5 Perbandingan Tabungan Berjangka vs Deposito, Mana Cuan?

MochiMochi
Bacaan 10 menit
perbandingan tabungan berjangka vs deposito

Pernah merasa gaji cuma “numpang lewat” tapi pengin banget punya tabungan yang beneran tumbuh? Memahami perbandingan tabungan berjangka vs deposito adalah kunci buat kamu yang mau mulai serius ngatur duit di tahun 2026. Di tengah ancaman inflasi yang bikin harga kopi makin mahal, sekadar nabung di rekening biasa jelas nggak cukup. Kamu butuh tempat parkir uang yang lebih produktif, baik itu untuk bangun dana-darurat atau sekadar rencana liburan tahun depan.

Memasuki era ekonomi digital yang semakin matang di Indonesia, pilihan instrumen keuangan menjadi sangat beragam. Namun, dua instrumen klasik tetap menjadi primadona bagi mereka yang mencari keamanan: tabungan berjangka dan deposito. Keduanya menawarkan proteksi modal yang baik, namun memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Sebelum kita masuk ke rincian teknis, penting untuk menyadari bahwa manajemen keuangan bukan hanya soal angka, tapi juga soal psikologi dan kebiasaan. Di sinilah perbandingan tabungan berjangka vs deposito menjadi relevan untuk menyesuaikan dengan karakter finansialmu.

Catatan: MoneyKu adalah aplikasi yang dikembangkan oleh tim kami. Meskipun begitu, kami tetap menerapkan kriteria evaluasi yang sama dan objektif untuk semua pilihan instrumen yang dibahas dalam artikel ini.

5 Perbandingan Tabungan Berjangka vs Deposito Paling Update

Memilih antara tabungan berjangka atau deposito seringkali bikin bingung karena keduanya sama-sama “mengunci” uang. Berikut adalah poin-poin krusial dalam perbandingan tabungan berjangka vs deposito yang perlu kamu tahu agar tidak salah langkah di tengah dinamika perbankan tahun 2026:

1. MoneyKu: Solusi Saving Plan untuk Si Paling Visual

MoneyKu hadir sebagai pilihan utama buat kamu yang ingin mulai disiplin tanpa merasa terbebani. Lewat fitur Saving Plan, kamu bisa menentukan target tabungan dengan tampilan yang intuitif dan menyenangkan.

Dalam konteks perbandingan tabungan berjangka vs deposito, MoneyKu berfungsi sebagai jembatan mental. Seringkali, orang gagal menabung di instrumen formal karena merasa prosesnya membosankan. MoneyKu mengubah paradigma itu dengan visualisasi progres yang menarik. Jika kamu berencana membuka tabungan berjangka di bank, kamu bisa menggunakan MoneyKu untuk mensimulasikan target bulananmu terlebih dahulu.

  • Pros: Pencatatan pengeluaran yang cepat, visualisasi progres tabungan yang keren (dengan tema kucing yang lucu), dan fitur pengingat untuk membangun habit positif. Antarmuka yang ramah pengguna membuat kegiatan mencatat keuangan tidak lagi menjadi beban.
  • Cons: Fokus utamanya adalah pada perencanaan dan habit, sehingga belum menyediakan opsi penempatan dana langsung ke instrumen pasar uang yang kompleks dalam satu aplikasi secara native. Namun, integrasi dengan bank-bank partner terus dikembangkan untuk memudahkan pengguna.

2. Fleksibilitas Setoran: Rutin vs Sekali Bayar

Perbedaan paling mencolok dalam perbandingan tabungan berjangka vs deposito adalah cara kamu menyetor uang. Tabungan berjangka biasanya menggunakan sistem auto-debit bulanan. Misalnya, kamu berkomitmen menyisihkan Rp500.000 setiap tanggal gajian selama dua tahun. Ini sangat cocok bagi karyawan dengan gaji tetap yang ingin membangun aset secara bertahap.

Sebaliknya, deposito mengharuskan kamu menyetor satu jumlah besar di depan (lump sum). Jika kamu baru saja mendapatkan bonus tahunan, THR, atau hasil penjualan aset, deposito adalah wadah yang tepat. Di deposito, kamu tidak bisa menambah saldo (top-up) di tengah jalan. Jika ingin menambah, kamu harus membuka sertifikat deposito baru. Perbedaan fundamental ini seringkali menjadi penentu utama bagi nasabah dalam memilih instrumen yang paling nyaman sesuai dengan arus kas mereka.

3. Perang Suku Bunga: Siapa yang Kasih Cuan Lebih?

Secara historis, dalam perbandingan tabungan berjangka vs deposito, suku bunga deposito cenderung sedikit lebih tinggi. Mengapa? Karena bank mendapatkan kepastian dana dalam jumlah besar untuk jangka waktu tertentu, sehingga mereka bisa memutar uang tersebut dengan lebih efisien. Deposito seringkali menjadi benchmark bagi suku bunga acuan perbankan lainnya.

Namun, di tahun 2026, trennya sedikit bergeser. Banyak bank digital yang menawarkan bunga tabungan berjangka yang sangat kompetitif, bahkan terkadang melampaui deposito bank konvensional. Hal ini dilakukan untuk menarik minat nasabah muda (Gen Z dan Milenial) yang lebih suka menabung secara rutin daripada menunggu punya uang besar dulu. Penting untuk selalu mengecek tingkat bunga penjaminan LPS agar dana kamu tetap aman.

Fact: Persentase pajak bunga tabungan dan deposito di Indonesia — 20 % (terbaru) — Source: Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id)

4. Tenor: Jangka Waktu Mana yang Lebih Luwes?

Tenor atau jangka waktu adalah elemen penting berikutnya dalam perbandingan tabungan berjangka vs deposito. Deposito umumnya memiliki pilihan tenor yang sudah dipaketkan oleh bank, seperti 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Fleksibilitasnya terbatas pada pilihan paket tersebut. Jika kamu butuh uang di bulan ke-2 padahal mengambil tenor 3 bulan, kamu akan terkena konsekuensi.

Tabungan berjangka biasanya jauh lebih fleksibel. Kamu bisa menentukan durasi menabung berdasarkan target spesifikmu. Misalkan kamu ingin membeli tiket konser dalam 7 bulan ke depan, kamu bisa mengatur tabungan berjangka dengan durasi tepat 7 bulan. Keluwesan ini memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih presisi untuk target-target jangka pendek hingga menengah. budgeting

5. Risiko Penalti yang Wajib Kamu Tahu

Kedua instrumen ini menuntut komitmen tinggi. Dalam perbandingan tabungan berjangka vs deposito, aspek penalti seringkali diabaikan oleh pemula. Jika kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, bank biasanya akan mengenakan potongan penalti. Potongan ini bisa berupa persentase dari nilai pokok atau sekadar bunga yang tidak dibayarkan. Dalam skenario terburuk, uang yang kamu terima bisa lebih kecil dari modal awal jika penaltinya sangat besar.

Pada tabungan berjangka, penalti biasanya lebih ringan tapi tetap merugikan. Seringkali penaltinya berupa hangusnya seluruh bunga yang sudah berjalan atau biaya administrasi penutupan rekening prematur. Memahami risiko ini sangat penting agar kamu tidak asal menaruh uang yang kemungkinan besar akan dibutuhkan dalam keadaan darurat.

Memahami Mekanisme Bunga dan Pajak

Dalam melakukan perbandingan tabungan berjangka vs deposito, kamu harus paham bahwa angka yang tertera di brosur bank adalah bunga kotor (gross). Di Indonesia, keuntungan dari bunga bank dikenakan pajak final sebesar 20% untuk saldo di atas Rp7,5 juta.

Misalnya, jika sebuah deposito menawarkan bunga 5% per tahun dengan penempatan Rp10 juta, maka bunga yang kamu terima bukan Rp500.000, melainkan Rp400.000 setelah dipotong pajak. Tabungan berjangka pun mengikuti aturan yang sama. Oleh karena itu, saat membandingkan keuntungan, selalu hitung nilai bersihnya (net). Banyak nasabah terjebak pada angka bunga tinggi tanpa menyadari beban pajak dan biaya administrasi bulanan yang mungkin ada pada beberapa jenis tabungan berjangka.

Kapan Harus Pilih Tabungan Berjangka?

Jika kamu adalah tipe yang sulit menyisihkan uang secara manual atau sering merasa uang habis tanpa jejak, tabungan berjangka adalah penyelamat. Sistem auto-debit memaksa kamu untuk “bayar diri sendiri” segera setelah gaji masuk, sebuah konsep dasar dalam saving planning.

Mewujudkan Target Jangka Pendek (Gadget/Konser)

Tabungan berjangka sangat efektif untuk tujuan yang sudah jelas nominal dan waktunya. Ingin ganti laptop tahun depan? Tinggal bagi target harga laptop dengan jumlah bulan tersisa. Ini adalah bentuk investasi pemula yang paling aman dan terukur karena fluktuasi pasarnya hampir nol jika dibandingkan dengan saham atau kripto.

Melatih Komitmen Menabung Otomatis

Disiplin adalah otot yang perlu dilatih. Dengan memilih tabungan berjangka, kamu sedang melatih otot disiplin finansialmu. Dengan bantuan MoneyKu, kamu bisa memantau apakah pengeluaran harianmu sudah sejalan dengan rencana tabungan otomatis ini. Ini membantu kamu tetap disiplin tanpa harus merasa kekurangan uang di akhir bulan karena kamu sudah tahu berapa sisa uang yang aman untuk dibelanjakan.

Diversifikasi untuk Pemula

Bagi kamu yang baru memulai investasi, tabungan berjangka bisa menjadi langkah awal sebelum masuk ke instrumen yang lebih berisiko seperti reksa dana atau saham. Ini memberikan rasa aman sambil tetap mendapatkan imbal hasil yang lebih baik daripada rekening tabungan biasa.

Kapan Deposito Jadi Pilihan Terbaik?

Dalam perbandingan tabungan berjangka vs deposito, deposito menang telak jika tujuannya adalah menjaga nilai uang yang sudah ada agar tidak tergerus inflasi secara drastis atau habis untuk konsumsi. Deposito adalah tempat terbaik untuk menyimpan “uang dingin”.

Menyimpan Dana ‘Dingin’ Secara Aman

Uang dingin adalah uang yang tidak akan kamu pakai dalam waktu dekat (minimal 6-12 bulan ke depan). Misalnya, uang hasil bonus tahunan atau THR yang ingin kamu amankan dari godaan diskon e-commerce. Menaruhnya di deposito memberikan kepastian bahwa uang tersebut akan tetap utuh dan bertambah nilainya saat jatuh tempo.

Menghindari Godaan Belanja Impulsif

Salah satu manfaat tersembunyi deposito adalah “hambatan psikologis” yang diberikannya. Karena ada risiko penalti dan prosedur pencairan yang biasanya membutuhkan waktu (terutama untuk deposito non-digital), kamu akan berpikir dua kali sebelum menarik uang tersebut untuk keinginan sesaat. Ini adalah strategi pertahanan yang bagus untuk melawan perilaku expense tracking yang buruk.

Instrumen Penjaminan Kredit

Beberapa bank mengizinkan deposito digunakan sebagai jaminan untuk mengambil pinjaman (back-to-back loan). Ini adalah fitur yang jarang dimiliki oleh tabungan berjangka. Jika kamu seorang pengusaha yang butuh likuiditas cepat tapi tetap ingin asetmu tumbuh, fitur ini bisa sangat berguna.

Fact: Batas pengecualian pajak bunga deposito dan tabungan (nilai deposito/tabungan) — 7.500.000 IDR (terbaru) — Source: Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id)

Faktor Keamanan: Peran LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)

Dalam membedah perbandingan tabungan berjangka vs deposito, faktor keamanan adalah yang terpenting. Di Indonesia, baik tabungan berjangka maupun deposito dijamin oleh LPS hingga nilai Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, ada syarat dan ketentuan yang berlaku, yang sering disebut sebagai 3T:

  1. Tercatat dalam pembukuan bank.
  2. Tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.
  3. Tidak menyebabkan bank menjadi rugi (misalnya tidak memiliki kredit macet).

Banyak nasabah tergiur dengan bunga tinggi dari bank tertentu yang ternyata di atas bunga penjaminan LPS. Jika bank tersebut bangkrut, dana kamu tidak akan dijamin. Oleh karena itu, selalu pastikan bunga yang ditawarkan masih dalam batas wajar sesuai ketentuan LPS terbaru.

Strategi Kombinasi: Mengapa Harus Pilih Satu Kalau Bisa Keduanya?

Banyak perencana keuangan menyarankan untuk tidak terpaku pada satu instrumen saja. Kamu bisa menggunakan hasil perbandingan tabungan berjangka vs deposito ini untuk membangun strategi yang komprehensif:

  1. Tabungan Berjangka untuk Target Bulanan: Gunakan untuk dana liburan, beli gadget, atau kurban tahun depan.
  2. Deposito untuk Dana Menganggur: Gunakan untuk menyimpan dana darurat yang sudah terkumpul atau dana pendidikan anak yang masih lama masanya.
  3. MoneyKu untuk Kontrol Harian: Gunakan MoneyKu untuk memastikan bahwa alokasi ke kedua instrumen tersebut tidak mengganggu biaya operasional hidupmu sehari-hari.

Dengan menggabungkan keduanya, kamu mendapatkan fleksibilitas dari tabungan berjangka dan stabilitas dari deposito. Ini adalah cara cerdas untuk mengoptimalkan cuan di tahun 2026.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Mengenai Perbandingan Tabungan Berjangka vs Deposito

1. Apakah saya bisa menarik uang di tabungan berjangka sebelum waktunya?
Bisa, namun biasanya kamu akan dikenakan biaya penalti atau bunga yang sudah terkumpul akan hangus. Prosesnya bervariasi antar bank, ada yang bisa lewat aplikasi, ada yang harus ke kantor cabang.

2. Mana yang lebih menguntungkan untuk dana darurat?
Sebenarnya, dana darurat sebaiknya ditaruh di instrumen yang sangat likuid seperti tabungan biasa atau reksa dana pasar uang. Namun, jika ingin memilih di antara keduanya, deposito dengan tenor 1 bulan yang diperpanjang otomatis (Automatic Roll Over) bisa jadi pilihan karena lebih mudah dipantau masa jatuhnya.

3. Apakah bunga bank digital selalu lebih tinggi?
Seringkali iya, karena bank digital memiliki biaya operasional yang lebih rendah. Namun, tetap perhatikan batas penjaminan LPS. Jangan hanya melihat angka bunga yang fantastis.

4. Berapa minimal dana untuk memulai?
Tabungan berjangka saat ini banyak yang bisa dimulai dari Rp100.000 saja. Sementara deposito biasanya mulai dari Rp1.000.000 hingga Rp5.000.000, tergantung kebijakan masing-masing bank.

Kesimpulan: Pilih yang Sesuai Goals Kamu

Memahami perbandingan tabungan berjangka vs deposito membantu kamu mengalokasikan uang dengan lebih cerdas. Tidak ada instrumen yang mutlak lebih baik, karena semuanya tergantung pada tujuan finansial, profil risiko, dan kondisi arus kas kamu saat ini.

Di tahun 2026, literasi keuangan adalah kunci untuk bertahan dari gempuran gaya hidup konsumtif. Memilih tempat yang tepat untuk menyimpan uang adalah langkah awal yang sangat krusial. Pastikan kamu selalu melakukan riset mandiri sebelum memutuskan untuk menaruh uangmu di bank mana pun.

Tabel Ringkasan Cepat untuk Visual Learner

Fitur Tabungan Berjangka Deposito
Cara Setor Rutin tiap bulan (Auto-debit) Sekali di awal (Lump sum)
Suku Bunga Kompetitif, cocok untuk disiplin Cenderung lebih tinggi untuk dana besar
Tenor Sangat fleksibel (sesuai target) Kaku (Pilihan bulan tetap)
Minimal Dana Rendah (Mulai Rp100rb-an) Menengah (Mulai Rp1jt-an)
Tujuan Utama Membangun habit & target spesifik Mengamankan uang dingin & aset
Risiko Penalti Hangus bunga / Biaya admin Potongan pokok / Bunga hangus

Memulai perencanaan keuangan sejak dini bukan berarti kamu harus hidup pelit atau menderita. Ini tentang mengatur prioritas agar masa depanmu lebih tenang dan bebas dari stres finansial. Gunakan MoneyKu untuk memantau pengeluaranmu secara harian, lalu pilih instrumen tabungan yang paling pas agar cuanmu maksimal di 2026! Jangan tunda lagi, karena waktu adalah aset paling berharga dalam investasi.

Related reads

  • saving planning
  • expense tracking
  • budgeting
Share

Postingan Terkait

tips menabung untuk upgrade skill atau kursus

5 Tips Menabung untuk Upgrade Skill & Kursus Tanpa Pusing

Dunia kerja saat ini bergerak sangat cepat. Rasanya baru kemarin kita belajar satu software, eh hari ini sudah ada teknologi baru yang wajib dikuasai. Bagi kamu yang baru meniti karier atau sedang berjuang di bangku kuliah, istilah “investasi leher ke atas” pasti sudah sering terdengar. Masalahnya, investasi ini seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mulai […]

Baca selengkapnya
cara cepat mencapai target tabungan 10 juta

5 Cara Cepat Mencapai Target Tabungan 10 Juta untuk Gen Z

Mencapai angka tabungan dua digit pertama seringkali terasa seperti mendaki gunung yang sangat tinggi, terutama bagi kita yang baru saja memulai karier atau sedang berjuang mengelola pengeluaran di tengah gempuran tren gaya hidup. Angka 10 juta mungkin terlihat besar jika dilihat sebagai satu kesatuan, tetapi sebenarnya ada cara cepat mencapai target tabungan 10 juta yang […]

Baca selengkapnya