5 Fungsi NPWP Bagi Mahasiswa & Pencari Kerja: Jangan Sampai Rugi!

MochiMochi
Bacaan 12 menit
fungsi npwp bagi mahasiswa

Masa-masa kuliah tingkat akhir atau fresh graduate adalah momen transisi yang penuh dengan pertanyaan baru. Selain sibuk revisi skripsi atau menyebar CV, ada satu hal administratif yang sering kali membuat bingung: NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Mungkin kamu pernah mendengar teman yang panik karena diminta NPWP saat mendaftar magang, atau senior yang mengeluh gajinya dipotong besar karena belum punya kartu sakti ini. Pertanyaan besarnya adalah, apakah kamu benar-benar butuh benda ini sekarang? Bukannya pajak itu urusan orang yang sudah kaya atau kerja mapan saja? Nah, di sinilah banyak terjadi kesalahpahaman mengenai fungsi npwp bagi mahasiswa. Padahal, memahami instrumen ini sejak dini bisa menyelamatkan dompetmu dari potongan yang tidak perlu.

Seiring dengan wacana pemerintah untuk mengintegrasikan NIK (Nomor Induk Kependudukan) menjadi NPWP secara menyeluruh, batasan antara data kependudukan dan data perpajakan menjadi semakin tipis. Namun, bagi sistem penggajian perusahaan (payroll) dan administrasi negara saat ini, status kepemilikan NPWP masih menjadi variabel kunci. Mengetahui fungsi npwp bagi mahasiswa bukan hanya soal patuh aturan, tapi strategi cerdas untuk mengamankan pendapatan pertamamu nanti. Jangan sampai euforia menerima gaji pertama alias first paycheck berubah menjadi kekecewaan saat melihat nominal transfer yang “disunat” lebih banyak dari perkiraan hanya karena masalah administrasi.

Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam apa saja fungsi npwp bagi mahasiswa dan pencari kerja, mitos yang selama ini beredar, serta hitung-hitungan riil kerugian finansial jika kamu mengabaikannya. Yuk, kita simak agar kamu tidak rugi di kemudian hari!

Mengapa Mahasiswa Mulai Melirik NPWP?

Dulu, NPWP mungkin dianggap sebagai dokumen “orang tua” atau mereka yang sudah mapan berkarir. Namun, dinamika dunia kerja zaman sekarang sudah berubah. Banyak mahasiswa yang sudah mulai aktif mencari penghasilan tambahan sejak semester awal, entah itu melalui program magang berbayar, freelance, atau bahkan menjadi konten kreator. Di sinilah fungsi npwp bagi mahasiswa mulai terasa urgensinya. Kesadaran akan literasi keuangan juga mendorong anak muda untuk lebih rapi secara administrasi sejak dini.

Transisi NIK Menjadi NPWP

Isu yang paling hangat dibicarakan adalah integrasi NIK KTP menjadi NPWP. Pemerintah Indonesia memang sedang dalam proses transisi besar-besaran untuk menjadikan satu data tunggal. Nantinya, setiap warga negara yang memiliki KTP secara teknis sudah memiliki nomor identitas perpajakan. Namun, apakah ini berarti fungsi npwp bagi mahasiswa yang berupa kartu fisik atau nomor terpisah sudah tidak berlaku? Belum tentu. Dalam masa transisi ini, aktivasi dan validasi data tetap diperlukan. Sistem perusahaan sering kali masih meminta nomor NPWP format lama (15 digit) atau konfirmasi status validitas pemadanan NIK-NPWP (16 digit). Jadi, memahami fungsi npwp bagi mahasiswa dalam konteks transisi ini penting agar kamu tidak kaget saat HRD meminta data tersebut.

Kebutuhan Administrasi Magang dan Kerja Part-time

Dunia perkuliahan saat ini sangat mendorong mahasiswanya untuk mencari pengalaman di luar kampus. Program seperti Kampus Merdeka atau magang mandiri di perusahaan rintisan (startup) semakin menjamur. Saat kamu diterima magang dan dijanjikan uang saku atau insentif, bagian keuangan perusahaan pasti akan meminta data rekening dan NPWP. Di sinilah fungsi npwp bagi mahasiswa menjadi syarat mutlak administrasi. Tanpa adanya kejelasan status pajak, proses pencairan uang saku magangmu bisa terhambat atau mengalami pemotongan yang lebih besar dari seharusnya. Ini adalah momen pertama di mana mahasiswa menyadari bahwa urusan pajak bukan hanya soal bayar-membayar, tapi soal kelengkapan data diri profesional.

5 Fungsi NPWP Bagi Mahasiswa dan Pencari Kerja

Seringkali mahasiswa merasa enggan membuat NPWP karena takut dikejar-kejar petugas pajak atau takut uang jajannya dipotong. Padahal, realitanya justru sebaliknya. Berikut adalah 5 fungsi npwp bagi mahasiswa dan pencari kerja yang justru menguntungkanmu:

1. Syarat Mutlak Administrasi Melamar Kerja

Saat kamu melamar pekerjaan, terutama di perusahaan formal, BUMN, atau korporasi multinasional, NPWP sering kali tercantum sebagai salah satu dokumen persyaratan, baik saat pendaftaran awal atau saat pemberkasan akhir (onboarding). Fungsi npwp bagi mahasiswa yang baru lulus (fresh graduate) di sini adalah sebagai bukti kesiapan administrasi profesional. Calon karyawan yang sudah memiliki NPWP dinilai lebih siap kerja dibandingkan yang belum.

Bagi tim HRD dan Finance, karyawan tanpa NPWP adalah “PR” tambahan karena mereka harus menghitung pajak dengan skema berbeda. Dengan memiliki NPWP sejak awal, kamu memperlancar proses rekrutmenmu sendiri. Jangan sampai proses tanda tangan kontrak kerjamu tertunda hanya karena kamu belum sempat mengurus kartu ini ke kantor pajak atau via online.

2. Menghindari Potongan Pajak 20% Lebih Tinggi (Penting!)

Inilah poin paling krusial dan paling sering menjadi penyesalan para first jobber. Salah satu fungsi npwp bagi mahasiswa atau pekerja pemula yang paling berdampak pada dompet adalah melindungi penghasilanmu dari potongan pajak yang membengkak. Sesuai regulasi perpajakan di Indonesia, jika seseorang menerima penghasilan yang dikenakan Pajak Penghasilan (PPh 21) namun tidak memiliki NPWP, maka ia akan dikenakan tarif penalti.

Berapa besar penaltinya? Kamu akan dikenakan potongan pajak 20% lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki NPWP. Bayangkan, kamu dan temanmu bekerja di posisi yang sama, gaji yang sama, tapi uang yang masuk ke rekeningmu lebih sedikit hanya karena kamu tidak punya NPWP. Ini bukan angka yang kecil jika diakumulasikan setahun.

Fact: Kenaikan tarif pemotongan PPh 21 bagi wajib pajak tanpa NPWP — 20 % (2025) — Source: Direktorat Jenderal Pajak (PER-16/PJ/2016)

Misalnya, jika pajak normal yang harus dibayar adalah Rp200.000 per bulan, tanpa NPWP kamu harus membayar Rp240.000. Selisih Rp40.000 itu mungkin terlihat kecil, tapi jika dikalikan setahun menjadi Rp480.000. Uang segitu lumayan banget buat nambah-nambahin tips hemat uang saku atau jajan kopi, kan? Jadi, fungsi npwp bagi mahasiswa di sini jelas: menyelamatkan hak penghasilanmu secara legal.

3. Dokumen Pendukung Beasiswa & Magang Resmi

Bagi kamu scholarship hunter, fungsi npwp bagi mahasiswa juga meluas ke ranah beasiswa. Beberapa program beasiswa, terutama yang berasal dari pendanaan pemerintah (seperti LPDP atau beasiswa kedinasan tertentu) maupun beasiswa dari korporasi, terkadang mensyaratkan NPWP. Bukan untuk memajaki uang beasiswamu (karena beasiswa umumnya bukan objek pajak), melainkan sebagai validasi data kependudukan dan kepatuhan administratif warga negara.

Selain itu, untuk program magang resmi yang memberikan insentif bulanan di atas ambang batas tertentu, perusahaan wajib melaporkan pengeluaran tersebut ke kantor pajak. Mereka membutuhkan NPWP penerima dana sebagai bukti pelaporan. Jika kamu tidak punya, proses administrasi pencairan danamu bisa jadi ribet. Memiliki NPWP menunjukkan bahwa kamu adalah mahasiswa yang tertib administrasi, yang bisa menjadi nilai plus di mata pemberi beasiswa atau pemberi kerja.

4. Mempermudah Pengajuan Kredit atau KPR di Masa Depan

Mungkin saat ini kamu berpikir, “Ah, aku kan masih mahasiswa, belum butuh kredit bank.” Eits, tunggu dulu. Perencanaan keuangan itu bersifat jangka panjang. Fungsi npwp bagi mahasiswa juga berkaitan dengan membangun rekam jejak finansial yang kredibel. Saat kamu lulus nanti dan mungkin berencana mencicil motor, gadget untuk kerja, atau bahkan rumah (KPR) beberapa tahun ke depan, bank akan melihat riwayatmu.

NPWP adalah salah satu syarat wajib dalam pengajuan fasilitas kredit di perbankan. Bank perlu memastikan bahwa calon debiturnya adalah warga negara yang tercatat dan patuh pajak. Jika kamu sudah memiliki NPWP sejak masa akhir kuliah dan mulai mengisi SPT Tahunan (walaupun nihil), itu bisa menjadi data pendukung bahwa kamu adalah individu yang terdata dengan baik. Ini juga berkaitan dengan kebiasaan mengatur keuangan. Daripada uangmu habis tak berbekas, lebih baik alokasikan untuk hal produktif dan catat di aplikasi pengatur keuangan agar riwayat cashflow-mu sehat saat dicek oleh bank nanti.

5. Legitimasi untuk Memulai Freelance atau Bisnis Kecil

Era digital membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk menjadi freelancer (penulis, desainer, programmer) atau membuka bisnis kecil-kecilan. Di dunia profesional, klien korporat sering kali mewajibkan vendornya (termasuk freelancer perorangan) untuk memiliki NPWP. Mengapa? Karena mereka harus melakukan pemotongan pajak (PPh 21 atau PPh 23) atas jasa yang kamu berikan.

Jika kamu tidak punya NPWP, klien mungkin akan ragu menggunakan jasamu karena akan menyulitkan bagian keuangan mereka, atau mereka akan memotong bayaranmu lebih besar (penalti 20% tadi). Fungsi npwp bagi mahasiswa yang merintis karir freelance adalah memberikan kesan profesional dan bonafide. Kamu terlihat sebagai pebisnis serius, bukan sekadar mahasiswa iseng. Selain itu, memiliki NPWP memungkinkan kamu untuk mengurus izin usaha lainnya jika bisnismu berkembang, memisahkan keuangan pribadi dan bisnis dengan lebih rapi.

Salah Kaprah: Punya NPWP = Pasti Bayar Pajak?

Ini adalah mitos terbesar yang membuat banyak mahasiswa takut membuat NPWP. “Aduh, nanti kalau aku punya NPWP, uang jajanku dari orang tua dipajakin dong?” Jawabannya: TIDAK. Mari kita luruskan persepsi keliru mengenai fungsi npwp bagi mahasiswa ini.

Bedanya Punya NPWP vs. Wajib Bayar Pajak

Memiliki NPWP ibarat memiliki KTP atau SIM. Itu adalah nomor identitas. Memiliki SIM bukan berarti kamu pasti ditilang setiap hari, kan? Kamu baru ditilang kalau melanggar aturan. Begitu juga dengan NPWP. Memiliki NPWP hanyalah sarana administrasi. Kewajiban membayar pajak baru muncul jika penghasilanmu sudah melebihi batas tertentu yang ditetapkan pemerintah.

Bagi mahasiswa yang belum bekerja atau hanya kerja serabutan dengan penghasilan kecil, status NPWP kamu kemungkinan besar hanya sebatas terdaftar, dan pelaporan pajakmu setiap tahun akan berstatus “Nihil” (0 Rupiah). Jadi, jangan takut untuk membuat NPWP hanya karena takut bayar. Fungsi npwp bagi mahasiswa lebih ke arah persiapan dan kemudahan administrasi, bukan beban finansial.

Konsep Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Pemerintah menetapkan batas yang disebut Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Jika total penghasilanmu dalam setahun masih di bawah angka PTKP, maka kamu BEBAS PAJAK. Kamu tidak perlu membayar sepeser pun. Penting untuk memahami batas penghasilan bebas pajak ini agar kamu bisa tenang.

Fact: Batas penghasilan tahunan (PTKP) untuk status Wajib Pajak Non-Efektif — 54.000.000 IDR (2025) — Source: Direktorat Jenderal Pajak

Artinya, jika penghasilan rata-rata kamu per bulan masih di bawah Rp4,5 juta (asumsi PTKP Rp54 juta/tahun untuk status lajang), kamu aman. Bagi mahasiswa magang yang mungkin dapat uang saku Rp1-2 juta per bulan, jelas tidak ada pajak yang harus dibayar, meskipun kamu punya NPWP. Justru, fungsi npwp bagi mahasiswa di sini adalah untuk membuktikan bahwa penghasilanmu memang di bawah PTKP sehingga tidak perlu dipotong pajak oleh perusahaan pemberi magang secara sembarangan.

Skenario Nyata: Gaji Pertama Tanpa NPWP

Mari kita lihat contoh kasus nyata untuk menggambarkan betapa ruginya mengabaikan fungsi npwp bagi mahasiswa saat masuk dunia kerja. Anggaplah ada dua fresh graduate, Budi dan Ani, yang diterima kerja di perusahaan yang sama dengan gaji Rp6.000.000 per bulan.

Hitungan kasar gaji dengan vs tanpa NPWP

Ani (Punya NPWP):
Ani sudah mengurus NPWP sejak skripsi. Saat gajian, HRD menghitung pajak PPh 21 Ani dengan tarif normal. Asumsikan setelah dikurangi biaya jabatan dan iuran pensiun, serta dikurangi PTKP, pajak terutang Ani per bulan adalah sekitar Rp37.500 (angka ilustrasi sederhana). Maka gaji bersih Ani: Rp5.962.500.

Budi (Tidak Punya NPWP):
Budi malas mengurus NPWP. Karena itu, ia dikenakan tarif 20% lebih tinggi dari pajak normal. Jika pajak normalnya Rp37.500, maka Budi harus membayar ekstra 20% dari Rp37.500 = Rp7.500. Total pajaknya menjadi Rp45.000. Mungkin terlihat kecil di level gaji ini, tapi bayangkan jika gajinya Rp10 juta atau Rp15 juta? Selisihnya akan semakin melebar secara eksponensial.

Catatan: Pada level gaji yang jauh lebih tinggi di mana pajak progresif berlaku, selisih 20% ini bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.

Dampak jangka panjang pada cashflow bulanan

Uang selisih karena denda pajak itu adalah uang yang “hilang” begitu saja. Padahal, uang tersebut bisa dialokasikan untuk tabungan dana darurat atau investasi kecil-kecilan. Sayang kan uangnya hilang dipotong pajak lebih? Lebih baik uang selisihnya ditabung atau dikelola pakai MoneyKu.

Dengan aplikasi MoneyKu, kamu bisa mencatat setiap rupiah yang berhasil kamu selamatkan dari potongan pajak berlebih itu. Kamu bisa membuat kategori “Tabungan Pajak” atau “Dana Senang-Senang” dari selisih tersebut. MoneyKu membantumu memvisualisasikan kemana larinya uangmu, memastikan gaji pertamamu tidak cuma numpang lewat. Ini adalah langkah awal yang cerdas dalam menerapkan tips mengatur gaji pertama agar masa mudamu tidak habis hanya untuk membayar denda ketidaktahuan.

Kapan Waktu Terbaik Membuat NPWP?

Setelah mengetahui fungsi npwp bagi mahasiswa, pertanyaan selanjutnya adalah “kapan?”. Jangan sampai terburu-buru, tapi jangan juga terlambat.

Saat mulai melamar kerja full-time

Idealnya, uruslah NPWP saat kamu sudah di semester akhir dan mulai menyebar CV. Memasukkan nomor NPWP di CV atau formulir lamaran kerja memberikan sinyal positif pada rekruter. Ini waktu terbaik karena kamu punya waktu luang sebelum sibuk dengan jam kerja kantor.

Saat memiliki penghasilan di atas PTKP

Jika kamu mahasiswa yang sudah punya bisnis sampingan atau freelance dengan penghasilan lumayan (rata-rata di atas Rp4,5 juta per bulan), segeralah buat NPWP. Ini adalah kewajiban hukum. Selain memenuhi kewajiban, fungsi npwp bagi mahasiswa berpenghasilan ini adalah untuk kerapian pembukuan bisnismu sendiri.

Cara mendaftar secara online (E-Reg Pajak)

Sekarang zaman sudah canggih. Kamu tidak perlu antre pagi-pagi di kantor pajak (KPP). Kamu bisa mendaftar melalui situs E-Reg Pajak (ereg.pajak.go.id). Cukup siapkan KTP dan KK, isi formulir online, dan kartu NPWP elektronik akan dikirim ke emailmu, sementara kartu fisiknya akan dikirim ke alamat rumah. Proses ini membuktikan bahwa fungsi npwp bagi mahasiswa kini sangat mudah diakses, mendukung gaya hidup digital kita.

FAQ: Pertanyaan Mahasiswa Soal Pajak

Masih ragu tentang fungsi npwp bagi mahasiswa? Berikut jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul di benak mahasiswa:

Apakah mahasiswa yang belum kerja bisa bikin NPWP?

Bisa, tapi biasanya petugas pajak akan bertanya tujuannya. Jika untuk melamar kerja, pilih status “Pekerjaan dalam hubungan kerja” atau “Karyawan”. Jika belum punya penghasilan, nanti saat lapor SPT statusnya Nihil. Namun, disarankan membuat saat memang sudah ada kebutuhan jelas (magang/kerja) agar tidak menambah beban administrasi lapor pajak tahunan jika belum perlu-perlu amat.

Bagaimana jika sudah punya NPWP tapi menganggur?

Tidak masalah. Kamu tetap punya NPWP, tapi karena tidak ada penghasilan, kamu tidak bayar pajak. Kewajibanmu hanya satu: Lapor SPT Tahunan dengan status Nihil (0). Jika kamu merasa ribet lapor tiap tahun padahal menganggur, kamu bisa mengajukan status NE (Non-Efektif).

Apakah NIK saya sudah otomatis aktif jadi NPWP?

Untuk sebagian besar orang, ya, proses pemadanan data sedang berlangsung. Namun, untuk keperluan administrasi kantor baru, seringkali mereka meminta konfirmasi atau bukti validasi bahwa NIK kamu sudah valid sebagai NPWP. Jadi, mengecek status aktifasi NIK menjadi NPWP di DJP Online tetap perlu dilakukan untuk memastikan fungsi npwp bagi mahasiswa berjalan lancar.

Apa itu status Wajib Pajak Non-Efektif (NE)?

Status NE adalah status di mana kamu punya NPWP tapi dibebaskan dari kewajiban lapor SPT Tahunan dan tidak akan dikenakan denda administrasi. Mahasiswa yang sudah terlanjur bikin NPWP (misal untuk syarat magang) tapi kemudian lanjut S2 dan tidak bekerja, bisa mengajukan status NE ini agar tenang dan tidak dikejar kewajiban lapor. Ini adalah fitur penyelamat yang mendukung fungsi npwp bagi mahasiswa agar fleksibel mengikuti fase hidupmu.

Share

Postingan Terkait

apakah bayar qris kena biaya tambahan

5 Aturan Bayar QRIS Biar Gak Kena Biaya Tambahan, Wajib Tahu!

Pernah nggak sih kamu lagi asyik mau bayar kopi di kafe favorit atau jajan seblak di pinggir jalan, terus tiba-tiba kasirnya bilang, “Kak, kalau pakai QRIS ada tambahan biaya 3% ya”? Di momen itu, pasti muncul pertanyaan besar di kepala kita: apakah bayar qris kena biaya tambahan sebenarnya diperbolehkan secara aturan? Rasanya pasti kesel banget, […]

Baca selengkapnya
bayar pakai qris vs kartu debit

Bayar Pakai QRIS vs Kartu Debit: 5 Perbandingan Biar Ga Boncos

Pernah nggak kamu berdiri di depan kasir, sudah siap mau bayar, tapi tiba-tiba bingung mau buka aplikasi e-wallet buat scan kode atau justru merogoh dompet buat ambil kartu? Dilema antara bayar pakai qris vs kartu debit ini bukan cuma soal mana yang lebih keren atau kekinian, tapi juga soal efisiensi, keamanan, dan yang paling penting: […]

Baca selengkapnya
solusi transaksi qris gagal saldo terpotong

5 Solusi QRIS Gagal Saldo Terpotong: Cara Refund Saldo Tuntas

Pernah merasa jantung mau copot gara-gara pas lagi bayar kopi favorit atau belanja di minimarket, tiba-tiba muncul notifikasi ‘transaksi gagal’ tapi saldo di rekening justru berkurang? Kalau iya, kamu nggak sendirian. Kejadian saldo terpotong saat transaksi QRIS tidak berhasil adalah salah satu masalah teknis yang paling sering dikeluhkan pengguna e-wallet dan perbankan digital saat ini. […]

Baca selengkapnya