. Kamu bisa menyarankan bukber di tempat yang lebih terjangkau atau sekadar ngopi santai setelah tarawih. Ingat, teman yang baik akan mengerti jika kamu sedang mengatur keuangan. Jangan sampai demi validasi sosial, kamu mengorbankan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis yang sudah kamu susun rapi.

Mengelola uang THR memang membutuhkan disiplin, tetapi hasilnya akan sangat sepadan. Kamu tidak hanya bisa merayakan hari raya dengan penuh sukacita, tetapi juga memiliki ketenangan pikiran karena masa depan finansialmu tetap terjaga. Mulailah dengan langkah kecil hari ini: buat rencana, catat setiap pengeluaran, dan gunakan alat bantu seperti MoneyKu untuk memudahkan prosesnya. Selamat menerapkan cara mengelola uang THR agar tidak cepat habis dan selamat merayakan Idul Fitri 2026 dengan cerdas!

Share

Postingan Terkait

cara otomatisasi pencatatan keuangan pribadi di iphone

5 Tips Otomatisasi Pencatatan Keuangan Pribadi di iPhone

5 Tips Otomatisasi Pencatatan Keuangan Pribadi di iPhone Bagi banyak orang, mempelajari cara otomatisasi pencatatan keuangan pribadi di iphone adalah solusi terbaik untuk mengelola keuangan tanpa rasa pusing. Di tengah kesibukan harian, mencatat setiap pengeluaran secara manual sering kali terasa melelahkan dan mudah terlupakan. Dengan memanfaatkan ekosistem Apple yang canggih, Anda bisa mengubah perangkat di […]

Baca selengkapnya
aplikasi catat pengeluaran otomatis yang aman dan gratis

7 Aplikasi Catat Pengeluaran Otomatis Aman & Gratis 2026

Pernahkah kamu merasa uang gaji atau uang saku tiba-tiba ‘lenyap’ begitu saja di tengah bulan? Kamu merasa sudah hemat, tapi saat melihat saldo ATM, jumlahnya tidak sesuai ekspektasi. Masalahnya seringkali bukan pada seberapa besar pengeluaranmu, melainkan pada absennya pencatatan yang akurat. Di tahun 2026, mencatat manual setiap struk belanjaan di buku tulis atau aplikasi catatan […]

Baca selengkapnya
cara melihat total belanja gojek dan grab sebulan

3 Cara Cek Total Belanja Gojek dan Grab Sebulan, Gampang!

Pernahkah kamu merasa heran ke mana perginya saldo e-wallet atau uang di rekeningmu di akhir bulan? Rasanya baru kemarin isi saldo, tapi tiba-tiba sudah sisa recehan. Salah satu pengeluaran yang paling sering tidak disadari atau ‘silent spending’ adalah biaya transportasi online dan pesan antar makanan. Tanpa sadar, kebiasaan klik-klik di smartphone ini bisa menghabiskan jutaan […]

Baca selengkapnya