5 Cara Pakai QRIS di Luar Negeri, Praktis dan Bebas Kurs Mahal!

MochiMochi
Bacaan 13 menit
cara pakai qris di luar negeri

Pernahkah kamu merasa ribet harus menukar uang ke money changer setiap kali mau liburan ke luar negeri? Belum lagi harus menghitung lembaran uang asing yang bentuknya asing di tangan, atau merasa rugi karena kurs di bandara sangat mahal. Nah, di tahun 2026 ini, masalah klasik traveler Indonesia tersebut sudah mulai hilang berkat inovasi teknologi perbankan kita. Sekarang, transaksi di Bangkok, Kuala Lumpur, hingga Tokyo bisa semudah jajan seblak di depan komplek. Kuncinya ada pada satu hal: QRIS. Memahami cara pakai qris di luar negeri bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan dasar bagi kamu yang ingin traveling dengan cara yang lebih cerdas, efisien, dan tentunya hemat budget. Artikel ini akan mengupas tuntas semua yang perlu kamu tahu agar perjalananmu makin seamless.

Traveling di masa sekarang memang menuntut kita untuk lebih praktis. Bayangkan kamu sedang mengantre di sebuah kedai kopi hits di Singapura atau ingin membeli souvenir lucu di Jepang, tapi dompetmu tertinggal di hotel atau uang tunaimu sudah menipis. Alih-alih panik mencari ATM terdekat yang mungkin akan membebankan biaya tarik tunai sangat besar, kamu cukup mengeluarkan ponsel, membuka aplikasi perbankan atau e-wallet langganan, dan memindai kode QR yang tersedia. Dengan menguasai cara pakai qris di luar negeri, kamu bisa langsung membayar dalam hitungan detik. Saldo Rupiahmu akan otomatis terpotong sesuai dengan kurs yang berlaku saat itu, yang seringkali jauh lebih murah dibanding kurs kartu kredit konvensional.

Apa Itu QRIS Cross-Border dan Kenapa Kamu Harus Tahu?

Sebelum kita masuk ke teknis, mari kita samakan persepsi dulu. QRIS Cross-Border adalah hasil kerja sama antara Bank Indonesia dengan bank sentral negara-negara tetangga. Tujuannya sederhana: agar masyarakat Indonesia bisa bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran lokal (seperti BCA, Mandiri, Dana, atau LinkAja) di merchant-merchant luar negeri yang memiliki logo QR nasional mereka. Ini adalah lompatan besar bagi ekosistem keuangan kita. Mengapa ini penting? Karena selama ini, traveler seringkali terjebak dalam lingkaran setan biaya admin dan kurs yang tidak transparan. Dengan mengetahui cara pakai qris di luar negeri, kamu bisa memotong rantai kerumitan tersebut dan mendapatkan tips hemat traveling paling efektif untuk urusan transaksi.

Bedanya QRIS lokal vs QRIS antarnegara

Secara fungsional, cara kerjanya hampir sama dengan yang biasa kamu lakukan di Indonesia. Namun, ada teknologi “penengah” yang bekerja di belakang layar untuk mengonversi mata uang secara real-time. Di Indonesia, kamu memindai QRIS dan membayar Rupiah ke merchant Rupiah. Di luar negeri, kamu memindai kode QR lokal mereka (misalnya NETS di Singapura atau PromptPay di Thailand), dan sistem akan langsung menghitung berapa Rupiah yang harus kamu bayar berdasarkan kurs pasar saat itu. Pengetahuan tentang cara pakai qris di luar negeri memberikan kamu kebebasan untuk tidak lagi terpaku pada ketersediaan uang fisik. Kamu tidak perlu lagi khawatir mendapatkan uang kembalian dalam bentuk koin kecil yang seringkali tidak bisa ditukar kembali ke Rupiah saat pulang ke tanah air.

Negara mana saja yang sudah ‘support’?

Hingga tahun 2026, jangkauan QRIS Cross-Border telah meluas secara signifikan. Bank Indonesia terus memperluas kemitraan strategisnya untuk memastikan traveler Indonesia mendapatkan kemudahan di berbagai destinasi favorit. Berikut adalah daftar negara yang sudah bisa menerima pembayaran melalui skema ini:

Negara Nama QR Lokal Status (2026)
Thailand PromptPay Mendukung Penuh
Malaysia DuitNow Mendukung Penuh
Singapura NETS / SGQR Mendukung Penuh
Jepang JPQR Mendukung Penuh
Filipina QR Ph Tahap Implementasi

Fact: Jumlah negara yang telah mengimplementasikan QRIS Cross-Border secara penuh (Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang) — 4 negara (2026) — Source: Bank Indonesia

Dengan daftar negara yang semakin panjang, menguasai cara pakai qris di luar negeri menjadi sangat relevan. Jika tujuan liburanmu adalah salah satu dari negara di atas, kamu bisa mulai mengurangi porsi uang tunai di tasmu. Namun, tetap ingat untuk selalu melakukan riset kecil sebelum berangkat tentang area mana saja yang sudah melek teknologi QR ini.

Langkah-langkah Cara Pakai QRIS di Luar Negeri yang Benar

Menggunakan QRIS di luar negeri sebenarnya sangat intuitif, tapi ada beberapa detail kecil yang sering terlewatkan oleh pengguna baru. Jika kamu tidak teliti, transaksi bisa gagal dan membuatmu merasa canggung di depan kasir. Berikut adalah tutorial mendalam mengenai cara pakai qris di luar negeri agar kamu bisa bertransaksi layaknya warga lokal.

Pastikan aplikasi bank/e-wallet sudah update

Ini adalah langkah pertama yang paling krusial. Teknologi QRIS Cross-Border memerlukan modul enkripsi dan protokol terbaru dalam aplikasimu. Sebelum kamu melangkahkan kaki ke bandara, buka Google Play Store atau App Store, lalu cek apakah ada pembaruan untuk aplikasi m-banking atau e-wallet yang akan kamu gunakan. Banyak kegagalan transaksi terjadi hanya karena versi aplikasi yang sudah usang tidak mengenali format kode QR internasional. Selain itu, pastikan kamu sudah melakukan verifikasi identitas (KYC) agar limit transaksimu mencukupi. Tanpa aplikasi yang terupdate, cara pakai qris di luar negeri tidak akan bisa kamu praktikkan dengan lancar.

Cara scan dan verifikasi nominal dalam kurs lokal

Begitu kamu sampai di merchant yang memiliki logo QR nasional negara tersebut (seperti PromptPay di Thailand atau NETS di Singapura), ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buka aplikasi pembayaranmu (misalnya aplikasi bank).
  2. Pilih menu “Scan” atau “Bayar”.
  3. Arahkan kamera ponselmu ke kode QR merchant.
  4. Masukkan nominal transaksi dalam mata uang lokal (misal: 100 Baht). Hati-hati jangan sampai salah memasukkan angka nol.
  5. Di layar ponselmu, akan muncul konversi otomatis ke dalam Rupiah (misal: Rp45.000). Di sini kamu bisa melihat langsung berapa kurs yang dikenakan.
  6. Periksa kembali nama merchant yang muncul di layar untuk memastikan kamu tidak mengirim uang ke orang yang salah. Ini adalah bagian terpenting dari cara pakai qris di luar negeri agar transaksimu tetap aman.

Konfirmasi pembayaran dan cek notifikasi

Setelah semua data dirasa benar, masukkan PIN atau gunakan biometrik (sidik jari/wajah) untuk mengonfirmasi pembayaran. Jangan langsung pergi dari kasir! Tunggu hingga muncul layar “Berhasil” atau “Success” di aplikasimu. Biasanya, merchant juga akan menerima notifikasi atau struk akan keluar dari mesin kasir mereka. Jika terjadi kendala komunikasi, tunjukkan bukti transaksi di riwayat aplikasimu kepada kasir. Menguasai cara pakai qris di luar negeri berarti kamu juga harus siap dengan langkah verifikasi ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jika kamu sudah mendapatkan notifikasi berhasil, selamat! Kamu baru saja melakukan transaksi lintas negara tanpa repot tukar uang.

Skenario Nyata: Jajan Street Food di Bangkok Pakai QRIS

Mari kita bayangkan sebuah situasi nyata agar kamu lebih paham bagaimana realita cara pakai qris di luar negeri. Kamu sedang berjalan-jalan di pasar malam Jodd Fairs, Bangkok. Wangi mango sticky rice dan sate babi panggang menusuk hidung. Kamu berhenti di sebuah kedai kecil yang sangat ramai. Di meja kasirnya, tertempel stiker biru kecil bertuliskan “PromptPay”.

Biasanya, kamu harus merogoh dompet, mencari lembaran 100 Baht, dan menerima kembalian koin-koin kecil yang berat. Tapi kali ini berbeda. Kamu mengeluarkan ponsel, membuka aplikasi perbankan Indonesia favoritmu, dan memindai kode tersebut. Penjualnya tersenyum dan berkata, “PromptPay? Okay!”. Kamu memasukkan angka 80 Baht. Seketika, aplikasi menampilkan angka Rp36.000 (asumsi kurs). Kamu tekan bayar, masukkan PIN, dan ting! Transaksi berhasil.

Penjual melihat notifikasi di ponselnya, memberikan pesananmu, dan kamu bisa lanjut berjalan sambil menikmati jajananmu tanpa harus mengantongi koin kembalian. Inilah keajaiban cara pakai qris di luar negeri. Kamu tidak perlu pusing memikirkan apakah uang Baht-mu cukup untuk jajan sampai malam, karena saldo Rupiah di rekeningmu bisa langsung digunakan. Skenario seperti ini sekarang sudah sangat umum di Thailand, di mana pedagang kaki lima sekalipun sudah sangat terbiasa dengan pembayaran digital.

Kenapa Liburan Jadi Lebih Hemat Pakai QRIS?

Banyak orang bertanya, “Apa bedanya pakai QRIS sama gesek kartu kredit?”. Jawabannya terletak pada transparansi dan efisiensi biaya. Menggunakan cara pakai qris di luar negeri seringkali memberikan kamu keunggulan finansial yang tidak disadari. Mari kita bedah satu per satu alasannya.

Kurs yang lebih kompetitif dibanding money changer

Money changer, terutama yang berada di lokasi wisata atau bandara, biasanya mengambil margin (selisih kurs) yang cukup besar untuk biaya operasional mereka. Kartu kredit juga seringkali menambahkan biaya konversi valuta asing sekitar 2% hingga 3% di luar kurs pasar. Namun, dengan mekanisme QRIS Cross-Border, kurs yang digunakan adalah kurs referensi yang disepakati antar bank sentral, yang biasanya sangat mendekati kurs pasar menengah. Ini adalah salah satu alasan kuat mengapa kamu harus mempelajari cara pakai qris di luar negeri. Selisih beberapa ratus Rupiah per Dollar atau Baht mungkin terlihat kecil, tapi jika dikalikan total belanja selama liburan, jumlahnya bisa sangat lumayan untuk dialihkan ke manajemen anggaran liburan lainnya.

Bebas biaya admin tersembunyi

Saat kamu menarik uang tunai di ATM luar negeri, kamu biasanya dikenakan biaya tarik tunai (sekitar Rp25.000 – Rp50.000 per tarikan) plus biaya dari bank pemilik ATM di negara tersebut. Belum lagi jika ada biaya administrasi bulanan tambahan. Dengan cara pakai qris di luar negeri, transaksi dilakukan langsung dari saldo ke merchant tanpa perantara penarikan tunai. Ini berarti biaya admin yang kamu keluarkan adalah nol atau sangat minimal. Kamu hanya membayar apa yang kamu beli. Kepraktisan ini membuat kamu bisa lebih fokus menikmati perjalanan tanpa harus terus-menerus menghitung biaya tambahan setiap kali bertransaksi.

Pencatatan pengeluaran jadi lebih transparan

Salah satu tantangan terbesar saat liburan adalah melupakan berapa banyak uang yang sudah dihabiskan. Uang tunai di dompet seringkali “menguap” begitu saja tanpa jejak. Berbeda jika kamu menggunakan cara pakai qris di luar negeri, setiap transaksi akan tercatat secara otomatis di riwayat aplikasimu lengkap dengan tanggal, nama merchant, dan nominal dalam Rupiah. Ini memudahkan kamu untuk melakukan catatan keuangan otomatis saat sampai di hotel nanti. Kamu tidak perlu lagi mengumpulkan struk kertas yang berantakan hanya untuk mengetahui sisa budgetmu. Semua data sudah ada di genggamanmu, membuat kontrol finansial selama traveling menjadi jauh lebih mudah.

Hati-hati! 3 Masalah yang Sering Muncul Saat Pakai QRIS di Luar Negeri

Meski sangat memudahkan, bukan berarti metode ini tanpa celah. Sebagai traveler yang cerdas, kamu harus siap dengan segala kemungkinan. Memahami cara pakai qris di luar negeri juga berarti memahami cara mengatasi hambatannya. Berikut adalah beberapa masalah yang mungkin kamu temui dan bagaimana cara mengatasinya.

Koneksi internet tidak stabil di lokasi merchant

Karena QRIS berbasis cloud dan komunikasi real-time, kamu mutlak membutuhkan koneksi internet. Jika kamu berada di area yang sinyalnya lemah atau kuota internetmu habis, kamu tidak akan bisa membuka aplikasi apalagi melakukan scan. Banyak traveler gagal mempraktikkan cara pakai qris di luar negeri hanya karena masalah sepele ini. Solusinya? Pastikan kamu sudah membeli kartu SIM lokal atau mengaktifkan paket roaming yang andal. Selalu tes koneksi internetmu sebelum mengantre panjang di kasir untuk menghindari rasa malu jika transaksi gagal di detik-detik terakhir.

Limit harian yang tiba-tiba habis

Banyak orang lupa bahwa transaksi QRIS memiliki batas maksimal harian yang diatur oleh Bank Indonesia dan kebijakan bank masing-masing. Jika kamu berencana melakukan pembelian barang mewah (misalnya gadget atau tas branded), pastikan nominalnya tidak melebihi limit tersebut. Jangan sampai kamu sudah siap membayar tapi transaksi ditolak sistem karena limit habis.

Fact: Batas maksimal nominal transaksi QRIS per transaksi (berlaku untuk domestik dan antarnegara) — 20.000.000 Rupiah (2026) — Source: Bank Indonesia

Pengetahuan tentang limit ini sangat penting dalam strategi cara pakai qris di luar negeri. Jika belanjaanmu melebihi 20 juta Rupiah, kamu mungkin perlu menggunakan metode pembayaran lain seperti kartu kredit atau melakukan pembayaran secara bertahap jika memungkinkan. Selalu cek sisa limit harianmu di aplikasi perbankan sebelum melakukan transaksi besar.

Merchant belum teredukasi soal scan dari aplikasi Indonesia

Ini adalah hambatan psikologis. Terkadang, kasir di luar negeri mungkin merasa ragu ketika melihat turis asing ingin membayar menggunakan aplikasi dari negara asal mereka. Mereka mungkin belum tahu bahwa sistem QR mereka (seperti NETS) sudah bisa menerima scan dari aplikasi Indonesia. Jika ini terjadi, jangan ragu untuk menjelaskan dengan sopan atau tunjukkan bahwa ada logo QR nasional mereka yang bisa kamu scan. Memahami aspek komunikasi ini adalah bagian dari seni cara pakai qris di luar negeri. Namun, jika merchant tetap bersikeras tidak bisa, jangan memaksakan diri. Inilah gunanya tetap membawa sedikit uang tunai sebagai cadangan darurat (backup plan).

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Bagian ini akan menjawab keraguan-keraguan yang sering muncul di benak pengguna saat ingin mencoba cara pakai qris di luar negeri untuk pertama kalinya.

Apakah ada biaya tambahan (surcharge)?

Secara umum, Bank Indonesia melarang pengenaan biaya tambahan kepada konsumen untuk transaksi QRIS. Namun, kebijakan di luar negeri mungkin berbeda tergantung pada merchant-nya. Sejauh ini, dalam implementasi di Thailand dan Malaysia, hampir tidak ada laporan mengenai surcharge tambahan bagi pembeli. Harga yang tertera adalah harga yang kamu bayar. Inilah yang membuat cara pakai qris di luar negeri menjadi sangat populer di kalangan backpacker dan traveler hemat.

Bisa pakai QRIS di Jepang atau Korea Selatan?

Untuk Jepang, per tahun 2026, implementasi JPQR sudah mulai berjalan dan bisa menerima scan dari aplikasi Indonesia di kota-kota besar. Namun, untuk Korea Selatan, saat ini masih dalam tahap pembicaraan dan pengujian terbatas. Jadi, sebelum berangkat, selalu pastikan status terbaru negara tujuanmu. Jangan sampai kamu hanya mengandalkan cara pakai qris di luar negeri di negara yang memang belum mendukung sistem tersebut secara penuh.

Gimana kalau transaksi gagal tapi saldo terpotong?

Ini adalah ketakutan terbesar setiap orang. Jika hal ini terjadi, jangan panik. Langkah pertama adalah menyimpan bukti transaksi (screenshot) dan meminta bukti dari merchant bahwa transaksi mereka statusnya gagal. Hubungi customer service bank atau e-wallet kamu sesegera mungkin melalui kanal resmi (biasanya melalui chat di aplikasi atau media sosial). Biasanya, sistem akan melakukan rekonsiliasi otomatis dalam waktu 1×24 jam dan saldo akan kembali jika terbukti transaksi gagal. Ketelitian dalam memantau mutasi adalah bagian penting dalam cara pakai qris di luar negeri.

Apakah perlu aktivasi khusus sebelum ke luar negeri?

Kebanyakan aplikasi bank besar saat ini tidak memerlukan aktivasi khusus untuk fitur QRIS Cross-Border. Selama fitur QRIS kamu aktif dan saldo mencukupi, fitur ini otomatis bisa digunakan di negara yang mendukung. Namun, pastikan kamu memiliki akses ke SMS untuk menerima OTP (jika diperlukan) atau pastikan koneksi datamu bisa mengakses server bank di Indonesia. Melakukan pengecekan akun adalah langkah awal yang bijak dalam cara atur uang bulanan dan persiapan finansial perjalanan.

Kesimpulan dan Tips Tambahan

Mengadopsi teknologi baru seperti QRIS Cross-Border memang membutuhkan sedikit penyesuaian, tapi manfaat yang ditawarkan jauh melampaui usahanya. Dengan menguasai cara pakai qris di luar negeri, kamu tidak hanya membuat perjalananmu lebih praktis, tetapi juga lebih aman dari risiko kehilangan uang tunai atau terkena skema penukaran uang yang tidak jujur. Kamu jadi punya lebih banyak energi dan waktu untuk menikmati keindahan destinasi wisatamu daripada pusing memikirkan uang kembalian.

Sebagai penutup, berikut adalah pro-tips buat kamu:

  1. Selalu bawa dua aplikasi pembayaran yang berbeda (misal satu bank dan satu e-wallet) sebagai cadangan jika salah satu aplikasi sedang mengalami gangguan teknis.
  2. Catat kurs saat pertama kali melakukan transaksi sebagai referensi untuk belanja berikutnya.
  3. Tetap sediakan uang tunai dalam jumlah minimal untuk transportasi umum atau toko kecil yang mungkin belum memiliki kode QR.
  4. Gunakan fitur keamanan biometrik di ponselmu agar proses scan QRIS menjadi lebih cepat tanpa harus mengetik PIN di tempat umum.

Sekarang, kamu sudah siap untuk menjelajahi dunia dengan lebih percaya diri. Selamat merencanakan liburanmu berikutnya dan jangan lupa untuk terus memperbarui pengetahuanmu tentang teknologi keuangan terbaru agar hidupmu makin mudah dan dompetmu tetap sehat!

Share

Postingan Terkait

apakah bayar qris kena biaya tambahan

5 Aturan Bayar QRIS Biar Gak Kena Biaya Tambahan, Wajib Tahu!

Pernah nggak sih kamu lagi asyik mau bayar kopi di kafe favorit atau jajan seblak di pinggir jalan, terus tiba-tiba kasirnya bilang, “Kak, kalau pakai QRIS ada tambahan biaya 3% ya”? Di momen itu, pasti muncul pertanyaan besar di kepala kita: apakah bayar qris kena biaya tambahan sebenarnya diperbolehkan secara aturan? Rasanya pasti kesel banget, […]

Baca selengkapnya
bayar pakai qris vs kartu debit

Bayar Pakai QRIS vs Kartu Debit: 5 Perbandingan Biar Ga Boncos

Pernah nggak kamu berdiri di depan kasir, sudah siap mau bayar, tapi tiba-tiba bingung mau buka aplikasi e-wallet buat scan kode atau justru merogoh dompet buat ambil kartu? Dilema antara bayar pakai qris vs kartu debit ini bukan cuma soal mana yang lebih keren atau kekinian, tapi juga soal efisiensi, keamanan, dan yang paling penting: […]

Baca selengkapnya
solusi transaksi qris gagal saldo terpotong

5 Solusi QRIS Gagal Saldo Terpotong: Cara Refund Saldo Tuntas

Pernah merasa jantung mau copot gara-gara pas lagi bayar kopi favorit atau belanja di minimarket, tiba-tiba muncul notifikasi ‘transaksi gagal’ tapi saldo di rekening justru berkurang? Kalau iya, kamu nggak sendirian. Kejadian saldo terpotong saat transaksi QRIS tidak berhasil adalah salah satu masalah teknis yang paling sering dikeluhkan pengguna e-wallet dan perbankan digital saat ini. […]

Baca selengkapnya